42 Ibu Sosialita di Makassar Kena Tipu

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Sedikitnya 42 ibu rumah tangga di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi korban penipuan jasa travel wisata.

Ibu-ibu sosialita diiming-imingi perjalanan wisata ke Taj Mahal, India. Modus penipuan terungkap dalam sidang yang menghadirkan Ratna Sofia (39) sebagai terdakwa, di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (8/11/2012).

Ratna, karyawan perusahaan biro perjalanan wisata asal Jakarta, dituntut pidana penjara dua tahun oleh jaksa penuntut umum (JPU). Pada sidang yang diketuai majelis hakim Maringan Marpaung, JPU menuntut Ratna bersalah, karena terbukti melakukan tindak pidana penipuan senilai Rp 145 juta terhadap 42 korbannya.

JPU Nur Alim Rachim dalam tuntutannya menilai, terdakwa melanggar pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan. Ratna menjalankan modus penipuan di Makassar, dengan berpura-pura sebagai karyawan sebuah perusahaan biro perjalanan atau travel ke luar negeri seperti India.

Namun, belakangan diketahui, terdakwa sama sekali tidak memiliki perusahaan biro perjalanan wisata. Para korbannya mayoritas merupakan wanita pebisnis, istri pejabat, dan anggota DPRD di Makassar. Salah satu korbannya adalah istri mantan Ketua DPRD Makassar Ince Adnan Machmud (almarhum).

"Sehingga, tindakan terdakwa telah merugikan 42 orang, dengan menilep dana mencapai Rp 145 juta, dengan pembayaran per kepala senilai Rp 5 juta," ujar Nur Alim yang juga menjabat Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Sulsel.

Kasus ini bermula sekitar 2011. Ratna yang berpura-pura menjadi karyawan perusahaan biro perjalanan wisata, menemui salah satu korban bernama Hajjah Hasna.

Terdakwa mengaku, perjalanan ke India hanya membutuhkan biaya Rp 5 juta per kepala, dan sudah mencakup semua biaya administrasi persuratan seperti visa dan paspor. Bahkan, biaya Rp 5 juta sudah termasuk ongkos pergi-pulang alias PP.

Sementara, meski 42 ibu sosialita Makassar telah ditipu Ratna, penampilan mereka tetap terjaga. Dari pakaian yang dikenakan, perhiasan, hingga tas bermerek sekelas Furla seharga belasan juta Rupiah, menjadi nilai tambah tersendiri untuk menjaga agar penampilan mereka tetap elok dipandang.

Terbukti, kehadiran para korban perjalanan wisata ke India di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis siang, menjadi perhatian tersendiri. Dari sekian ratus pengunjung pengadilan, hanya ke-42 ibu sosialita ini yang menjadi bahan tontonan.

Sebab, penampinan, pakaian, perhiasan, aksesoris seperti kalung, gelang, hingga tas, jauh berbeda dengan para pengunjung lain. Bahkan, mereka tak malu-malu menikmati mengisap rokok di muka umum.

"Kami berharap terdakwa dijatuhkan hukuman setimpal, agar kejadian serupa tidak terjadi kepada orang lain, apalagi ibu-ibu yang seringkali bepergian ke luar negeri," ujar Faula, salah satu korban. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.