5 Alasan Keringat Mengucur walau Tidak Berolahraga

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Jika Anda berkeringat saat berolahraga, bahkan saat melakukan yoga, itu hal yang wajar. Namun bagaimana jika Anda berkeringat ketika Anda sedang duduk untuk makan atau saat berbicara dengan orang baru?

Seorang dokter keluarga di Westmed Medical Group di Yonkers, New York, Nicholas Pantaleo mengatakan, "Berkeringat adalah respons tubuh untuk mengontrol suhu tubuh".

Menurutnya, saat suhu tubuh memanas, sebuah pesan dikirim ke otak untuk tubuh menyesuaikan diri, yaitu dengan berkeringat. Saat berkeringat, penguapan keringat mendinginkan tubuh, katanya, dilansir dari Livestrong.

Maka tidak heran apabila Anda berkeringat karena kepanasan atau saat berolahraga. tetapi ada saat-saat ketika tubuh menghasilkan keringat yang membuat Anda keheranan. Berikut ini mungkin alasan dari keringat Anda tersebut.

1. Masalah kehidupan sehari-hari

Anda stres tentang proyek kerja yang dituntut oleh bos Anda harus beres dalam hitungan jam. Atau mungkin sahabat Anda baru saja mendapat kabar baik dan Anda berdua dengan semangat melakukan video call. Semua emosi ini dapat meningkatkan suhu tubuh Anda sehingga Anda mulai berkeringat, kata Dr. Pantaleo.

Meskipun demikian, berkeringat (yang mengganggu) itu sendiri dapat menjadi pemicu stres yang menyebabkan Anda lebih banyak berkeringat. Dan siklus ini terus berlanjut.

"Mengontrol kecemasan dapat membantu dalam situasi ini, terutama teknik relaksasi yang mengurangi kecemasan," kata Dr. Pantaleo.

2. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah suatu kondisi yang ditandai dengan keringat berlebih.

“Orang dengan hiperhidrosis biasanya berkeringat sekitar empat sampai lima kali lebih banyak daripada orang lain,” kata Dr. Pantaleo.

Menurut International Hyperhidrosis Society, mereka yang menglaminya akan terasa seperti keringat yang tidak terkendali, dapat terjadi dengan sendirinya atau akibat kondisi medis yang akan dijelaskan pada poin berikutnya. Pengalaman ini paling sering dimulai sebelum usia 25 tahun, sering muncul di tangan, kaki atau ketiak dan periode berkeringat terjadi setidaknya seminggu sekali.

Adapun pengobatan yang efektif untuk hiperhidrosis, termasuk antiperspiran tertentu dan prosedur non-invasif permanen. Namun tetap, konsultasikanlah hal ini dengan dokter.

3. Gejala kondisi kesehatan

ilustrasi pria olahraga/Photo by Alexander Redl on Unsplash
ilustrasi pria olahraga/Photo by Alexander Redl on Unsplash

Keringat serius yang disebabkan oleh kondisi kesehatan biasanya dimulai pada masa dewasa, sering kali terjadi saat tidur dan gejalanya bisa jadi akibat diabetes, menopause, hipertiroidisme (tiroid yang terlalu aktif), asam urat, rheumatoid arthritis atau bahkan limfoma, dikutip dari International Hyperhidrosis Society.

Mencari pengobatan yang tepat untuk kondisi Anda akan membantu meredakan gejala dan membantu Anda merasa lebih baik secara keseluruhan, termasuk masalah berkeringat.

4. Akibat sesuatu yang Anda konsumsi

Belum lama sebelum Anda berkeringat, Anda mengonsumsi makanan pedas atau panas yang membuat Anda menyalakan kipas angin atau melepas jaket Anda. Ini akibat suhu tubuh yang meningkat saat dimasuki makanan pedas atau panas dan tubuh perlu berkeringat untuk menurunkan kembali suhunya.

Namun jika Anda duduk untuk mengonsumsi makanan dingin dan Anda tetap berkeringat berlebihan maka ini mungkin berkeringat yang merupakan kondisi kesehatan yang sama yang menyebabkan hiperhidrosis.

5. Akibat obat yang Anda minum

Beberapa obat dapat bekerja pada bagian tertentu dari otak dan sistem saraf Anda, yang pada akhirnya memicu keringat. Obat tersebut diantaranya obat antidepresan, seperti SSRI dan antidepresan trisiklik, NSAID seperti naproxen, opioid, antibiotik dan antivirus tertentu, kortikosteroid, obat tiroid dan insulin, dilansir dari DermNet NZ.

Satu petunjuk yang menjelaskan keringat Anda berasal dari obat-obatan Anda yaitu dilihat dari keringat Anda yang cenderung terjadi di sekujur tubuh daripada hanya di titik-titik tertentu (hanya di kaki atau di tangan).

Jika hal ini terjadi, konsultasikan dengan dokter dan mungkin olehnya dapat mengubah dosis, mengalihkan obat yang formulasinya berbeda atau mempertimbangkan pegobatan baru jika keringat tersebut mengganggu Anda.

Kapan harus mengunjungi dokter?

"Jika keringat tidak mengganggu Anda dan terjadi setelah pemicu tertentu, Anda tidak perlu melakukan apa pun terkait keringat tersebut," kata Dr. Pantaleo. Ia menyarankan jika ini terjadi untuk mengganti baju jika dirasa baju basah oleh keringat dan tetap tanyakan dokter tentang kemungkinan hiperhidrosis.

Terakhir dan yang terpenting, apabila keringat terjadi dengan gejala gawat darurat seperti sesak napas, nyeri dada jantung berdebar-debar, sakit kepala atau pusing, hubungi petugas kesehatan. Karena berkeringat dingin disertai gejala di atas dapat mengindikasikan serangan jantung.

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19.

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Simak Video Berikut Ini: