5 Bek Berkelas yang Diabaikan Shin Tae-yong di Pemusatan Latihan Timnas Indonesia Kali Ini

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, telah memanggil 29 pemain mengikuti pemusatan latihan Tim Garuda di Jakarta pada awal Agustus ini. Namun, yang menarik cukup banyak pemain-pemain yang biasa menjadi langganan Timnas Indonesia tidak mendapat panggilan mengikuti training center (TC) kali ini.

Sejumlah wajah baru memang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan Timnas Indonesia kali ini. Namun, harus diakui bahwa pemanggilan wajah baru itu memang layak untuk dicoba, seperti Kushedya Hari Yudo yang cemerlang bersama Arema FC misalnya.

Namun, sejumlah pemain langganan harus terpinggirkan. Sebut saja Alberto Goncalves, Stefano Lilipaly, dan Andritany Ardhiyasa. Ketiga pemain langganan Timnas Indonesia itu tidak ada dalam pemusatan latihan kali ini. Namun, sejumlah langganan Tim Garuda lain tetap mendapatkan panggilan.

Ya, Evan Dimas Darmono, Febri Hariyadi, dan Andy Setyo Nugroho yang menjadi bagian dari Timnas Indonesia senior sejak Piala AFF 2018 tetap ada dalam pemusatan latihan ini.

Jika melihat para pemain yang terpinggirkan dalam pemusatan latihan kali ini, bolah dibilang Shin Tae-yong memang menjadikan momen ini untuk melihat sejumlah pemain lain yang layak untuk dicoba.

Namun, siapa saja yang terpinggirkan dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia kali ini, terutama di posisi lini pertahanan?

Hansamu Yama

Bek Timnas Indonesia, Hansamu Yama, mengamati rekannya saat melawan Thailand pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). Thailand menang 4-2 dari Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Bek Timnas Indonesia, Hansamu Yama, mengamati rekannya saat melawan Thailand pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). Thailand menang 4-2 dari Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Absennya Hansamu Yama Pranata sama mengejutkannya dengan tidak dipanggilnya Stefano Lilipaly, Andritany Ardhiyasa, dan Alberto Goncalves. Hansamu Yama merupakan pilar muda nan tangguh di pertahanan Tim Garuda dalam beberapa tahun terakhir.

Hansamu Yama yang menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-19 saat menjuarai Piala AFF U-19 2013, terus berkembang hingga akhirnya menjadi kapten Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2017.

Ia kemudian terus menjadi andalan lini pertahanan Tim Garuda, baik di Asian Games 2018, Piala AFF 2018, hingga Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Hingga saat ini Hansamu Yama sudah tercatat tampil dalam 21 pertandingan bersama Timnas Indonesia.

Bahkan dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia yang digelar Shin Tae-yong pada Februari 2020, Hansamu Yama masih mendapatkan panggilan.

Seperti halnya langganan Tim Garuda lainnya, nampaknya Shin Tae-yong tidak memanggil Hansamu karena sudah mengetahui kualitasnya dan perlu untuk melihat pemain lain dalam pemusatan latihan kali ini.

Putu Gede Juni Antara

Pemain Timnas Indonesia U-23, I Putu Gede Juni Antara saat melawan Suriah U-23 pada laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Rabu (16/11/2017). Indonesia kalah 2-3. (Bola.com/NIcklas Hanoatubun)
Pemain Timnas Indonesia U-23, I Putu Gede Juni Antara saat melawan Suriah U-23 pada laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Rabu (16/11/2017). Indonesia kalah 2-3. (Bola.com/NIcklas Hanoatubun)

Rekan Hansamu Yama yang beroperasi di sisi sayap kanan pertahanan ini merupakan seorang pemain yang tangguh dan petarung sejati.

Putu Gede Juni Antara tak hanya piawai mempertahankan posisinya atau bahkan membantu serangan dari sisi sayap, tapi juga mampu mengambil keputusan cepat dan lugas ketika menghentikan pemain lawan di area pertahanan yang dikawalnya.

Putu Gede Juni Antara merupakan pemain yang juga membawa Timnas Indonesia U-19 juara Piala AFF U-19 2013.

Perlahan tapi pasti, Putu Gede menjadi andalan Timnas Indonesia, dimulai dari Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018, serta tampil di Piala AFF 2018 bersama tim senior.

Putu Gede tercatat sudah tampil 11 kali bersama Timnas Indonesia. Seperti halnya Hansamu Yama, Putu Gede juga sudah mendapatkan panggilan dari Shin Tae-yong dalam pemusatan latihan Februari 2020. Sayang, panggilan itu tidak berlanjut pada pemusatan latihan kali ini.

