46 Mayat Ditemukan di dalam Truk Terlantar di Texas

Merdeka.com - Merdeka.com - Petugas pemadam kebakaran di San Antonio, Negara Bagian Texas, Amerika Serikat, kemarin menemukan 46 mayat, diduga migran, di dalam sebuah truk yang terlantar.

Petugas mengatakan 16 orang, termasuk empat anak juga dibawa ke rumah sakit.

Korban selamat di dalam truk itu dikatakan "terlalu panas untuk disentuh" dan mengalami sengatan panas dan dehidrasi.

San Antonio yang terletak sekitar 250 kilometer dari perbatasan AS-Meksiko dikenal kerap menjadi rute penyelundupan orang.

Para penyelundup biasanya memakai truk untuk mengangkut para migran tanpa surat-surat setelah bertemu mereka di lokasi terpencil setelah mereka berhasil masuk wilayah AS.

"Mereka punya keluarga dan tampaknya mereka ingin mencari penghidupan yang lebih baik," kata Wali Kota San Antonio Ron Nirenberg, seperti dilansir laman BBC, Selasa (28/6). "Ini tragedi kemanusiaan yang mengerikan."

Tim gawat darurat tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 waktu setempat setelah menanggapi sebuah laporan yang menyebut ditemukan mayat, kata Kepala Pemadam Kebakaran Charles Hood kepada wartawan.

"Kami tidak menyangka membuka sebuah truk dan melihat tumpukan mayat di dalamnya. Tak seorang pun membayangkan seperti itu sebelumnya," kata dia.

Dia mengatakan kendaraan itu ditinggalkan oleh sopirnya dan tidak ada pendingin ruangan, dan tidak ada air minum di dalamnya.

Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan dua warga Guatemala termasuk yang dibawa ke rumah sakit. Sementara kewarganegaraan korban lain belum diketahui.

Sejauh ini sudah tidak orang ditahan dan penyelidikan masih berlangsung. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel