5 Bintang MU yang Posisinya Terancam Setelah Solskjaer Dipecat

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Manchester - Manchester United resmi memecat Ole Gunnar Solskjaer, Minggu (21/11/2012). "Manchester United dapat mengonfirmasi bahwa Ole Gunnar Solskjaer meninggalkan posisinya sebagai manajer. Terima kasih untuk semuanya," demikian pernyataan resmi klub.

Pemecatan Solskjaer sebagai manajer MU tidak mengejutkan. Pasalnya, Setan Merah menelan hasil buruk dengan hanya mencatat empat kemenangan dalam 13 pertandingan terakhir.

Salah satu dari banyak kritik yang dihadapi Solskjaer selama menjadi manajer Man Utd adalah kegagalannya untuk merotasi skuat bertabur bintangnya. Terutama rotasi di lini pertahanan dan tengah.

Pengganti Ole Gunnar Solskjaer pasti akan mengubah skuatnya. Beberapa pemain mungkin terancam kehilangan posisinya atau waktu bermainnya berkurang.

Berikut 5 pemain MU yang posisinya terancam setelah Solskjaer dipecat seperti dikutip dari Sportskeeda.

vidio:VIDEO Liga Inggris: Ole Gunnar Solskjaer Akhirnya Out, Michael Carrick Sementara Tangani Manchester United

5. David de Gea

Penjaga gawang Manchester United David de Gea saat menghadapi Atalanta pada matchday ketiga Grup F Liga Champions di Old Trafford, Manchester, Inggris, Kamis, 21 Oktober 2021. (AP Photo/Dave Thompson)
Penjaga gawang Manchester United David de Gea saat menghadapi Atalanta pada matchday ketiga Grup F Liga Champions di Old Trafford, Manchester, Inggris, Kamis, 21 Oktober 2021. (AP Photo/Dave Thompson)

Situasi David de Gea di Manchester United memang membingungkan. Tak diragukan lagi kiper asal Spanyol itu adalah seorang shot-stopper yang luar biasa dan bisa dibilang sebagai pemain terbaik MU dalam periode buruk ini.

Namun, De Gea terkadang masih melakukan kesalahan sendiri, seperti yang ditunjukkan saat MU bermain 2-2 melawan Atalanta di Liga Champions. Ada juga tanda tanya atas kemampuan dan distribusi bolanya. Ini sangat ironis mengingat dia adalah salah satu pengumpan terbaik di dunia.

Sementara itu, MU memiliki Dean Henderson. Pemain berusia 24 tahun itu diprediksi sebagai kiper nomor satu Inggris di masa depan. Namun, Henderson baru tampil dalam 19 laga dalam 16 bulan terakhir.

Manajer baru MU mungkin bakal memutuskan sudah waktunya mengganti De Gea dengan Henderson. Karena, juru taktik baru sering menata ulang skuatnya.

Ini dialami Joe Hart ketika Manchester City menunjuk Pep Guardiola sebagai manajer pada 2016. Bahwa favorit penggemar dan ikon klub pun tidak pernah aman.

4. Scott McTominay

Gelandang Manchester United Scott McTominay bersaing dengan pemain Tottenham Hotspur Pierre-Emile Hojbjerg dalam laga Liga Inggris di Tottenham Hotspur Stadium, London, 30 Oktober 2021. (Glyn KIRK / AFP)
Gelandang Manchester United Scott McTominay bersaing dengan pemain Tottenham Hotspur Pierre-Emile Hojbjerg dalam laga Liga Inggris di Tottenham Hotspur Stadium, London, 30 Oktober 2021. (Glyn KIRK / AFP)

Scott McTominay merupakan lulusan akademi sepak bola Manchester United. Meski demikian, sebagain besar penggemar MU percaya dia sama sekali bukan gelandang tengah yang diharapkan jadi pilihan pertama.

Pemain berusia 24 tahun itu selalu dimainkan Ole Gunnar Solskjaer sebagai poros ganda dengan Fred. Tetapi, justru Fred yang kerap menjadi kambing hitam dalam beberapa bulan terakhir. Para pakar sepak bola memilih mengkritik Fred, sementara McTominay relatif tidak meski penampilannya tak konsisten.

Mungkin karena McTominay dari akademi MU atau biaya transfer Fred yang sebesar 50 juta pound. Tapi, pada usia 24, McTominay bukan anak muda lagi.

Dia hampir pasti akan kehilangan tempatnya begitu pengganti permanen untuk Solskjaer ditemukan.

