45 Calon Hakim Agung Lolos Seleksi Kualitas

Jakarta (ANTARA) - Komisi Yudisial mengumumkan, sebanyak 86 calon hakim agung telah mengikuti seleksi tahap kualitas dan sebanyak 45 orang di antaranya dinyatakan lolos untuk mengikuti seleksi tahap integritas.

"Berdasarkan rapat pleno komisioner telah ditetapkan 45 calon hakim agung yang berhak mengikuti seleksi tahap berikutnya," kata Komisioner KY bidang Seleksi Hakim Taufiqqurahman Syahuri saat konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Taufiqqurahman menguraikan bahwa 45 CHA yang lolos ini terdiri dari 35 dari jalur karir dan 10 dari jalur non karir.


Sebanyak 10 CHA dari jalur nonkarir ini termasuk dua hakim pengadilan negeri (PN) yang mendaftar melalui jalur nonkarir, yakni Hakim PN Bengkulu Binsar M Gultom dan Hakim PN Sidoarjo Eddy Parulian Siregar.

Dia juga mengungkapkan bahwa KY hanya meloloskan para CHA yang diminta oleh MA, yakni yang memiliki basis pidana, perdata, dan militer.

"Dari 45 CHA tersebut yang memiliki basis pidana sebanyak 20 orang dan pidana 25 orang termasuk di dalamnya militer," kata Taufiqqurahman.

Ketua panitia seleksi CHA ini juga mengungkapkan bahwa pada seleksi tahap kedua ini ada tiga materi yang diujikan yakni, menulis karya profesi, studi kasus dan menulis karya tulis di tempat.

"Dalam menulis karya tulis ini, bagi calon yang berlatar belakang Hakim dalam bentuk putusan, sedangkan yang dari akademisi yakni menulis jurnal. Pengacara yaitu penulisan pembelaan dan sebagai Jaksa Penuntut Umum dengan membuat penuntutan," jelasnya.

Untuk tes studi kasus, lanjutnya, para calon dikondisikan seakan-akan sudah menjadi hakim agung dan diwajibkan membuat putusan kasasi.

"Dalam tes ini dinilai oleh mantan hakim agung yang sudah dipercaya yakni Yahya Harahap dan Johanes Johansyah untuk kasus pidana, sedangkan perdata oleh Laica Marzuki dan Suharto," kata Taufiqqurahman.

Kemudian dilanjutkan dengan menulis karya tulis di tempat dengan menggunakan alat tulis tanpa menggunakan alat elektronik. "Ini untuk mengukur visi dari calon hakim agung," tambah Taufiqqurahman.

Komisioner KY ini juga menegaskan bahwa dalam penilaian seleksi kualitas ini belum mempertimbangkan berbagai masukkan berbagai kalangan masyarakat terhadap CHA yang saat ini sedang mengikuti seleksi.

"Masukan masyarakat yang mendukung dan menolak belum dimasukkan dalam penilaian ini. Itu nanti akan dimasukkan dalam seleksi tahap integritas, apalagi datanya masih berjalan," ungkapnya.

Taufiqqurahman menyebutkan saat ini ada sekitar 20 laporan masyarakat yang menyatakan mendukung atau menolak para CHA ini.

Untuk selanjutnya, katanya, para CHA yang lolos ini akan mengikuti seleksi tahap ketiga yang meliputi investigasi (rekam jejak), klarifikasi, "profile assesment" (kepribadian), pembekalan, pemeriksaan kesehatan dan wawancara akhir.

Seleksi tahap ketiga ini dimulai proses investigasi dan klarifikasi pada 19 Maret hingga 11 April 2012. "Untuk itu CHA yang lolos diharapkan tidak melakukan perjalan ke luar kota karena akan didatangi para komisioner ke rumahnya untuk melakukan klarifikasi," kata Taufiqqurahman.

Jadwal "profile assesment" (kepribadian), pembekalan, pemeriksaan kesehatan dan wawancara akhir akan dilaksanakan pada 16 April hingga 9 Mei 2012.

Dari 45 CHA akan diseleksi sebanyak 15 orang untuk diserahkan ke DPR untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan dan selanjutnya hanya lima orang yang lolos menjadi hakim agung, katanya.

Ke-45 CHA yang dinyatakan lolos seleksi tahap kualitas oleh KY adalah:

1. A Anom Hartanindita SH MH (Hakim Tinggi PT Denpasar)

2. A TH Pudjiwahono SH MH (Ketua Pengadilan Tinggi Kupang)

3. Amriddin SH MH (Hakim Tinggi PT Padang)

4. Andreas Don Rade SH MH (Hakim Tinggi Manado)

5. Dr Anna Maria Tri Anggraini SH MH (Komisioner KPPU Jakarta)

6. Dr Ansori Sinungan SH LLM (Dosen Indonusa Esa Unggul Jakarta)

7. Laksma TNI Anthony Raimond Tampubolon SH MH (Hakim Tinggi Militer Utama Jakarta)

8. Dr Binsar M Gultom SH SE MH (Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu dan Dosen)

9. Mayjen TNI Drs Burhan Dahlan SH MH (Kadilmilti Utama Jakarta)

10. Desnayeti M SH MH (Hakim Tinggi PT Padang)

11. Dr Eddy Parulian Siregar SH MH (Hakim PN Sidoarjo, Surabaya)

12. Dr H Fachmi SH MH (Jaksa Fungsional, Kejagung)

13. H Hamdi SH MHum (Hakim Tinggi PT Yogyakarta)

14. Hardjono C SH MH (Hakim Tinggi PT Yogyakarta)

15. Hartono Abdul Murad SH MH (Hakim Tinggi PT Denpasar)

16. Hendrik P Pardede SH M Hum (Hakim Tinggi PT Mataram)

17. Heri Sukemi SH MH (Hakim Tinggi PT Makassar)

18. Dr Heru Iriani SH MHum (Hakim Tinggi PT Semarang)

19. I Gusti Agung Sumanantha SH MH (Kapusdiklat Teknis Peradilan MA)

20. I Ketut Gede SH MH (Wakil Pengadilan Tinggi Maluku Utara)

21. I Wayan Sugawa SH MHum (Hakim Tinggi PT Denpasar)

22. Ida Bagus Putu Madeg SH MHum (Hakim Tinggi Makassar)

23. Dr Inosentius Samsul SH MH (Dosen FH Universitas Atmajaya Jakarta)

24. Hj Irama Chandra Ilja SH MH (Hakim Tinggi PT Padang)

25. Drs H Jaliansyah SH MH (Hakim Tinggi PT Agama Surabaya)

26. James Butar Butar SH M Hum (Hakim Tinggi PT Kaltim)

27. Johanna Lucia Usmany SH MH (Hakim Tinggi PT Surabaya)

28. Dr H M Romli Achfa SH MH (Dosen Universitas Islam Jakarta)

29. Dr H M Syarifuddin SH MH (Kepala Bawas MA)

30. H Machmud Rachimi SH MH (Panmud Pidana MA)

31. Mahfud Rachimi H SH MH (Dosesn Universitas Islam Jakarta)

32. Made Rawa Aryawan SH MHum (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Manado)

33. Maria Anna Samiyati, S.H., M.H. HT. PT. Yogyakarta)

34. Dr Hj Marni Emmy Mustafa SH MH (Ketua Pengadilan Tinggi Medan)

35. Prof Dr Mashudi SH MH (Guru Besar Unpas Bandung)

36. Dr Muh Daming Sunusi SH MHum (Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin)

37. Hj Nurlela Katun SH MH (Hakim Tinggi PT Bengkulu)

38. Ohan Burhanudin SH MH (Hakim Tinggi PT Medan)

40. Sabungan Parhusip SH MH (Hakim Tinggi PT Tanjung Karang)

41. Dr Stefanus Laksanto Utomo SH MHum (Dekan Fakultas Hukum Usahid Jakarta)

42. H Suhardjono SH MH (Hakim Tinggi PT Makassar)

43. H Wahidin SH MH (Hakim Tinggi PT Jambi)

44. H Wahjono SH MHum (Hakim Tinggi PT Surabaya)

45. H Widiono SH MH (Hakim Tinggi PT Banten)


(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.