40 RW di Kabupaten Tangerang Sediakan Rumah Singgah Pasien Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Hotel Yasmin yang digunakan untuk isolasi pasien Covid-19 di Kabupaten Tangerang, Banten, dinyatakan sudah melebihi kapasitas. Walhasil, Pemda setempat bakal membuat skema tempat isolasi baru.

"Saat ini kita buat skema untuk tempat isolasi baru," kata Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Jumat (25/6/2021).

Menurut dia, saat ini telah ada 40 RW dari 23 kecamatan se-Kabupaten Tangerang yang telah membuat rumah singgah untuk mengisolasi pasien Covid-19 yang berstatus tanpa gejala (OTG).

"Jadi, masyarakat yang terpapar berstatus OTG dapat diisolasi di wilayah RW masing-masing," ujar Zaki.

Dia mengungkapkan, adanya rumah singgah yang disebar per RW tersebut akan membuat perawatan pasien Covid-19 menjadi terbagi, sehingga dapat tertangani dengan baik. Kemudian, para tenaga kesehatan atau nakes akan mengontrol kondisi pasien di setiap rumah singgah tersebut.

Bila memang opsi tersebut masih belum bisa memadai untuk menampung pasien Covid-19, Zaki menjelaskan, pihaknya hingga saat ini tengah membahas penggunaan Gedung Diklat Kitri Bakti yang memiliki kapasitas 60 kamar untuk difungsikan sebagai rumah singgah terpusat layaknya Hotel Yasmin.

"Belum diputuskan, tapi Kitri Bakti menjadi opsi untuk jadi rumah singgah," tuturnya.

Data Kasus Covid-19

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari covid19.tangerangkab.go.id hingga Jumat, 24 Juni 2021, sudah ada 12.252 orang yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Tangerang.

Dimana, kasus konfirmasi dirawat sebanyak 168 orang, kasus konfirmasi isolasi sebanyak 568 orang, kasus konfirmasi sembuh sebanyak 11.243 orang, dan kasus konfirmasi meninggal sebanyak 271 orang. (Pramita Tristiawati)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel