5 Alasan Chelsea Bisa Singkirkan Real Madrid dari Liga Champions: Awas Teror Kai Havertz dan Christian Pulisic

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta Real Madrid dan Chelsea akan berjibaku memperebutkan tiket ke final Liga Champions 2020/2021. Kedua tim masih punya peluang yang sama besar.

Leg kedua babak semifinal Liga Champions akan digelar pada pekan ini. Chelsea dan Real Madrid akan saling jegal di Stamford Bridge, Kamis (6/5/2021) dini hari WIB.

Sekilas, kedua tim sedang berada di posisi yang seimbang. Leg pertama yang dilangsungkan di Estadio Alfredo Di Stefano pada pekan lalu berakhir seri 1-1. Akan tetapi, jika dilihat seksama, Chelsea sebenarnya lebih diuntungkan.

Mereka mengantongi satu gol tandang dari markas Real Madrid. The Blues hanya perlu menahan imbang klub besutan Zinedine Zidane tersebut dengan skor 0-0 jika ingin melaju ke babak final.

Ada lima alasan mengapa Chelsea sangat mungkin mendepak Real Madrid dari pentas Liga Champions musim ini. Informasi selengkapnya bisa disimak di bawah ini ya!

1. Kai Havertz Mulai Bersinar

Kai Havertz. (Foto: AFP/Pool/Justin Setterfield)
Kai Havertz. (Foto: AFP/Pool/Justin Setterfield)

Jika ada satu pemain yang wajib berterima kasih kepada Thomas Tuchel selaku pelatih Chelsea, maka Kai Havertz-lah orangnya. Performanya meningkat cukup drastis semenjak Tuchel menduduki kursi kepelatihan the Blues.

Setelah melakukan beberapa eksperimen, Tuchel akhirnya menemukan peran yang pas buat Havertz. Ia bermain sebagai penyerang, baik dalam format dua striker ataupun tiga. Belakangan ini, Havertz mulai rajin mencetak gol.

Fulham menjadi korban terbaru dari mantan penggawa Bayer Leverkusen tersebut. Ia berhasil mencetak gol sebanyak dua kali dan membantu Chelsea meraih tiga angka. Berkat aksinya, the Blues bisa keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0.

2. Benteng Chelsea Terlalu Rapat

Bek Chelsea, Antonio Rudiger mengumpan bola saat bertanding melawan Norwich City pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Stamford Bridge, London, Inggris (14/7/2020). Chelsea menang tipis 1-0 atas Norwich. (AP Photo/Richard Heathcote,Pool)
Bek Chelsea, Antonio Rudiger mengumpan bola saat bertanding melawan Norwich City pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Stamford Bridge, London, Inggris (14/7/2020). Chelsea menang tipis 1-0 atas Norwich. (AP Photo/Richard Heathcote,Pool)

Selama bisa mencatatkan clean sheet, satu tempat di babak final dipastikan akan menjadi milik Chelsea. Situasi ini cukup menguntungkan buat mereka karena sejak kehadiran Tuchel, lini belakang the Blues semakin kuat.

Semenjak bertemu Wolverhampton akhir Januari 2021, Chelsea berhasil menorehkan 11 clean sheet dari 14 laga. Beberapa didapatkan saat bertemu lawan yang memiliki daya serang tinggi, seperti Manchester United dan Liverpool.

Namun Chelsea harus tetap waspada. Sebab kalau kehilangan konsentrasi, gawang mereka bisa jadi bulan-bulanan lawan. Pemandangan ini terlihat jelas ketika the Blues berhadapan dengan West Brom pada awal bulan April lalu.

