4 Tips Memanaskan Makanan Lebaran yang Aman, Hindari Penyakit

Liputan6.com, Jakarta Tips memanaskan makanan lebaran yang aman perlu diterapkan agar kesehatan tetap terjaga. Selain itu, dengan menerapkan cara memanaskan makanan lebaran yang aman, nutrisi tetap terjaga dan rasa makanan pun tetap enak.

Pada saat lebaran, memang tidak jarang banyak makanan yang tersisa. Namun, kamu tidak perlu membuangnya. Menerapkan cara untuk menyimpan, mendinginkan, dan memanaskannya kembali bisa diterapkan agar makanan sisa lebaran tetap bisa dikonsumsi.

Tips memanaskan makanan lebaran yang aman dapat mencegah risiko munculnya penyakit. Meski dibolehkan, tetapi jangan sampai memanaskannya berkali-kali, misalnya sampai lebih dari tiga kali. Cukup lakukan pemanasan satu kali, lalu segera konsumsi bersama keluarga.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (16/5/2020) tentang tips memanaskan makanan lebaran.

Bungkus Makanan Sisa Lebaran dengan Baik

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Rembolle

Tips memanaskan makanan lebaran yang aman pertama adalah membungkusnya dengan baik terlebih dahulu. Jika saat lebaran masih ada sepanci gulai daging di meja makan, kamu bisa segera membungkus atau meletakkan dalam wadah kedap udara.

Langkah ini bertujuan untuk mencegah bakteri masuk ke dalam makanan, menjaga kelembapan makanan, dan mencegah kontaminasi dari makanan lain di dalam lemari pendingin.

Simpan Makanan Sisa Lebaran dengan Aman

Tips memanaskan makanan lebaran yang aman berikutnya terkait dengan cara menyimpan. Makanan sisa yang telah dibungkus dapat dimasukkan ke dalam lemari pendingin selama 3-4 hari, atau di dalam freezer selama 3-4 bulan. Meski mungkin makanan akan mengalami perubahan rasa, kandungan nutrisinya relatif terjaga.

Cairkan Makanan Sisa Lebaran yang Beku dengan Baik

Ilustrasi makanan lebaran

Tips memanaskan makanan lebaran yang aman selanjutnya adalah tahap mencairkan makanan. Kamu harus memahami cara mencairkan makanan sisa lebaran yang beku agar tetap enak. Ada tiga teknik yang dapat dilakukan untuk mencairkan makanan sisa lebaran yang telah dibekukan dalam freezer, yaitu memindahkannya ke dalam lemari pendingin, dimasukkan dalam air dingin, dan menggunakan microwave.

Teknik pertama mencairkan dalam lemari pendingin memerlukan waktu paling lama, tetapi juga paling aman. Setelah mencair, makanan harus dikonsumsi dalam waktu 3-4 hari.

Teknik mencairkan dengan air dingin bisa lebih cepat, tetapi teknik ini memiliki risiko. Makanan beku tersebut harus dipastikan kedap udara dan air, sehingga bakteri dan kuman lainnya dalam air tidak masuk ke dalam makanan.

Sedangkan, teknik mencairkan dengan microwave merupakan metode tercepat dan dapat sekaligus memanaskan hingga suhu 165 derajat Fahrenheit (73 derajat Celcius).

Menerapkan Teknik Memanaskan Makanan Sisa Lebaran yang Aman

Tips memanaskan makanan lebaran yang aman harus dilakukan untuk menghindari bahayanya. Ketika memanaskan makanan sisa, pastikan suhu makanan mencapai 73 derajat Celcius untuk memastikan bakteri dan kuman lainnya tidak dapat berkembang.

Kamu juga dapat menggunakan teknik merebus atau mengukus. Kadar nutrisi dapat tetap dijaga agar tak banyak nutrisi yang hilang. Caranya adalah dengan menutup wadah saat dipanaskan. Bila memungkinkan, gunakan microwave untuk memanaskan makanan, karena alat ini unggul dalam hal menjaga nutrisi dan kandungan air di dalam makanan.

Itulah beberapa tips memanaskan makanan lebaran yang aman dan sehat. Terapkan berbagai tips tersebut agar kesehatan kamu dan keluarga tetap terjaga selama lebaran.

Bahaya Terlalu Sering Memanaskan Makanan Lebaran

Ilustrasi makanan Credit: freepik.com

Mengikuti tips memanaskan makanan lebaran yang aman dan sehat penting diterapkan. Hal ini karena makanan yang dipanaskan berulang-ulang akan membuat sejumlah nutrisi berkurang, bahkan berubah menjadi bahaya bagi tubuh.

Contoh pertama, saat memanaskan sayuran hijau. Memanaskan sayuran hijau dapat menyebabkan nitrat terurai dan menjadi nitrit. Nitrit dapat menjadi toksin atau racun untuk tubuh.

Contoh selanjutnya adalah jamur. Jamur mengandung protein kompleks yang berubah strukturnya ketika dipanaskan berulang. Hal ini akan berisiko buruk untuk kesehatan pencernaan dan jantung.

Ketiga, memanaskan opor ayam. Setelah didinginkan, komposisi protein dalam ayam akan berubah ketika dipanaskan kembali. Reaksi negatif di antara molekul protein bisa mengakibatkan masalah pencernaan.

Pemanasan berulang juga dapat memengaruhi minyak yang terkandung di dalamnya. Bila minyak dipanaskan dengan suhu yang tinggi dalam waktu yang panjang, dapat menyebabkan terbentuknya aldehid. Senyawa ini sudah terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko kanker dan penyakit lainnya.