5 Bintang Lokal Timnas Indonesia yang Posisinya Terancam Setelah Kedatangan Pemain Naturalisasi

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia mendapatkan dua tambahan kekuatan jelang Piala AFF 2022. Jordi Amat dan Sandy Walsh menjadi nama baru yang bakal menambah kekuatan skuad Merah Putih.

Jordi Amat dan Sandy Walsh resmi merampungkan proses menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Kamis (16/11/2022). Setelah itu, tinggal Shayne Pattynama yang prosesnya masih dalam tahap finalisasi.

Di sisi lain, kedatangan dua pemain naturalisasi itu tentu menjadi kabar buruk buat para pemain lokal. Posisi mereka di Timnas Indonesia terancam tergerus oleh para pemain naturalisasi itu yang datang menawarkan pengalaman dan kualitas maksimal.

Lantas, siapa saja pemain yang posisinya terancam setelah kedatangan Jordi Amat dan Sandy Walsh ke Timnas Indonesia? Berikut ini lima di antaranya yang paling mungkin tergusur.

Alfeandra Dewangga

<p>Pemain Timnas Indonesia U-23, Alfeandra Dewangga saat pertandingan melawan Timor Leste dalam laga kedua fase Grup A SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Selasa (10/5/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)</p>

Pemain Timnas Indonesia U-23, Alfeandra Dewangga saat pertandingan melawan Timor Leste dalam laga kedua fase Grup A SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Selasa (10/5/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Posisi Alfeandra Dewangga serba sulit setelah kedatangan dua pemain naturalisasi di Timnas Indonesia. Alfeandra Dewangga bermain sebagai bek tengah akan mendapatkan persaingan serius dari Jordi Amat.

Alfeandra Dewangga juga sebenarnya bisa bermain di posisi bek kiri. Namun, posisi tersebut juga bakal terancam kedatangan Shayne Pattynama yang segera menyelesaikan proses naturalisasi.

Situasi tersebut membuat Shayne Pattynama harus mengeluarkan penampilan terbaik agar kembali dipercaya oleh Shin Tae-yong. Menarik untuk melihat perjuangan dari Dewangga dalam mempertahankan posisinya.

Fachruddin Aryanto

<p>Pemain Timnas Indonesia U-23,&nbsp;Fachruddin Aryanto&nbsp;saat pertandingan melawan Timor Leste dalam laga kedua fase Grup A SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Selasa (10/5/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)</p>

Pemain Timnas Indonesia U-23, Fachruddin Aryanto saat pertandingan melawan Timor Leste dalam laga kedua fase Grup A SEA Games 2021 di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Selasa (10/5/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Kedatangan Jordi Amat mengancam posisi Fachruddin Aryanto di Timnas Indonesia. Sebab, keduanya sama-sama bermain sebagai bek tengah.

Jordi Amat punya keunggulan postur tubuh yang tinggi. Itu berguna untuk mengamankan area pertahanan melalui bola udara.

Fachruddin Aryanto semakin terjepit karena juga harus bersaing dengan Elkan Baggott. Shin Tae-yong sepertinya bakal lebih menyukai duet Elkan dan Amat di jantung pertahanan.

Pratama Arhan

Teranyar umpan maut Pratama Arhan memakan korban kala Timnas Indonesia melawan Curacao. Pemain Tokyo Verdy itu melakukan lemparan jarak jauh yang jitu dan mampu disambut baik dengan sundulan oleh Fachruddin Aryanto hingga berujung gol ke gawang lawan. (Bola.com/M iqbal Ichsan)
Teranyar umpan maut Pratama Arhan memakan korban kala Timnas Indonesia melawan Curacao. Pemain Tokyo Verdy itu melakukan lemparan jarak jauh yang jitu dan mampu disambut baik dengan sundulan oleh Fachruddin Aryanto hingga berujung gol ke gawang lawan. (Bola.com/M iqbal Ichsan)

Pratama Arhan hampir tak tergantikan di posisi bek kiri Timnas Indonesia. Arhan kerap jadi andalan dalam membangun serangan dari kiri belakang pertahanan.

Posisi Arhan dalam waktu dekat terancam. Itu terjadi karena Shayne Pattynama memiliki posisi yang sama dengan Arhan.

Shayne Pattynama masih mengurus proses finalisasi untuk menjadi WNI. Menarik untuk menantikan persaingan di posisi bek kiri Timnas Garuda.

Asnawi Mangkualam

<p>Timnas Garuda Muda gagal menambah gol hingga babak pertama usai. Asnawi Mangkualam dkk terlihat kurang tenang dan tidak efektif dalam penyelesaian akhir. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)</p>

Timnas Garuda Muda gagal menambah gol hingga babak pertama usai. Asnawi Mangkualam dkk terlihat kurang tenang dan tidak efektif dalam penyelesaian akhir. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Kedatangan Sandy Walsh yang sudah resmi menjadi WNI mengancam posisi Asnawi Mangkualam. Seperti diketahui, keduanya sama-sama berperan sebagai bek kanan.

Pelatih Shin Tae-yong tentu sadar betul ketika memasukkan Sandy Walsh ke dalam daftar naturalisasi. Sepertinya, Shin Tae-yong memang ingin meningkatkan area bek kanan.

Asnawi Mangkualam wajib mengeluarkan performa terbaiknya untuk bisa mengamankan posisi itu. Namun, Asnawi bisa saja di plot lebih maju ke tengah untuk mendukung serangan Timnas Indonesia.

Rizky Ridho

<p>Timnas Indonesia memang dominan pada laga tersebut namun Bangladesh juga tak sesekali memberikan perlawanan yang berbahaya. Beruntung, skuat Garuda memiliki Rizky Ridho di lini belakang mereka. Bek tengah milik Persebaya Surabaya tersebut semakin menunjukkan kematangannya saat membendung serangan lawan. Ia juga mampu diandalkan saat menyerang, terutama ketika duel udara ketika situasi bola mati. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)</p>

Timnas Indonesia memang dominan pada laga tersebut namun Bangladesh juga tak sesekali memberikan perlawanan yang berbahaya. Beruntung, skuat Garuda memiliki Rizky Ridho di lini belakang mereka. Bek tengah milik Persebaya Surabaya tersebut semakin menunjukkan kematangannya saat membendung serangan lawan. Ia juga mampu diandalkan saat menyerang, terutama ketika duel udara ketika situasi bola mati. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Rizky Ridho diprediksi sebagai pemain masa depan Timnas Indonesia. Apalagi sang pemain baru berusia 21 tahun.

Bermain sebagai bek tengah, posisi Rizky Ridho terancam. Seperti diketahui, Jordi Amat bermain di posisi yang sama dengan Rizky Ridho.

Selain itu, Rizky Ridho juga harus bersaing dengan Elkan Baggott yang juga bermain sebagai bek tengah. Menarik untuk menyaksikan persaingan di area pertahanan Timnas Indonesia itu.