3. Inkonsistensi Lini Depan Real Madrid

Striker Real Madrid, Karim Benzema, tampak kecewa usai gagal menaklukkan Chelsea pada laga semifinal Liga Champions di Stadion Alfredo di Stefano, Rabu (28/4/2021). Kedua tim bermain imbang 1-1. (AFP/Javier Soriano)
Striker Real Madrid, Karim Benzema, tampak kecewa usai gagal menaklukkan Chelsea pada laga semifinal Liga Champions di Stadion Alfredo di Stefano, Rabu (28/4/2021). Kedua tim bermain imbang 1-1. (AFP/Javier Soriano)

Kondisi lini depan Real Madrid membuat Zinedine Zidane harus memutar otak. Karim Benzema dan kawan-kawan kadang produktif dalam urusan mencetak gol. Namun seringkali, mereka ciut ketika menghadapi barisan pertahanan lawan.

Enam gol berhasil dibukukan Real Madrid dalam lima laga terakhir di semua kompetisi. Perlu dicatat juga Los Merengues gagal mencetak gol di dua pertandingan, yakni ketika bertemu Getafe dan Real Betis.

Dalam lima pertandingan itu, hanya Karim Benzema selaku penyerang Real Madrid yang mampu mencetak gol. Dalam laga melawan Osasuna akhir pekan lalu, dua golnya dikantongi Casemiro (gelandang) dan Eder Militao (bek).

4. Ancaman Christian Pulisic

Gelandang Chelsea, Christian Pulisic, mencetak dua rekor sekaligus usai mencetak gol ke gawang Real Madrid pada laga leg 1 semifinal Liga Champions 2020/2021. (AFP/Javier Soriano)
Gelandang Chelsea, Christian Pulisic, mencetak dua rekor sekaligus usai mencetak gol ke gawang Real Madrid pada laga leg 1 semifinal Liga Champions 2020/2021. (AFP/Javier Soriano)

Tuchel juga manusia. Kedatangannya tidak membuat semua permasalahan Chelsea tuntas seketika. Setelah pria berdarah Jerman tersebut membereskan masalah di pertahanan, muncul lagi problematika di lini depan yang membuat geleng-geleng kepala.

Masalah ini masih terjadi sampai sekarang. Selain melawan Crystal Palace, mereka hanya mampu mencetak paling banyak dua gol ke gawang lawan. Bahkan kadang tak mampu mencetak gol sama sekali. Namun paling tidak, belakangan ini, lini depan mulai rajin mencetak gol di tiap pertandingan.

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya performa para bomber Chelsea, salah satunya Christian Pulisic. Pemain yang diberikan julukan 'Captain America' tersebut mampu mencetak empat gol dari delapan laga termasuk saat menghadapi Madrid pada leg pertama.

5. Kejutan Timo Werner

Timo Werner - Bomber berusia 24 tahun asal Jerman ini didatangkan Chelsea dari klub Bundesliga RB Leipzig. Chelsea mengeluarkan dana sebanyak 53 juta euro untuk melabuhkan Kai Havertz dari RB Leipzig. (AFP/Glyn Kirk)
Timo Werner - Bomber berusia 24 tahun asal Jerman ini didatangkan Chelsea dari klub Bundesliga RB Leipzig. Chelsea mengeluarkan dana sebanyak 53 juta euro untuk melabuhkan Kai Havertz dari RB Leipzig. (AFP/Glyn Kirk)

Mantan bomber RB Leipzig ini cukup akrab dengan kritikan di sepanjang musim 2020/21. Akan tetapi, belakangan ini, Werner kerap menyajikan beberapa kejutan. Salah satunya adalah saat Chelsea West Ham beberapa waktu lalu.

Ia berhasil mempersembahkan satu gol yang menjadi penentu kemenangan Chelsea di laga tersebut. Seharusnya bisa meraih dua gol andai dirinya mampu memanfaatkan satu kesempatan emas di babak kedua.

Kalaupun tidak mencetak gol, Werner masih bisa berkontribusi dalam bentuk lain. Jangan salah, pria berumur 25 tahun itu bisa menyajikan assist untuk rekan-rekan setimnya. Werner sudah memproduksi 13 assist pada musim ini.

Sumber: berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Penulis Yaumil Azis, published 4/5/2021)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini