5 Biang Keterpurukan AC Milan Memasuki Paruh Kedua Kompetisi, Nafsu Gede Tenaga Kurang

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - AC Milan sedang berada dalam periode yang teruk. Mereka menunjukkan penurunan performa yang signifikan pada 2021 ini.

Milan sempat bertengger di puncak klasemen Serie A selama berminggu-minggu. Mereka bahkan sempat digadang-gadang untuk menjadi juara pada akhir musim.

Namun, Rossoneri kini tertinggal sembilan poin dari Inter Milan. Peluang menjadi juara pun ikut menipis.

AC Milan racikan Stefano Pioli kini mulai akrab dengan kekalahan. Terbaru, mereka takluk 0-1 dari Manchester United dalam ajang Liga Europa.

Alhasil, Alessio Romagnoli dan kolega harus angkat koper dari kompetisi Eropa. Penampilan mereka di liga juga tidak mengesankan.

Pekan lalu, AC Milan menelan kekalahan dari Napoli dengan skor 0-1. Kekalahan di San Siro itu membuat Milan kian tertinggal dalam perebutan Scudetto.

Lantas, apa yang membuat performa Rossoneri merosot tajam? Simak analisis di bawah ini.

Terlalu Mengkultuskan Ibra

Paul Pogba bersama Zlatan Ibrahimovic usai Manchester United kalahkan AC Milan, 1-0 di leg 2 babak 16 besar Liga Europa 2020/2021, Jumat (19/03/2021) dini hari WIB. (Marco BERTORELLO / AFP)
Paul Pogba bersama Zlatan Ibrahimovic usai Manchester United kalahkan AC Milan, 1-0 di leg 2 babak 16 besar Liga Europa 2020/2021, Jumat (19/03/2021) dini hari WIB. (Marco BERTORELLO / AFP)

Zlatan Ibrahimovic merupakan sosok yang sangat luar biasa. Kehadiran bomber asal Swedia itu mampu mendongkrak performa AC Milan.

Ibrahimovic sudah mencetak 16 gol dari 22 pertandingan untuk Milan pada muism ini. Namun, Milan bisa dibilang terlalu bergantung pada ketajaman Ibrahimovic.

Ketika mantan pemain Barcelona itu absen atau tidak dalam penampilan terbaiknya, Milan terlihat kesulitan mendapatkan gol. Mereka tidak punya pengganti yang sepadan untuk striker berusia 39 tahun tersebut.

Penyerang Produktif Amat Minim

Penyerang AC Milan, Mario Mandzukic berebut bola dengan pemain Red Star Belgrade, Nemanja Milunovic pada leg pertama babak 32 besar Liga Europa di Rajko Mitic Stadium, Serbia (19/2/2021). Hasil imbang 2-2 menjadi keuntungan Milan yang akan menjadi tuan rumah di leg kedua. (AP Photo/Darko Vojinovic)
Penyerang AC Milan, Mario Mandzukic berebut bola dengan pemain Red Star Belgrade, Nemanja Milunovic pada leg pertama babak 32 besar Liga Europa di Rajko Mitic Stadium, Serbia (19/2/2021). Hasil imbang 2-2 menjadi keuntungan Milan yang akan menjadi tuan rumah di leg kedua. (AP Photo/Darko Vojinovic)

Zlatan Ibrahimovic merupakan pencetak gol utama AC Milan. Bomber asal Swedia itu sudah menyumbang banyak gol untuk Rossoneri.

Selain Ibrahimovic, Milan tidak punya penyerang lainnya yang bisa mencetak gol secara rutin. Rafael Leao belum sesuai harapan, sedangkan Mario Mandzukic mengalami cedera.

Franck Kessie adalah pencetak gol terbanyak kedua Milan pada musim ini. Namun, gelandang asal Pantai Gading itu lebih banyak mencetak gol dari penalti.

Badai Cedera

Para pemain AC Milan merayakan gol yang dicetak oleh Zlatan Ibrahimovic ke gawang Napoli pada laga Liga Italia, Minggu (22/11/2020). AC Milan menang dengan skor 3-1. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)
Para pemain AC Milan merayakan gol yang dicetak oleh Zlatan Ibrahimovic ke gawang Napoli pada laga Liga Italia, Minggu (22/11/2020). AC Milan menang dengan skor 3-1. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

AC Milan juga tidak beruntung dengan cedera. Banyak pemain pilar mereka yang cedera dan harus menepi dalam waktu yang tidak singkat.

Saat ini ada banyak pemain Milan yang masuk ruang perawatan. Sebut saja Ante Rebic, Mario Mandzukic, Rafael Leao, Alessio Romganoli, Davide Calabria hingga Daniel Maldini.

Zlatan Ibrahimovic dan Hakan Calhanoglu sebelumnya juga sempat mengalami cedera. Kedua pemain itu kini sudah pulih tapi masih belum kembali ke performa terbaiknya.

Skuat Kurang Dalam

Pemain AC Milan merayakan gol yang dicetak Diogo Dalot ke gawang Sparta Praha pada laga lanjutan Liga Europa 2020/2021 di Stadion San Siro, Jumat (30/10/2020) dini hari WIB. AC Milan menang 3-0 atas Sparta Praha. (AFP/Marco Bertorello)
Pemain AC Milan merayakan gol yang dicetak Diogo Dalot ke gawang Sparta Praha pada laga lanjutan Liga Europa 2020/2021 di Stadion San Siro, Jumat (30/10/2020) dini hari WIB. AC Milan menang 3-0 atas Sparta Praha. (AFP/Marco Bertorello)

Kondisi buruk yang dialami oleh AC Milan tak lepas dari kualitas skuad asuhan Stefano Pioli. Kedalaman skuad yang dimiliki tim Rossoneri bisa dibilang masih kurang.

Milan mendapat banyak cedera pemain sepanjang musim ini. Namun, Rossoneri tidak punya banyak pemain pengganti yang sepadan di bangku cadangan.

Milan sudah mendatangkan pemain baru pada musim dingin seperti Soualiho Meitem, Fikayo Tomori dan Mario Mandzukic untuk meningkatkan kekuatan skuadnya. Namun, hanya Tomori yang tampil cukup bagus sejauh ini.

Lini Belakang yang Bapuk

Bek AC Milan, Alessio Romagnoli (kiri) berduel udara dengan striker Udinese, Fernando Llorente dalam laga lanjutan Liga Italia 2020/21 pekan ke-25 di San Siro Stadium, Rabu (3/3/2021). AC Milan bermain imbang 1-1 dengan Udinese. (AFP/Miguel Medina)
Bek AC Milan, Alessio Romagnoli (kiri) berduel udara dengan striker Udinese, Fernando Llorente dalam laga lanjutan Liga Italia 2020/21 pekan ke-25 di San Siro Stadium, Rabu (3/3/2021). AC Milan bermain imbang 1-1 dengan Udinese. (AFP/Miguel Medina)

Lini belakang AC Milan tengah dalam performa yang buruk. Rossoneri hanya meraih satu clean sheet dari 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Dari 10 pertandingan itu, gawang Milan juga kemasukan 13 gol. Belakangan ini sorotan mengarah kepada Alessio Romagnoli yang tampil buruk dalam sejumlah pertandingan.

Buruknya lini belakang berperan penting terhadap nasib malang Milan pada tahun ini. Stefano Pioli jelas harus memperbaiki hal ini.

Sumber asli: Berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta, Published 19/3/2021)

Video