5 Alasan Mengapa Harus Jajan Cuanki di Bandung

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Bandung - Makan cuanki saat di Bandung ditemani rintikan hujan bisa jadi kenikmatan tersendiri. Selain kuahnya yang hangat, tahunya yang lembut ditambah bakso, dan siomainya yang enak, cuanki menjadi salah satu kuliner yang tak boleh dilewatkan.

Tapi, sampai sekarang tahukah kamu alasan kenapa harus jajan cuanki di Bandung? Di Bandung, ada cukup banyak pedagang cuanki.

Yang paling tradisional adalah, pedagang yang memikul dua buah boks berwarna silver. Biasanya, satu boks panci berisi kuah panas dan satu boks lagi berisi siomay kering, mi instan, dan bumbu-bumbunya.

Ciri khas dari pedagang cuanki keliling adalah, kentongan kayu kecil yang kerap dipukul para pedagang mengikuti irama langkahnya. Meski belakangan, pedagang cuanki mengganti pikulannya dengan gerobak dorong yang ukurannya lebih kecil dari gerobak bakso, tetapi, mereka tetap menggunakan kentongan kayu sebagai tanda mereka lewat.

Umumnya, semangkuk cuanki berisi tahu kukus, siomai goreng, dan juga bakso. Kuah kaldunya bening dan ditambahkan bawang goreng serta irisan seledri. Namun, ada juga pedagang cuanki yang memberikan pilihan kepada pembelinya dengan menawarkan siomai goreng atau siomai basah, batagor goreng ataupun batagor kukus.

Tentu saja jajanan khas Bandung yang satu ini paling nikmat dimakan ketika hujan. Kuahnya bisa membantu menghangatkan tubuh, sementara berbagai isinya bisa membuat perut kenyang. Namun, di samping itu, ada alasan lain yang membuat kamu harus makan cuanki. Penasaran? Ini dia alasan kenapa kamu harus jajan cuanki di Bandung.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Cari Uang Jalan Kaki

Beberapa baso, pangsit dan baso aci tercampur dengan lengkap dalam satu mangkuk baso cuanki (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)
Beberapa baso, pangsit dan baso aci tercampur dengan lengkap dalam satu mangkuk baso cuanki (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Mungkin belum banyak yang tahu cuanki merupakan singkatan dari "cari uang jalan kaki". Dulu, belum secanggih saat ini yang berjualan pun bisa dilakukan menggunakan gawai. Para pedagang biasa menjajakan dagangannya dengan jalan kaki berkeliling kompleks, termasuk pedagang cuanki.

Namun sampai sekarang, kebanyakan pedagang cuanki masih menjajakan dagangannya dengan jalan kaki keliling kompleks, memikul atau mendorong panci berisi kuah kaldu dan berbagai bumbu-bumbunya, demi mendapatkan uang.

Jadi salah satu alasan kenapa kamu harus jajan cuanki di Bandung adalah, supaya kamu bisa membantu para pedagang cuanki mendapatkan uang.

Murah

Ilustrasi bakso cuanki. (dok. Instagram @kuliner_arput/https://www.instagram.com/p/COU_73NJhGH/)
Ilustrasi bakso cuanki. (dok. Instagram @kuliner_arput/https://www.instagram.com/p/COU_73NJhGH/)

Berapa biasanya kamu menghabiskan uang untuk membeli seporsi bakso? Rp15 ribu? Rp22 ribu? Bagaimana dengan cuanki?

Para pedagang cuanki keliling biasanya menghargai dagangannya Rp10 ribu per porsi. Umumnya satu mangkuk cuanki berisi dua bakso sedang atau satu bakso besar, empat sampai enam siomai goreng berukuran kecil, dan tiga potong tahu susu. Tapi tergantung dari para pedagangnya.

Cukup ramah di dompet kan?

Khas Bandung

Cuanki Irama. foto: blog.misteraladin.com
Cuanki Irama. foto: blog.misteraladin.com

Sejak dulu, Bandung memang dikenal dengan kulinernya yang selalu memuaskan lidah dan perut. Ada cukup banyak jajanan yang lahir dari Bandung. Di antara semua jajanan khas Bandung yang baru muncul seperti cilok, cilor, bakso aci, aneka seblak, dan lainnya, cuanki adalah salah satu jajanan legendaris khas Bandung.

Ini juga yang jadi alasan kenapa kamu harus jajan cuanki di Bandung. Selain mengisi perut, kamu juga turut melestarikan salah satu jajanan legendaris dari Bandung.

Berbeda dengan Bakso

Beli Mi Ayam Bakso di Klaten, Bayar Rp5 Ribu Masih ada Kembaliannya. foto: TikTok @mbak.sitii
Beli Mi Ayam Bakso di Klaten, Bayar Rp5 Ribu Masih ada Kembaliannya. foto: TikTok @mbak.sitii

Jika kamu belum tahu, cuanki dan bakso adalah dua makanan yang berbeda, meski dalam semangkuk cuanki biasanya berisi bakso.

Kuah cuanki biasanya terbuat dari kaldu ayam atau ikan. Beberapa penjual cuanki kerap membuat kaldu dari ikan, sementara yang lain membuat kaldu dari ayam.

Kaldu yang disajikan pun sederhana, sedikit minyak bawang, garam, dan penyedap rasa sudah cukup membuat semangkuk cuanki menjadi hidangan hangat yang menggoda. Bawang goreng, seledri cincang, saus, kecap, dan sambal, biasanya akan ditambahkan sesuai dengan pesanan pembeli.

Bisa Tambah Mi Instan Favoritmu

Indomie goreng masuk top 10 indomie terenak di dunia versi NY magazine. (unsplash/ikhsan baihaqi).
Indomie goreng masuk top 10 indomie terenak di dunia versi NY magazine. (unsplash/ikhsan baihaqi).

Yang perlu diingat, cuanki tidak disajikan bersama mi telur seperti baso. Tapi kamu bisa menambahkan mi instan favoritmu ke dalam seporsi cuanki.

Kamu hanya perlu memberikan sebungkus mi instan kepada pedagangnya, dan mereka akan dengan sigap memasakkan mi instan untukmu, gratis. Kamu hanya perlu membayar cuanki sebagai pelengkap mi instan.

Meski begitu, beberapa pedagang cuanki biasanya menyediakan mi instan di gerobaknya. Jadi sebaiknya pastikan dulu, apakah para pedagang cuanki menyediakan mi atau tidak? Apakah mereka bersedia memasakkan mi instan kesukaanmu atau tidak?

Dan, jangan kaget jika abang cuanki merebus mi instan itu bersama bungkusnya. Menarik, kan? Praktis, hemat, nikmat, dan juga kenyang adalah alasan kenapa kamu harus jajan cuanki di Bandung.

Penulis Mega Dwi Anggraeni

Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

vidio:Sidang Kasus Perkosaan Santri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel