5 Calon TKW Mau Kabur, Balai Latihan Kerja di Malang Tidak Berizin

·Bacaan 2 menit

VIVA – Plt Kepala Disnaker Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Malang, Erik Setyo Santoso mengatakan, Balai Latihan Kerja (BLK) PT Central Karya Semesta (CKS) belum memenuhi sejumlah ketentuan izin operasional. Sebab, perizinan di balai latihan tersebut untuk para calon pekerja migran ini masih dalam proses.

"Hal itu berdasarkan izin nomor 566/LA-LPK/I/2017, 259/LA-LPK/I/2019 dan 260/LA-LPK/2019. Memang belum berizin. Saat ini ada penambahan program pelatihan. Dimana untuk perizinan masih dalam proses di Disnaker PMPTSP," kata Erik, Jumat, 11 Juni 2021.

Seperti diketahui, 5 calon Tenaga Kerja Wanita atau TKW dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mencoba kabur dari BLK yang berlokasi di Jalan Raya Rajasa, Bumiayu, Kota Malang, pada Rabu, 9 Juni 2021 malam. Mereka menjebol teralis di lantai 4 dengan bermodalkan tali yang dibuat dari potongan selimut.

Di tengah upaya kabur itu, nahasnya mereka terjatuh. Tiga orang mengalami luka-luka, dan dua orang lainnya berhasil melarikan diri. Tiga calon TKW yang mendapat luka itu langsung dibawa warga ke RSUD Kota Malang untuk mendapat perawatan intensif.

Erik mengatakan, ada pengakuan calon pekerja migran yang disiksa. Bahkan, tidak diberi waktu istirahat cukup. Pihak Polresta Malang Kota masih melakukan pendalaman dalam kasus ini. Namun, yang jelas perizinan PT Central Karya Semesta belum memenuhi ketentuan.

"Disnaker bersama dengan pengawasan Ketenagakerjaan, BP2MI san UPT. P2TKI Jawa Timur akan mendalami kasus ini dengan langsung mengunjungi BLKLN/LPK CKS," ujar Erik.

Erik membenarkan, kasus calon pekerja migran kabur dari balai pelatihan sudah beberapa kali terjadi di tempat ini. Pihak CKS saat dikonfirmasi Disnaker PMPTSP Kota Malang mengaku tidak pernah ada persoalan dengan para calon pekerja migran.

"Kasus calon pekerja migran atau TKW memang beberapa kali terjadi di BLKLN/LPK CKS. Dari penuturan pihak CKS, merasa tidak ada permasalahan dengan calon pekerja migran. Terkait penjelasan korban, kami belum bisa mengatakan dulu, nunggu pendalaman dan BAP Polisi," tutur Erik

Berdasarkan video amatir warga yang sempat merekam perbincangan dengan korban. Alasan kuat calon TKW kabur karena diperlakukan tidak manusiawi. Selain sering disiksa, mereka disebut tidak memiliki waktu libur, dihukum dan dieksploitasi. Bahkan, ada calon TKW meninggal dunia tetapi semuanya diminta bungkam.

"Sudah nggak kuat. Kita disiksa, disuruh sekolah, disuruh kerja. Malam lebaran ada yang meninggal dunia. Kita disuruh diam, kalau ngomong-ngomong kita akan dihukum. HP kita disita (waktu itu). PT nya bukan PT resmi, sering didatangi polisi. Tapi kami tidak dibolehin turun, tidak dibolehin ribut," tutur calon TKW yang terjatuh dalam video amatir warga.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel