5 Bahayanya Sok Menasihati Orang yang Sedang Jatuh Cinta

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Pernahkah kamu mencoba menasihati temanmu untuk meninggalkan pasangannya karena pasangannya sudah melakukan tindak kekerasan dalam hubungan? Kamu melakukannya karena peduli dan kasihan pada temanmu, tapi yang terjadi malah temanmu itu masih membela pasangannya karena alasan masih cinta. Aduh!

Menasihati orang yang sedang jatuh cinta memang tak mudah. Apalagi ketika kita mencoba untuk menyelamatkan teman dari toxic relationship tapi dia memilih bertahan hanya karena masih sayang. Jika pendekatan kita salah, menasihati orang yang sedang jatuh cinta bisa mendatangkan sejumlah masalah.

1. Dituduh Merusak Kebahagiaan

Melansir laman timesofindia.indiatimes.com, berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kinsey Institute ditemukan bahwa otak seseorang yang baru saja mengonsumsi kokain tampak sama dengan otak seseorang yang sedang jatuh cinta. Hal ini terjadi karena meningkatnya kadar hormon dopamin yang tinggi yang membuat seseorang jadi dibanjiri perasaan bahagia. Tidak heran bahwa orang yang jatuh cinta itu bawaannya bahagia terus.

Bila kita tiba-tiba menasihati orang yang sedang jatuh cinta dengan pendekatan yang salah, kita bisa dituduh merusak kebahagiaannya. Dianggap terlalu ikut campur. Padahal niat kita menasihatinya, misalnya, adalah agar dia terhindar dari masa depan yang buruk bersama pasangan yang posesif.

2. Ikut Disalahkan jika Ada Masalah yang Muncul pada Hubungan Mereka

Orang yang sedang jatuh cinta memang seperti berada di dunianya sendiri. Kita tak bisa langsung begitu saja ikut campur dalam urusan dan hubungan mereka. Kalau kita sok menasihati hubungan mereka lalu ada yang salah dalam hubungan mereka, bisa-bisa kita ikut terseret dan disalahkan. Wah, bakal bikin tambah pusing saja kan.

3. Ikut Terseret dalam Drama Hubungan Mereka

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Ini juga bakal bikin kita repot sendiri. Saat kita ikut campur dalam hubungan orang lain, kita bisa ikut terseret dalam drama dan masalah hubungan mereka. Sekalinya kita sudah menerjunkan diri untuk masuk dalam lingkaran hubungan mereka, maka akan sulit bagi kita untuk keluar dari lingkaran tersebut. Hal ini jelas hanya akan menguras tenaga dan emosi kita.

4. Meningkatkan Stres pada Diri Sendiri

Iya, bakal stres sendiri kita jika sok menasihati orang yang jatuh cinta. Apalagi kalau kata-kata kita hanya dianggap angin lalu olehnya, maka kita akan merasa makin diabaikan. Daripada stres mengurus hubungan orang lain, mending fokus memperbaiki kualitas hidup sendiri.

5. Memperbesar Masalah yang Sudah Ada

Kalau kita tidak punya kapasitas yang cukup sebagai konselor hubungan, ada baiknya memang kita tak terlalu sok tahu atau merasa paling benar dalam menilai hubungan seseorang. Jika hubungan yang ada memang berpotensi berdampak buruk pada kehidupan temanmu, misalnya, mungkin ada baiknya kamu mengarahkannya untuk berkonsultasi ke konselor, psikolog, atau psikiater. Dengan begitu, kamu bisa meminimalisasikan potensi memperbesar masalah karena salah memberi nasihat.

Menasihati orang yang sedang jatuh cinta memang sangat berisiko. Kalau menurut Sahabat Fimela sendiri, apa sih batasan dalam memberi nasihat dalam hubungan seseorang?

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel