4 Tips Agar Tak Rugi Saat Belanja Harbolnas 11.11

Liputan6.com, Jakarta - Berbelanja pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) seharusnya memberi keuntungan bagi konsumen. Untuk itu, konsumen harus menyusun rencana belanja agar jangan sampai promo Harbolnas malah membuat rekening jebol.

"Konsumen tetap harus mengedepankan perilaku belanja yang kritis dan rasional. Belanjalah berdasar pada kebutuhan bukan keinginan. Jangan terjerat bujuk rayu diskon, sebab banyak diskon hanyalah gimmick marketing alias diskon abal-abal," ujar Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, pada Minggu, 10 November 2019.

Ucapan YLKI ada benarnya, maka dari itu konsumen perlu membaca dengan hati-hati mengenai promo Harbolnas, terutama jika promonya terdengar terlampau murah. Bila demikian, perhatikan lagi syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum terpancing membeli.

Ada pula imbauan agar konsumen hati-hati saat belanja Harbolnas. Jangan sampai setelah uang ditransfer barang tidak sampai akibat belanja di tempat yang tidak kredibel.

Untuk lebih jelasnya, berikut tips-tips belanja saat Harbolnas:

1. Buat Shopping Plan

Ilustrasi belanja online. Sumber foto: unsplash.com/Mein Deal.

Sebelum Harbolnas, pastikan kamu sudah tahu ingin membeli apa saja. Jangan sampai bingung ingin membeli apa, lalu malah keterusan membeli barang-barang yang tidak kamu butuhkan.

Siapkan juga budget untuk belanja. Jadi andaikan masih ada sisa uang setelah belanja barang yang kamu butuhkan, usahakan agar tidak melewati budget.

2. Cermati Tempat Belanja

Buat yang suka belanja di online shop, hati-hati dengan modus penipuan baru yang meminta cashback. (Ilustrasi: Pexels.com)

Bila belanja di luar platform e-commerce yang sudah tersohor, YLKI menyarankan agar membaca lagi profil seller. Berdasarkan data YLKI, banyak penipuan di segmen pasar ini.

"Jangan sampai konsumen dirugikan oleh transaksi belanja online dari market place yang tidak kredibel. Alih alih konsumen malah tertipu. Sebab berdasar data pengaduan YLKI selama 5 tahun terakhir, pengaduan belanja online selalu menduduki rating tiga besar," ujar Tulus Abadi.

"Dan ironisnya prosentase pengaduan tertinggi yang dialami konsumen adalah barang tidak sampai ke tangan konsumen. Artinya masih banyak persoalan dalam belanja online dalam hal perlindungan konsumen," tambah dia.

3. Bandingkan Harga dan Benefit

Ilustrasi belanja online (Sumber Foto: Pexels)

Menurut Perencana Keuangan Safir Senduk, konsumen baiknya membandingkan harga di satu platform dengan platform lain.

Jadi cobalah membandingkan promo di satu platform dengan platform pesaingnya. Kalkulasikan benefit dari segi harga hingga ongkos kirim.

4. Jangan Terbuai Tulisan Harga Murah

Ilustrasi Membakar Uang (pixabay.com)

Platform belanja sudah mulai berani menawarkan promo barang seharga puluhan rupiah saja. Namun, benarkah demikian? Atau hanya gimmick semata?

YLKI sudah memperingatkan bahaya gimmick marketing. Maka dari itu, jika ada promo yang too good to be true, lebih baik membaca lagi syarat dan ketentuannya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: