42 Ijazah PGSD UNPAK Bogor Palsu

Garut (ANTARA) - Sebanyak 42 ijazah S1 Fakultas Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pakuan (Unpak) Bogor yang dimiliki oleh guru di Kabupaten Garut, Jawa Barat, palsu dan diamankan Polisi Sektor Limbangan, Garut.

"Kita baru menyita 42 ijazah milik guru, termasuk menyita transkrip nilai," kata Kapolsek Limbangan Kompol, Imron Rosadi kepada wartawan, Minggu.

Ia menerangkan, kasus ijazah palsu itu terungkap setelah beberapa pihak guru melaporkan ke polisi yang merasa tertipu, karena ijazah yang dimiliki tidak diakui oleh kampus Unpak Bogor.

Sebelumnya sejumlah guru, kata Imron hendak melegalisir ijazahnya ke Kampus Unpak, tetapi oleh kampus ditolak dengan alasan palsu.

Selanjutnya Unpak, kata Imron melayangkan surat penolakan menerima legalisir ijazah ke Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, 2 April 2012.

"Saat ijazah yang dimiliki guru mau dilegalisir, ternyata tidak ada tanda logo Unpak jika diperiksa menggunakan sinar ultraviolet, dan masih ada sistem pengaman lainnya," jelas Imron.

Sebelum mendapatkan ijazah palsu itu, para guru mengikuti perkuliahan jarak jauh yang diselenggarakan oleh sindikat penipuan ijazah di sekolah SMAN 13 Garut, Kecamatan Limbangan, tahun 2009.

Setelah mengikuti perkuliahan cepat yang berlangsung satu tahun itu, selanjutnya para guru mendapatkan ijazah tersebut.

"Ijazah palsu yang kami sita untuk bukti pengembangan kasus. Dalam kasus ini juga kita telah mengamankan empat orang yang terlibat dalam pemalsuan ini," kata Kapolsek.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut Elka Nurhakimah membenarkan adanya guru yang menjadi korban pemalsuan ijazah.

Ia menerangkan, total guru yang menjadi korban penipuan tercatat sebanyak 68 orang, bahkan kemungkinan bisa bertambah, karena pelaku menyelenggarakan perkuliahan sudah berlangsung sejak tahun 2009.

"Adanya kasus ini, saya himbau agar guru lebih hati-hati, jangan mudah percaya dengan kuliah instan hanya untuk mendapatkan S1, ikuti prosedur saja," kata Elka.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.