5 Atlet Esports Paling Tajir di Dunia, Siapa Saja?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tak dapat dimungkiri, esports saat ini sudah menjadi sebuah industri dengan angka pendapatan bagi pemain dan tim mereka yang selalu naik setiap tahunnya.

Jadi, salah satu kategori olahraga paling pesat perkembangannya, pendapatan esports secara global pada 2020 diperkirakan mencapai lebih dari USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 15,5 triliun.

Walau banyak gelaran olahraga harus dihentikan dan dibatasi sejak pandemi Covid-19, esports tetap mampu digelar. Hal ini dilakukan oleh penyelenggara turnamen esports dengan cara mengadakan pertandingan secara online dan dapat disaksikan secara live streaming.

Alhasil, jutaan gamers di seluruh dunia pun berbondong-bondong menyaksikan tim dan pemain favorit mereka bertanding tanpa harus keluar dari rumah.

Karena minat luar biasa inilah, industri esports pun semakin berkembang pesat, termasuk total hadiah turnamen yang semakin besar jumlahnya setiap tahun.

Dengan total hadiah yang semakin besar, tim dan pemain yang bertanding pun tentunya akan mengantongi uang dalam jumlah yang luar biasa.

Esports Earnings menyusung daftar 100 atlet esports berpendapatan tertinggi yang didapat dari bertanding di kompetisi gim. Siapa saja mereka? Berikut ini 5 di antara atlet esports paling tajir di dunia, sebagaimana dirangkum dari laman Esports Earnings, Sabtu (20/2/2021).

Sebagai informasi, pendapatan yang dimiliki oleh atlet esports ini berdasarkan nilai hadiah uang yang dipublikasikan di internet dari berbagai sumber.

1. Johan “N0tail” Sundstein

Veteran Dota 2 asal Denmark ini sukses menjadi atlet esports dengan penghasilan tertinggi sejak 2019, ketika dia membawa tim OG meraih kemenangan di The International berturut-turut untuk kedua kalinya.

Selain bayaran saat berlaga dalam turnamen Dota 2 TI8 dan TI9, N0Tail menikmati kesuksesan luar biasa dengan OG dan Team Secret sebelum TI, yang membuatnya berada di puncak daftar ini.

N0tail mengantongi pendapatan secara keseluruhan sebesar USD 6,969,737 atau sekitar Rp 98 miliar.

2. Jesse "JerAx" Vainikka

Menurut Dotabuff, JerAx memiliki tingkat kemenangan 75,5 persen dan merupakan pemain pertama yang mencapai final Major empat kali berturut-turut: Shanghai dan Manila Major sebagai bagian dari Team Liquid, dan Boston dan Manila Kiev Major sebagai bagian dari Team OG.

Pada Januari 2020, JerAx resmi mengumumkan pengunduran dirinya. Meski sudah tidak aktif main, dia mengantongi penghasilan sebesar USD 6,470,548 atau Rp 91 miliar.

3. Anathan "ana" Pham

Anathan Pham telah menjadi bagian penting dari dinasti tim esports OG di kancah gim Dota 2, kenapa? Karena dia telah bergabung menjadi salah satu pemain OG Dota sejak 2017. Sepanjang kariernya, dia berperan sebagai salah satu pemain paling agresif di dalam gim.

Saat ini dirinya sedang rehat dari turnamen esports Dota 2, tetapi kabarnya akan kembali tampil sebagai salah satu anggota OG.

Lalu berapa pendapatannya? Pemain yang terkenal dengan karakter Io The Wisp selama The International 2019 ini mengantongi uang sebesar USD 6,000,411 atau setara dengan Rp 84 miliar.

4. Sebastien "Ceb" Debs

Sebagai player Prancis pertama dan satu-satunya yang berhasil memenangkan The International, Sébastien "Ceb" Debs mengukuhkan diri sebagai salah satu pemain terbaik di dunia.

Hal ini dibuktikan saat dia meraih juara kedua di Major ESL One Los Angeles 2020 Online pada 19 April 2020 bersama timnya.

Dia bermain sebagai Offlaner dan juga menjabat sebagai pelatih tim OG. Saat ini, Ceb saat ini berpenghasilan USD $5,559,712 atau Rp 78 miliar.

5. Topias "Topson" Taavitsainen

Main Dota sejak berumur 8 tahun, Topias Miikka Taavitsainen melengkapi kekuatan tim OG di gim Dota 2 dengan memenangkan The International Dota 2 pada Agustus 2019.

“Topson” bermain sebagai Solo Middle di Dota 2 dan memiliki rata-rata kill tertinggi per game (7,28) di The International 2018 dan memiliki rata-rata kill tertinggi per game (9,43) di The International 2019.

Saat ini, Topson mengantongi uang sebesar Rp 77 miliar.

(Ysl/Why)