5 Alasan Frenkie de Jong Sebaiknya Tolak Gabung MU: Ngapain, Enggak Main di Liga Champions Lho!

Bola.com, Jakarta - Negosiasi antara Manchester United (MU) dan Barcelona untuk transfer Frenkie de Jong berjalan sangat alot. Potensi Setan Merah gagal mendapatkan pemain yang menjadi target utamanya itu kini menjadi cukup besar.

De Jong menjadi pemain yang sangat ingin dibeli Erik ten Hag, manajer MU. Mereka pernah bekerja di Ajax dan memiliki banyak momen indah. Akan tetapi, faktor Ten Hag saja tidak cukup.

Sejatinya MU sudah membuat beberapa tawaran ke Barcelona. Paling baru, MU menawarkan dana transfer 65 juta euro dan bonus 20 juta euro. Angka itu cukup membuat Barcelona senang, akan tetapi belum sepenuhnya sepakat.

De Jong, sebagai pihak paling terkait pada kasus transfer ini, belum membuat keputusan akhir. Ide awalnya adalah bertahan di Barcelona, bermain di bawah kendali Xavi. Dan, berikut adalah lima alasan De Jong lebih baik menolak MU.

1. Demi Liga Champions

Faktor pertama yang membuat De Jong lebih baik tidak bermain di United adalah Liga Champions. Setan Merah tidak akan bermain di Liga Champions musim 2022/2023 nanti. Musim depan? Tidak ada jaminan!

Situasinya berbeda dengan Barcelona. Tim racikan Xavi akan bermain di Liga Champions musim 2022/2023. Barcelona, melihat persaingan di La Liga, punya kans besar kembali ke Liga Champions musim depan.

Jika ingin dikenang sebagai salah satu gelandang hebat di dunia, De Jong harus bermain di Liga Champions dan bersaing untuk gelar juara.

2. Mimpi De Jong adalah Barcelona, Bukan MU

<p>Manchester United atau MU dikabarkan segera menuntaskan transfer Frenkie de Jong dari Barcelona sebelum tur pra musim. (foto: Saeed KHAN / AFP)</p>

Manchester United atau MU dikabarkan segera menuntaskan transfer Frenkie de Jong dari Barcelona sebelum tur pra musim. (foto: Saeed KHAN / AFP)

Mimpi Frenkie de Jong adalah bermain di Barcelona, bukan Manchester United. Kini, De Jong sedang menikmati mimpi masa kecilnya. De Jong juga merasa bahagia dengan situasi di Barcelona.

Sebagai pemain asal Belanda, juga jebolan akademi Ajax, De Jong punya ikatan cukup mendalam dengan Barcelona. Dia tentu ingin mengikuti jejak Johan Cruyff dan pemain top lain asal Belanda yang bermain di Barcelona.

"Ketika saya masih kecil, bermain untuk Barcelona adalah mimpi bagi saya dan sekarang saya berada di sini. Jadi, itu sungguh manis," ucap Frenkie de Jong beberapa waktu lalu.

3. Faktor Xavi

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, memimpin timnya menghadapi Real Madrid pada laga pekan ke-29 La Liga di Santiago Bernabeu, Senin (21/3/2022) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)
Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, memimpin timnya menghadapi Real Madrid pada laga pekan ke-29 La Liga di Santiago Bernabeu, Senin (21/3/2022) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

United punya Erik ten Hag yang secara intensif menggoda De Jong untuk pindah klub. Ten Hag adalah pelatih yang membesarkan De Jong ketika masih bermain di Ajax.

Tapi, di Barcelona, De Jong punya Xavi yang bisa membawanya berkembang lebih jauh. Xavi adalah gelandang brilian dan pelatih dengan ide yang sangat banyak. Xavi bisa membantu De Jong.

Xavi menginginkan De Jong bertahan di Barcelona. Bagi Xavi, De Jong adalah salah satu pemain penting dalam skema yang ingin diusungnya di Barcelona.

4. Gaji yang Bagus

Manchester United menjanjikan gaji dengan jumlah yang besar untuk De Jong. Akan tetapi, tanpa bergabung dengan Setan Merah-pun, De Jong tetap punya gaji yang bagus dari Barcelona.

Saat meneken kontrak pada 2019 lalu, De Jong mendapatkan gaji 14 juta euro per musim. Tidak banyak klub yang bisa memberi gaji dengan nilai tersebut pada saat ini.

Tetapi, dua musim terakhir, De Jong tidak mendapatkan gaji secara penuh. Dia hanya menerima 3 dan 9 juta euro pada dua musim terakhir. Ada selisih yang signifikan dan dihitung menjadi utang bagi Barcelona.

Ketidakpastian di Old Trafford

Suasana di luar kandang Manchester United (MU), Old Trafford. (AFP/Oli Scarff)
Suasana di luar kandang Manchester United (MU), Old Trafford. (AFP/Oli Scarff)

United adalah klub besar. Fakta itu tidak bisa disangkal. Akan tetapi, dalam beberapa musim terakhir, United kering gelar juara. Setan Merah sedang berada di fase yang sulit.

Sejak Sir Alex Ferguson pensiun dari sepak bola, prestasi United cenderung stagnan bahkan menurun. Jadi, akan jadi perjudian besar bagi De Jong jika datang ke United.

United punya potensi kembali berjaya di bawah Erik ten Hag. Tapi, tidak ada jaminan sukses akan datang dengan mudah. Di Barcelona, situasinya tidak jauh berbeda, akan tetapi sedikit lebih baik.

Sumber: SPORT

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, Published 11/07/2022)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel