5 Bulan Kabur, Pembunuh Anggota Polri di Jayapura Ditangkap

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi kembali menangkap seorang tersangka pembunuh anggota personel Dit Samapta Polda Papua, Bripda Anton Julez Matatula Rumi. Pelaku berinisial DK (23) tertangkap setelah lima bulan melarikan diri dari kejaran petugas.

"Jadi DK ini merupakan salah satu warga masyarakat Desa Eragayam Kabupaten Mamberamo Tengah," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, Rabu (27/7).

DK ditangkap anggota Polres Jayawijaya dan Brimob Resimen II di Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (27/7) sekitar pukul 12.15 WIT."Pelaku berhasil diamankan ketika menumpang mobil menuju ke arah Megapura, dalam perjalanan anggota langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap DK di jembatan Wouma," ujar Musthofa Kamal.

Korban Dipukul dengan Martil

Peristiwa penganiayaan terhadap Bripda Anton Julez Matatula Rumi terjadi di Jalan Trikora Dok V Atas, Kota Jayapura, Papua, pada 28 Februari 2022. Kasus itu berawal dari kecelakaan lalu lintas. Korban yang mengendarai sepeda motor tidak sengaja menabrak mobil milik pelaku yang terparkir di Jalan Macan Tutul, Dok V Atas, Distrik Jayapura Utara.

Ketika hendak berdiri setelah terjatuh dari sepeda motornya, Anton mendapat serangan pukulan dari salah satu pelaku. Tidak berselang lama, pelaku lainnya ikut memukul korban menggunakan martil berulang kali tepat di bagian kepala.

Melihat korban tidak berdaya, para pelaku kemudian mengangkat jasad korban ke atas mobil Hilux lalu membuangnya di Sungai Tami.

DK mengaku pembunuhan itu dilakukannya bersama dua temannya, yaitu OG dan NK. "Untuk 2 pelaku, yakni OG dan NK, telah berhasil diamankan personel gabungan Polresta Jayapura Kota pada hari Jumat 11 Maret 2022 lalu," tutur Kamal.

Saat ini DK telah diserahkan ke Polresta Jayapura Kota. Dia akan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel