401 Rumah Warga di Tangsel Rusak Disapu Puting Beliung, Atap Beterbangan

Merdeka.com - Merdeka.com - Angin Kencang disertai hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan, Senin (19/9) kemarin, merusak 401 rumah warga di kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat. Umumnya, ratusan rumah tersebut mengalami kerusakan pada bagian atap dan plafon.

"Umumnya rusak ringan di bagian atap, karena rata-rata rumah di sini menggunakan asbes. Ada yang beterbangan karena angin sangat kencang kemarin," kata Kira Ciputat, Iwan Pristiyasa dikonfirmasi, Selasa (20/9).

Selain 401 rumah terdata rusak, satu SD negeri juga terdampak angin kencang yang mengalami kerusakan di bagian kanopi.

"Untuk SDN 4 Ciputat, tidak sampai mengganggu aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) itu hanya panel alumunium di depan, pembersihannya tidak mengganggu aktivitas belajar siswa," kata Kepala Dinas Pendidikan, Deden Deni.

Iwan menambahkan, untuk bangunan lain yang mengalami kerusakan di antaranya adalah satu taman baca masyarakat, dua masjid, satu musala, satu mobil tertimpa pohon dan tiga orang luka-luka akibat tertimpa pohon dan materil rumahnya yang tersapu angin.

"Tadi malam kita datangin warga agar mereka lebih tenang, ini kita laporkan ke Dinsos, BPBD dan kecamatan," ujar dia.

300 Rumah Rusak

Sebelumnya diberitakan 300 rumah warga di kelurahan Ciputat, Tangerang Selatan, mengalami kerusakan ringan hingga berat sedang akibat sapuan angin kencang dan hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan, Senin (19/9).

Lurah Ciputat, Iwan Pristiyasa, mengungkapnya pihaknya langsung mendirikan posko tanggap bencana dari adanya musibah yang merusak beberapa fasilitas ibadah dan rumah pribadi tersebut. Bahkan dari kejadian itu, tiga warga dikabarkan mengalami luka-luka.

"Benar, sampai malam ini dari data yang masuk ke posko dan monitoring kami ke lokasi langsung, ada 300 rumah rusak ringan hingga sedang," kata Iwan dikonfirmasi, Senin malam (19/9).

Selain ratusan rumah, angin dan hujan yang begitu kencang sore tadi, juga merubuhkan 4 pohon besar dan tiga rumah ibadah di sekitar kelurahan Ciputat.

"Ada 3 orang korban juga yang mengalami luka-luka, saat ini kami dibantu seluruh OPD terkait masih melakukan monitoring ke lapangan, sambil terus mengapdet data dan informasi terkini," kata dia.

Sementara saat ini, proses pemotongan pohon tumbang dan pembersihan material bangunan rusak akibat angin dan hujan ekstrem masih dilakukan.

"Kami langsung berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Lingkungan Hidup, BPBD dan Satpol PP, melakukan pembersihan dari pohon tumbang dan kerusakan pada fasilitas rumah ibadah," ujar dia.

Dia juga meminta para warga dan pengurus lingkungan di kelurahan Ciputat, peka terhadap musibah yang terjadi dan dialami tetangga rumahnya.

"Ini tadi memang cuaca sangat ekstrem, hujan deras dan angin kencang sehingga memporak porandakan bangunan. Penanganan ketua RT dan RW saya minta kerja bakti, saling bantu tetangga. Kemudian yang luka ada yang kita kirim ke RS dan tim Puskesmas turun langsung ke lokasi musah-mudahan tidak bertambah banyak yang terdampak," tandasnya. [gil]