5 Bintang Flop yang Kariernya Diselamatkan Jose Mourinho, Next Paulo Dybala?

Bola.com, Jakarta - Saga Paulo Dybala berujung di AS Roma. Setelah kontraknya di Juventus habis, Dybala mencari pelabuhan baru dan akhirnya memilih Roma yang diarsiteki Jose Mourinho.

Berstatus sebagai free agent, Paulo Dybala dikaitkan dengan banyak klub di musim panas ini. Namun, pemain asal Argentina itu memutuskan meneken kontrak tiga tahun bersama Giallorossi.

Di Roma, Dybala akan bekerja di bawah asuhan pelatih Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal tersebut diharapkan bisa membangkitkan karier Dybala.

Karier Dybala memang terlihat meredup bersama Juventus belakangan ini. Cedera menjadi penyebab utama La Joya tidak tampil reguler dan menunjukkan performa terbaiknya di lapangan.

Jose Mourinho sebelumnya sudah cukup sering membangkitkan karier anak buahnya yang sempat meredup. Berikut ini adalah daftarnya.

 

1. Wesley Sneijder

2. Wesley Sneijder – Pria 34 tahun ini memulai karier profesional pada musim 2002/03 bersama Ajax Amsterdam. Mantan bintang Inter Milan ini dinilai sebagai salah satu playmaker terbaik yang pernah diproduksi akademi Ajax. (AFP/Vincenzo Pinto)
2. Wesley Sneijder – Pria 34 tahun ini memulai karier profesional pada musim 2002/03 bersama Ajax Amsterdam. Mantan bintang Inter Milan ini dinilai sebagai salah satu playmaker terbaik yang pernah diproduksi akademi Ajax. (AFP/Vincenzo Pinto)

Wesley Sneijder tidak banyak mendapat tempat saat bermain di Real Madrid. Jose Mourinho kemudian melihat peluang ini dan membawanya ke Inter Milan.

Sneijder kemudian menjadi pemain kunci di bawah asuhan Mourinho. Gelandang asal Belanda tersebut membantu Nerazzurri memenangkan treble bersejarah pada 2010.

Setelah itu, Sneijder tampil cemerlang dengan mengantarkan negaranya ke final Piala Dunia 2010. Sayangnya, dia tidak berhasil mendapat Ballon d'Or setelah menjalani musim yang spektakuler.

 

2. Chris Smalling

Bek AS Roma Chris Smalling berebut bola dengan bek Spezia, Martin Erlic pada pekan ke-17 Liga Italia 2021/2022 di Olimpico, Selasa (14/12/2021) dini hari WIB. AS Roma berhasil mendulang tiga poin setelah mengalahkan Spezia dengan skor 2-0. (Alfredo Falcone/LaPresse via AP)
Bek AS Roma Chris Smalling berebut bola dengan bek Spezia, Martin Erlic pada pekan ke-17 Liga Italia 2021/2022 di Olimpico, Selasa (14/12/2021) dini hari WIB. AS Roma berhasil mendulang tiga poin setelah mengalahkan Spezia dengan skor 2-0. (Alfredo Falcone/LaPresse via AP)

Chris Smalling tersisih karena kehadiran Harry Maguire di skuad Manchester United. Bek asal Inggris tersebut akhirnya memutuskan pindah ke AS Roma.

Smalling mampu beradaptasi dengan sepak bola Italia. Penampilannya menjadi lebih baik setelah kedatangan Jose Mourinho di Olimpico.

Smalling berhasil membantu Roma meraih trofi UEFA Conference League pada musim lalu. Itu merupakan gelar pertama bagi Giallorossi sejak 2008.

 

3. Thiago Motta

Thiago Motta diboyong Jose Mourinho dari Barcelona ke Inter Milan (AFP/Giuseppe Cacace)
Thiago Motta diboyong Jose Mourinho dari Barcelona ke Inter Milan (AFP/Giuseppe Cacace)

Thiago Motta baru saja memulai kariernya di Genoa setelah gagal total bersama Atletico Madrid dan Barcelona. Inter Milan kemudian merekrutnya pada 2009.

Motta mempunyai karier yang sangat sukses di bawah Jose Mourinho. Gelandang kelahiran Brasil tersebut memberikan kontribusi yang cukup cepat dan besar kepada Nerazzurri.

Motta membentuk duet yang tangguh bersama Esteban Cambiasso di lini tengah Inter. Ketangguhan keduanya membantu Nerazzurri meraih treble winners.

 

4. Tammy Abraham

Kedatangan Thomas Tuchel menjadi awal tersisihnya Tammy Abraham dari Chelsea. Striker asal Inggris itu akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Stamford Bridge dan hijrah ke AS Roma. Bersama Serigala Ibu kota ia sukses membukukan 27 gol dan membawa Giallorossi juara UEFA Conference League. (AFP/Isabella Bonotto)
Kedatangan Thomas Tuchel menjadi awal tersisihnya Tammy Abraham dari Chelsea. Striker asal Inggris itu akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Stamford Bridge dan hijrah ke AS Roma. Bersama Serigala Ibu kota ia sukses membukukan 27 gol dan membawa Giallorossi juara UEFA Conference League. (AFP/Isabella Bonotto)

Tammy Abraham tidak mendapat tempat di skuad Chelsea asuhan Thomas Tuchel. Abraham akhirnya harus meninggalkan Stamford Bridge setelah kedatangan Romelu Lukaku.

Abraham kemudian memilih AS Roma sebagai pelabuhan kariernya. Bekerja dengan Jose Mourinho ternyata sangat menguntungkan buat striker asal Inggris tersebut.

Abraham mampu menunjukkan ketajamannya di bawah asuhan Mourinho. Dia mencetak 27 gol dari 53 penampilan dan membantu timnya meraih trofi UEFA Conference League pada musim lalu.

 

5. Cesc Fabregas

Cesc Fabregas (111 assist) - Fabregas pernah bermain untuk Arsenal dan Chelsea di Premier League. gelandang asal Spanyol ini tercatat memiliki 111 assist selama berkarier di kompetisi Premier League. (AFP/Glyn Kirk)
Cesc Fabregas (111 assist) - Fabregas pernah bermain untuk Arsenal dan Chelsea di Premier League. gelandang asal Spanyol ini tercatat memiliki 111 assist selama berkarier di kompetisi Premier League. (AFP/Glyn Kirk)

Cesc Fabregas merupakan playmaker yang berkualitas. Akan tetapi, gelandang asal Spanyol tersebut tidak terlalu dihargai di Barcelona.

Jose Mourinho kemudian memboyong Fabregas ke Chelsea pada tahun 2014. Mantan pemain Arsenal tersebut langsung memberikan dampak yang besar di Stamford Bridge.

Fabregas mampu menciptakan 24 assist dan lima gol dalam 47 penampilan pada musim pertamanya bermain di Chelsea. Fabregas juga mengantarkan The Blues memenangkan Premier League dan Piala Liga.

Sumber: Football Transfers

Disadur dari: Bola.net (Penulis Richard Andreas, published 21/7/2022) 

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel