5 Alasan Kenapa Cinta yang Dulunya Manis Kini Berubah Jadi Menyakitkan

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Cinta adalah perasaan yang luar biasa. Perasaan tersebut menginspirasi kita untuk menjadi yang terbaik. Hal ini memungkinkan kita untuk melihat hal baik dari hal yang buruk, dan pada saat yang sama, mengajarkan kita untuk menghargai hal-hal terkecil dalam hidup. Tetapi, jatuh cinta juga dapat menyebabkan kita merasa sakit. Sayangnya, rasa sakit seperti ini tidak bisa dihindari.

Saat dirimu mencintai seseorang, kamu harus berani mengambil risiko. Mencintai seseorang dan mengharapkan untuk dicintai sebagai balasannya adalah risiko. Cinta harus menjadi pilihan berdasarkan komitmen dan rasa hormat tanpa syarat. Itu harus sama nilainya dengan kontribusi masing-masing pihak. Jika ini yang kamu cari dari orang lain, silakan dan beri mereka kesempatan jika mereka menunjukkan tanda-tanda memberi kembali sama banyak. Tapi kenapa jatuh cinta itu begitu menyakitkan? Ada banyak alasan mengapa cinta dianggap menyakitkan oleh sebagian orang. Oleh karena itu simak penjelasan lanjut berikut ini.

1. Kita Cenderung Membuat Ekspektasi Terlalu Tinggi Saat Jatuh Cinta

Ketika kita sedang jatuh cinta, yang bisa kita lihat hanyalah hal-hal yang indah. Kita mendambakan kasih sayang. Kita cenderung menetapkan harapan tentang bagaimana cinta dapat dimiliki, dan kita akhirnya terluka setiap kali hal itu tidak terpenuhi.

Memang, merasa frustrasi itu normal, tetapi tidak perlu berkubang dalam rasa sakit yang dibawa oleh harapan yang gagal. Hal terindah ketika jatuh cinta adalah ketika kita akhirnya belajar untuk bangkit dari kegagalan kita dan menikmati apa yang kita miliki. Ini karena cinta datang dalam berbagai bentuk dan ide, dan sesuai bagamana kita menafsirkannya agar kita tetap bahagia.

2. Merasa Terluka Saat Cinta Tak Berbalas

Alasan lain mengapa jatuh cinta bisa begitu menyakitkan adalah karena kita juga berharap untuk dicintai kembali. Ini bisa sangat menyakitkan, terutama karena ini menghalangimu untuk mengungkapkan perasaan kepada seseorang. Lebih buruk lagi, kamu tidak mendapatkan cinta yang sama dari orang itu sebagai balasannya.

Setiap kali kamu jatuh ke dalam keadaan seperti itu, yang perlu diingat bahwa cinta sejati adalah cinta yang tidak meminta imbalan apa pun. Cinta sejati memungkinkanmu untuk bahagia dan puas dengan apa yang dapat kamu berikan meskipun ada keterbatasan, dan tidak menuntut hal lain.

3. Kita Mulai Merasa Sakit Saat Sadar Bahwa Kita Lelah Memberi

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Piti Tangchawalit
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Piti Tangchawalit

Cinta membuat kita tidak mementingkan diri sendiri. Itu mendorong kita untuk memberikan segalanya, seperti kesabaran, usaha, dan rasa hormat. Tapi saat kita mengikuti arus mencintai seseorang, ada juga saat dimana kita mulai merasa lelah dengan tindakan kita. Bahkan ada kalanya kita sudah merasa mati rasa, terutama karena kita telah memberikan semua yang kita miliki hanya untuk membuat segala sesuatunya berhasil.

Tapi rasa sakit karena lelah tidak berarti kita harus menyerah pada cinta. Mungkin ini hanya fase di mana kita harus belajar mengambil langkah mundur dan beristirahat. Ketika kita memberi terlalu banyak dari diri kita sendiri, kita juga mulai kehilangan diri kita sendiri dalam prosesnya. Dan merasa lelah berarti kita perlu memberi diri kita waktu dan ruang untuk bernafas agar kita bisa meremajakan kembali cinta yang selama ini kita perjuangkan.

4. Merasa Sakit Ketika Kita Tidak Merasakan Kenyamanan dari Seseorang

Kita juga cenderung mengalami rasa sakit bahkan ketika orang yang kita cintai membalas perasaan kita. Hal ini terjadi ketika kita tidak merasakan kenyamanan dan kepuasan dari pihak lain. Meskipun hal ini dapat dengan mudah diatasi, hal ini dapat menyebabkan masalah lain dan bahkan tidak dapat diperbaiki.

Alasan di balik ini mungkin karena sebagai dua individu yang berbeda, kamu dan pasangan memiliki konsep cinta yang berbeda dan cara mengekspresikannya. Kamu mungkin mendambakan kasih sayang, sementara dia menyukai aspek cinta dan hubungan yang lebih praktis.

5. Cinta Menjadi Menyakitkan Saat Kamu Mencoba Menang dalam Pertengkaran.

Ilustrasi/copyrightshutterstock/tairome
Ilustrasi/copyrightshutterstock/tairome

Cinta, selain membuat kita bahagia dan puas, juga mendorong kita menjadi serakah dan egois. Ada banyak contoh ketika kita melawan seseorang yang kita cintai karena kita ingin mendapatkan sesuatu, dan kita melakukan yang terbaik untuk menang dalam pertengkaran. Ketika kita mulai hanya memikirkan diri kita sendiri dan apa yang kita dapatkan, maka kita terluka setiap kali kita gagal dalam perkelahian kecil ini. Cinta bukan hanya tentang mendapatkan, atau hanya tentang memberi. Ini adalah jalan dua arah di mana kamu memberi dan menerima. Ini berarti kamu harus memahami pasanganmu dan sebaliknya.

Cinta itu luar biasa, bukan? Tapi, ketika itu tidak berhasil, tidak ada yang terlalu menyakitkan. Rasa sakit yang disebabkan oleh cinta sama nyatanya dengan emosi euforia yang ditimbulkannya. Cinta adalah bagian penting dari kehidupan. Namun, ketika cinta itu menyakitkan, luka itu bisa sangat menyiksa.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel