4 Tantangan Quique Setien usai Jadi Pelatih Barcelona

Jakarta - Barcelola menunjuk Quique Setien sebagai suksesor Ernesto Valverde. El Blauraga mengontrak mantan pelatih Real Betis itu selama dua setengah musim. 

Metro pernah menulis melatih Barcelona merupakan salah satu keinginan terbesar Setien dalam kariernya. Sementara Barcelona memilih Setien karena dinilai cocok dengan filososi permainan klub yang mengusung sepak bola menyerang.

Keputusan Barcelona menunjuk Quique Setien sebagai pelatih baru dinilai cukup megejutkan. Pasalnya, dia bukan sosok yang populer.

Ia juga kurang dikenal publik Camp Nou. Sebelum ditunjuk sebagai pelatih Barcelona, Setien berstatus menganggur, setelah dipecat Real Betis karena hubungannya dengan manajemen klub memburuk.

Namun keputusan telah dibuat. Kini, pria berusia 61 tahun itu resmi duduk di kursi kepelatihan Blaugrana. Bersama Barca, Quique Setien memiliki sejumlah tugas berat.

Bola.com telah merangkum empat tugas berat yang menanti Quique Setien di Barcelona. Berikut perinciannya:

1. Optimalkan Pemain Tak Terpakai

Ansu Fati (kiri) mencetak gol untuk Barcelona saat melawan Inter Milan (AFP)

Bersama Barcelona, Quique Setien dituntut bisa mengoptimalkan pemain yang dimiliki. Misalnya Philippe Countinho yang saat ini malah dipinjamkan ke Bayern Munchen.

Padahal, Coutinho memiliki performa yang cukup bisa diandalkan. Ia juga dituntut mengoptimalkan penampilan Arthur Melo dan Ousmane Dembele. Kabarnya, tiga pemain ini bisa menjadi opsi trio yang membantu penyerangan dalam skema Setien. 

Bukan hanya trio tersebut, Setien juga dituntut mulai mencari alternatif pemain muda yang bisa dijadikan tumpuan masa depan klub.

Hal itu sudah dilakukan pada sesi latihan pertamanya bersama Barca. Setien memberi kesempatan berlatih kepada pemain muda yang jarang dipanggil Valverde, seperti Inaki Pena, Araujo, Carles Perez, Riqui Puig, dan Ansu Fati.

2. Kembali Terapkan Tiki Taka

Tiki Taka adalah gaya permainan dari klub Barcelona yang 80 persenya didominasi oleh Lionel Messi.

Untuk mencuri perhatian suporter Barcelona, banyak yang mengharapkan Quique Setien mengembalikan taktik yang membuat Barcelona menjadi klub perkasa dan tak terkalahkan.

Taktik tersebut adalah tiki-taka. Sejatinya, Pep Guardiola adalah pelatih yang menerapkan taktik tersebut di Barcelona.

Namun, akan jadi daya tarik tersendiri jika Quique Setien  bisa membawa kembali keindahan tika-taka ke Camp Nou. Ia juga bisa mencuri hati Barcelonistas jika berhasil membawa tika-taka kembali. Tiki-taka menjadi salah satu taktik yang paling disukai penggemar Barcelona.

3. Kembalikan Performa Gerard Pique

Gerard Pique tampil buruk bersama Barcelona belakangan ini (AP Photo/Manu Fernandez)

Ini mungkin bakal menjadi salah satu tugas yang paling sulit Quique Setien di Barcelona. Blaugrana memiliki banyak pemain bertahan kelas dunia, namun beberapa di antaranya sedang dalam kondisi tak optimal.

Misalnya Gerard Pique. Performa bek berusia 32 tahun itu seharusnya tak perlu diragukan lagi. Namun, penampilan Pique bersama Ernesto Valberde dinilai tak optimal.

Masalahnya, bek asal Spanyol itu tengah berselisih paham dengan manajemen Baracelona. Bakal menjadi tugas berat Setien untuk kembali membuat dua pihak yang berselisih itu akur.

Jika Gerard Pique berhasil tampil optimal, besar kemungkinan pertahan Barcelona jadi lini terkuat di La Liga.

4. Mempersembahkan Treble

Quique Setien resmi menjadi pelatih Barcelona menggantikan Ernesto Valverde. (Foto: Barcelona)

Belum ada tiga hari Quique Setien menjabat sebagai pelatih Barcelona, tapi presiden klub Josep Maria Bartomeu telah menambah beban.

Bartomeu berharap agar Setien bisa mempersembahkan treble winner untuk Blaugrana, jika tidak musim ini, setidaknya satu kali sepanjang kariernya di Camp Nou. Itu berarti Setien harus mengangkat trofi Liga Champions, Copa del Rey, dan Liga Spanyol.

Kondisi tersebut termasuk berat. Rekam jejak Setien tidak terlalu gemilang. Sejauh ini, Barcelona baru dua kali merengkuh treble winner.

Pertama bersama Pep guardiola pada musim 2008-2009 dan yang kedua bersama Luis Enrique pada 2014-2015. Sekadar informasi, dua pelatih yang pernah merengkuh treble bersama Barca itu memiliki catatan menakjubkan di kancah internasional.

 

Sumber: Ronaldo.com

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Hesti Puji Lestari/Editor: Yus Mei Sawitri, published 15/1/2020)