Rezaldi Hehanussa

Pemain Indonesia, Rezaldi Hehanusa mencetak gol indah saat tembakannya menembus pertahanan Myanmar pada Laga Sea Games 2017 di Stadion MPS, Selangor, Selasa (29/8/2017). Indonesia menang 3-1 atas Myanmar. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Pemain Indonesia, Rezaldi Hehanusa mencetak gol indah saat tembakannya menembus pertahanan Myanmar pada Laga Sea Games 2017 di Stadion MPS, Selangor, Selasa (29/8/2017). Indonesia menang 3-1 atas Myanmar. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Rezaldi Hehanussa merupakan bek sayap kiri berkualitas yang ditemukan oleh Luis Milla kala mempersiapkan Timnas Indonesia U-22 berlaga di SEA Games 2017.

Pemain yang karib disapa Bule itu memikat pelatih asal Spanyol itu kala Tim Garuda Muda beruji coba dengan Persija Jakarta yang dibela olehnya.

Singkat cerita, Rezaldi Hehanussa mendapatkan tempat untuk berlaga bersama Timnas Indonesia di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Namun, karena cedera yang mendera kakinya, Bule sempat harus menjalani operasi dan tidak bisa memperkuat Tim Garuda.

Namun, Rezaldi Hehanussa sempat mendapatkan panggilan dari Simon McMenemy memperkuat Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia menghadapi Vietnam di Bali. Sayang, dalam laga itu, Bule tidak mendapatkan kesempatan tampil dan hanya duduk di bangku cadangan.

Firza Andika

Firza Andika versi tua. (Bola.com/FaceApp/Muhammad Iqbal Ichsan)
Firza Andika versi tua. (Bola.com/FaceApp/Muhammad Iqbal Ichsan)

Seperti halnya Rezaldi Hehanussa, Firza Andika merupakan seorang bek sayap kiri berkualitas. Namun, Firza memang merupakan pemain yang belum pernah mendapatkan kesempatan di Timnas Indonesia senior.

Firza Andika merupakan bek sayap andalan Timnas Indonesia U-19 dan U-22 era Indra Sjafri. Ia selalu menjadi andalan Indra Sjafri sejak 2017 dan membantu Timnas Indonesia U-19 menjadi tim peringkat ketiga Piala AFF U-19 2017 dan 2018.

Setelah naik kelas ke Timnas Indonesia U-22, masih bersama Indra Sjafri yang menjadi pelatih, Firza Andika membantu timnya menjadi juara Piala AFF U-22 2019 di Kamboja. Setelah itu meraih medali perak di SEA Games 2019.

Firza Andika mendapatkan panggilan dari Shin Tae-yong pada pemusatan latihan Timnas Indonesia senior pada Februari lalu. Namun, kali ini pemain yang berkarier bersama PSM Makassar itu tidak mendapatkna panggilan.

Yanto Basna

Bek Timnas Indonesia, Yanto Basna, saat melawan Thailand pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Selasa (10/9). Indonesia takluk 0-3 dari Thailand. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Bek Timnas Indonesia, Yanto Basna, saat melawan Thailand pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Selasa (10/9). Indonesia takluk 0-3 dari Thailand. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Yanto Basna merupakan pemain yang sudah sangat berpengalaman bersama Timnas Indonesia sejak Piala AFF 2016. Jebolan Timnas Indonesia U-19 ini sudah tampil bagus sejak berada di Timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl di Piala AFF 2016 itu.

Setelah itu, Yanto Basna sempat mendapatkan kesempatan untuk bergabung bersama tim asuhan Luis Milla. Namun, pemain asal Papua itu tidak masuk dalam skuat Garuda di Asian Games 2018.

Yanto Basna baru kembali mendapatkan kesempatan untuk membela Timnas Indonesia di bawah asuhan Simon McMenemy. Ia mendapatkan kepercayaan menjadi starter dalam tiga laga persahabatan internasional yang dijalani Tim Garuda pada 2019.

Pemain yang kini berkarier di Thailand itu kemudian mendapatkan kepercayaan dari Simon McMenemy tampil dalam keempat pertandingan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona ASia. Bahkan Yanto Basna juga mendapatkan panggilan mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia yang digelar Shin Tae-yong pada Februari lalu.

Seperti halnya para pemain lain dalam daftar ini, Yanto Basna juga ditepikan oleh Shin Tae-yong dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia yang digelar Agustus ini.

Video