3. Aaron Wan-Bissaka

Bek Manchester United (MU), Aaron Wan-Bissaka bersaing dengan bek Everton, Lucas Digne pada laga pekan ke-23 Liga Inggris 2020/2021 di Old Trafford, Minggu dinihari WIB (7/2/2021). MU mampu bermain imbang 3-3 saat menjamu Everton. (Alex Pantling/Pool via AP)
Bek Manchester United (MU), Aaron Wan-Bissaka bersaing dengan bek Everton, Lucas Digne pada laga pekan ke-23 Liga Inggris 2020/2021 di Old Trafford, Minggu dinihari WIB (7/2/2021). MU mampu bermain imbang 3-3 saat menjamu Everton. (Alex Pantling/Pool via AP)

Aaron Wan-Bissaka tiba di Old Trafford pada musim panas 2019 dengan biaya transfer 50 juta pound setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik Crystal Palace untuk musim sebelumnya. Meski memimpin daftar pemain dengan jumlah tekel terbanyak (129) di Liga Inggris pada musim pertamanya bersama MU, ada perasaan dia mengalami stagnas.

Wan Bissaka belum mampu mengembakan sisi ofensif pemainannya atau meningkatkan umpan silang. Posisi defensif bek kanan berusia 23 tahun itu juga berada di bawah pemindai dan kurang memainkan peran besar saat MU tersingkir dari fase grup Liga Champions musim lalu.

Meski pertahanan MU mengerikan dengan tiga clean sheet dari 25 pertandingan terakhir, Wan-Bissaka tetap mempertahankan posisinya. Satu-satunya pilihan lain di bek kanan MU adalah Diogo Dalot, yang akan pergi pada Januari 2022.

Dengan MU menargetkan Kieran Trippier, posisi awal Wan-Bissaka sama sekali tidak aman.

4. Harry Maguire

Harry Maguire melakukan kesalahan fatal saat Manchester United bertamu ke markas Watford di Vicarage Road. (AFP/Ian Kington)
Harry Maguire melakukan kesalahan fatal saat Manchester United bertamu ke markas Watford di Vicarage Road. (AFP/Ian Kington)

Harry Maguire mendapat kartu merah saat MU dibantai Watford 1-4 di Liga Inggris, Sabtu (20/11/2021) lalu. Performa kapten MU memang tengah menjadi sorotan dan mengundang banyak kritik.

Ini wajar mengingat clean sheet MU hanya tiga dalam 25 pertandingan terakhir mereka. Ini merupakan rekor yang buruk.

Maguire mempertahankan posisinya sebagai bek tengah meski banyak melakukan kesalahan yang membuat timnya kebobolan gol membingungkan. Sekarang, posisi pemain timnas Inggris itu di starting XI MU dalam bahaya setelah Solskjaer dipecat.

5. Cristiano Ronaldo

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mendekati Cristiano Ronaldo pada akhir pertandingan Grup F Liga Champions melawan Atalanta di Gewiss Stadium, Bergamo, Italia, Rabu (3/10/2021) dini hari WIB. (AP Photo /Luca Bruno)
Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mendekati Cristiano Ronaldo pada akhir pertandingan Grup F Liga Champions melawan Atalanta di Gewiss Stadium, Bergamo, Italia, Rabu (3/10/2021) dini hari WIB. (AP Photo /Luca Bruno)

Dipecatnya Ole Gunnar Solskjaer menimbulkan pertanyaan besar bagi bintang MU Cristiano Ronaldo. Tidak adil untuk menyalahkan superstar Portugal itu atas kesulitan yang menimpa Setan Merah.

Yang ada, Ronaldo adalah satu-satunya alasan MU belum tersingkir dari Liga Champions. Di telah mencetak gol di empat pertandingan Liga Champions musim ini (lima gol), termasuk beberapa gol penentu kemenangan serta penyeimbang di akhir pertandingan.

Namun, masalah taktik yang ditimbulkan dengan kembalinya Ronaldo ke Old Trafford musim panas ini tidak mungkin untuk diabaikan. Dengan satu gol dalam tujuh pertandingan terakhirnya di Liga Inggris, ada yang tidak beres dengan pemain utama MU.

Mason Greenwood, Marcus Rashford, Anthony Martial, dan Edinson Cavani semuanya telah dimainkan secara bergantian untuk mengakomodasi CR7. Setelah Solskjaer dipecat, sekarang ceritanya akan berbeda.

Mungkinkah manajer baru MU tergoda untuk mengistirahatkan Ronaldo lebih banyak dari pertandingan yang dia inginkan? Akankan MU beralih ke opsi pemain yang lebih muda?

Hanya waktu yang akan menjawab. Tetapi, dipecatnya Solskjaer tidak memberikan jawaban langsung untuk sosok kunci yang tampak semakin frustrasi dalam beberapa pekan terakhir.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel