40 Korban Ditemukan, Basarnas Tutup Pencarian di Longsor Sumedang

Ezra Sihite, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan seluruh korban yang tertimbun material longsor di perumahan Pondok Daud Kampung Bojongkondang Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang berjumlah 40 orang telah ditemukan.

Kepala Basarnas Provinsi Jawa Barat Deden Ridwansyah menjelaskan, dengan temuan tersebut pencarian korban longsor Sumedang dinyatakan ditutup.

"Secara resmi menutup operasi pencarian terhadap 40 korban yang telah ditemukan tim SAR Gabungan dalam keadaan meninggal dunia," ujar Deden dalam keterangan pers pada Selasa 19 Januari 2021.

Pada pencarian terakhir, Senin, 18 Januari 2021, tim SAR Gabungan berhasil menemukan 8 korban pada hari ini di sektor dua yaitu di lokasi rumah pada longsoran pertama di antaranya pada pukul 09.20 WIB ditemukan 1 korban berjenis kelamin laki-laki bernama Abraham Sihombing (8), pukul 10.05 WIB ditemukan 1 korban berjenis kelamin perempuan dewasa bernama Roida Manaor Tampubolon (60).

Pukul 11.00 WIB ditemukan 1 korban berjenis kelamin laki-laki bernama Daniel Alvaro Pasaribu (5), pukul 11.23 WIB ditemukan 1 korban berjenis kelamin laki-laki bernama Boston Fanbel Pasaribu (1), pukul 15.41 WIB ditemukan 1 korban berjenis kelamin perempuan bernama Melati Natasya Sihombing (12).

Pukul 15.56 WIB ditemukan 1 korban berjenis kelamin perempuan remaja bernama Cincin Rosa Arga Pasaribu (12), pukul 19.59 WIB ditemukan seorang korban berjenis kelamin laki-laki serta korban terakhir ditemukan pada pukul 21:13 WIB berjenis kelamin perempuan. Kedua korban terakhir masih dalam proses identifikasi Tim DVI Polda Jabar di Puskesmas Sawah Dadap.

"Keberhasilan ini berkat sinergitas dan kerja sama tim di lapangan yang baik antara Unsur SAR, support dan spirit yang luar biasa sehingga seluruh korban bisa ditemukan. Saya berharap agar tidak ada lagi kejadian di Jawa Barat khususnya dan umumnya di Indonesia," kata dia.

Unsur SAR yang terlibat yaitu Basarnas Bandung, TNI/Polri, BNPB, BMKG, KEMENPUPR, Tim DVI Polda Jabar, BPBD Prov Jabar dan BPBD Sumedang, PMI Prov Jabar, Dinkes Sumedang, BBWS Citarum, Potensi SAR Jawa Barat yang tergabung dalam Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3).

Sebelumnya, longsor terjadi di Desa Cihanjuang Kec Cimanggung Kab Sumedang pada Sabtu 9 Januari 2021 sekitar pukul 16.45 WIB. Lalu longsor susulan sekitar pukul 19.30 WIB yang menyebabkan lebih banyak korban tertimbun karena pada saat itu banyak warga dan Tim SAR Gabungan justru sedang melakukan evakuasi dan pendataan terhadap jumlah korban pada longsor pertama. (ase)