40 pemuda calon paskibraka Kaltim jalani karantina dan pelatihan

Sebanyak 40 orang pemuda dari berbagai wilayah di Provinsi Kalimantan Timur telah terpilih menjadi calon pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibra) pada HUT ke-77 Kemerdekaan RI Tingkat Provinsi Kaltim, pada 17 Agustus 2022.

Kepala Dispora Kaltim Agus Tianur menjelaskan 40 orang pemuda tersebut dijadwalkan menjalani karantina dan pelatihan dimulai sejak 28 Juli -18 Agustus 2022 di Gelora Kadrie Oening Samarinda.

Dia mengatakan para peserta yang masuk karantina dinilai sudah memenuhi persyaratan dan telah melalui berbagai seleksi.

"Seluruh peserta diterima dari berbagai perwakilan kabupaten/kota se Kaltim. Yang jelas, mereka yang lolos ini sudah mengikuti seleksi ketat oleh Pemprov Kaltim, bahkan disaksikan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP. Karena, mulai tahun ini Paskibraka menjadi tanggung jawab BPIP bukan lagi Kementerian Pemuda dan Olahraga," kata Agus Tianur di Samarinda, Jumat.

Agus menjelaskan calon Paskibraka tersebut akan dibina oleh Tim Pelatih dan instruktur serta dibina dari Alumni Paskibraka, Jajaran TNI dan Polri yang dipilih, Tim Kesehatan dan OPD terkait

Selanjutnya, tugas berat yang akan dilaksanakan seluruh peserta adalah ketika puncak HUT ke-77 Kemerdekaan RI Tingkat Provinsi Kaltim, pada 17 Agustus 2022 di Lapangan Sepakbola Gelora Kadrie Oening, baik mengibarkan bendera maupun menurunkan.

Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekdaprov Kaltim Deni Sutrisno mengatakan, Paskibraka merupakan tugas dan tanggung jawab yang berat diamanahkan kepada generasi muda.

Tetapi, meski berat tugas tersebut sangatlah mulia. Karena, tidak sekedar menaikkan dan menurunkan bendera.

“Tugas para adik-adik Paskibraka memang berat, tapi sangat mulia. Karena, mendapat amanah untuk mengibarkan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT Kemerdekaan. Sebab, jika bercermin dengan para pendahulu, tentu sangatlah ringan tugas yang dilakukan para generasi muda saat ini,” ucap Deni Sutrisno saat membuka pelatihan Paskibraka.

Menurut Deni, para pendahulu ketika berjuang untuk menaikkan bendera sangatlah berat usahanya dengan penuh perjuangan, cucuran keringat, air mata dan darah, bahkan nyawa menjadi taruhannya.

Karena itu, tugas dan amanah yang diberikan kepada calon Paskibraka Kaltim lebih ringan dari pada para pendahulu yang telah berjuang dalam kemerdekaan Republik Indonesia.

Untuk itu, amanah tersebut wajib dijalankan dengan baik dan penuh semangat serta profesional. Termasuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Jadi, selama pelatihan dan di karantina, seluruh peserta harus tetap menjaga kondisi kesehatan dan kekompakan. Taati semua apa yang diberikan para pelatih maupun instruktur. Sehingga, kelak ketika puncak kegiatan amanah tuntas dilaksanakan dengan baik dan sukses,” jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel