4 Tips Penting untuk Pebisnis Bertahan Saat Resesi Ekonomi

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketika ekonomi bergerak lambat, pebisnis dan eksekutif mungkin mulai merasa khawatir bagaimana mereka akan bertahan. Sebab, konsumen memperlihatkan kecenderungan mengurangi belanja mereka.

Penasihat Pemasaran, John Hall menilai, masih ada kesempatan bagi pebisnis dan para eksekutif menghadapi situasi pergerakan ekonomi yang melambat.

"Kondisi seperti ini dapat mendorong para pemimpin perusahaan untuk mengambil tindakan yang mencerminkan perilaku konsumen," ujar Jhon Hall dikutip melalui Forbes, Sabtu (27/8).

Sejauh dia amati, banyak dari konsumen mencari cara untuk mengurangi pengeluaran termasuk menunda sebuah proyek besar. "Terlepas dari itu, tidak berarti semua harapan pertumbuhan hilang," ungkapnya.

Pasarkan ke Pembeli Langganan

pembeli langganan
pembeli langganan.jpg

Pertama, Jhon menyarankan agar pebisnis meningkatkan upaya pemasaran ke basis klien yang sudah ada. Menututnya, pertumbuhan ekonomi yang bergerak lambat tidak berarti konsumen sama sekali tidak menghabiskan uang mereka.

"Bagaimanapun juga orang-orang mungkin mencari cara lain untuk memprioritaskan kebutuhan rumah tangga mereka sementara pembeli lain tidak akan merubah kebiasaan pengeluaran mereka karena mereka memiliki pemasukan yang cukup," paparnya.

Kedua, membangun komunitas online. Di tahap ini, anggap lah seseorang berada di dalam satu ruangan dengan seorang asing dan seseorang yang sudah kita kenal dan dapat dipercaya. Jika kita ajak interaksi orang yang sudah dikenal, akan lebih nyaman.

Tips Selanjutnya

4 tips penting untuk pebisnis bertahan saat resesi ekonomi
4 tips penting untuk pebisnis bertahan saat resesi ekonomi

Ketiga, terapkan strategi pemasaran pertumbuhan yang berfokus pada retensi pelanggan. Ini memiliki peluang lebih tinggi untuk memberikan hasil yang nyata.

"Penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan penjualan ke pelanggan saat ini adalah antara 60 persen dan 70 persen, sedangkan angka itu turun menjadi antara 5 persen dan 20 persen untuk pelanggan baru."

Keempat, terus pasarkan produk ke pelanggan yang sudah ada. Cara ini, menurut Jhon, hanya membutuhkan lebih sedikit uang dan lebih efektif. Tapi itu tidak menghilangkan kemungkinan menemukan pasar baru selama resesi.

"Diversifikasi lini produk dan basis klien Anda dapat membantu Anda mengatasi badai. Pada saat yang sama, menghabiskan ribuan atau jutaan untuk beriklan ke prospek mungkin bukan pendekatan terbaik," ungkapnya.

Dia menambahkan, berjejaring dengan pemilik dan eksekutif bisnis yang berpikiran sama dapat membuka peluang baru.

[bim]