5 Cara Agar Data Pribadi Aman Tidak Bocor Ke Tangan yang Tidak Bertanggung Jawab

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Perkembangan teknologi dan digital telah menjangkau berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya dengan kehadiran layanan perbankan digital.

Tidak hanya menawarkan kenyamanan dan kemudahan, aspek keamanan juga menjadi fokus utama yang terus dikembangkan oleh berbagai penyedia layanan perbankan digital melalui penggunaan teknologi keamanan berlapis.

Keamanan berlapis tentu perlu dilakukan untuk menghindari data bocor. Sebab, modus kejahatan digital akan terus berkembang, namun risiko kerugian dapat diminimalkan dengan penambahan keamanan dari penyedia layanan dan peningkatan kesadaran pengguna layanan untuk terus melindungi informasi rahasia dan pribadi miliknya,

Teguh Aprianto Cyber Security Researcher & Consultant menjelaskan ada beberapa khasus data bocor yang telah terjadi. Biasanya kasus penipuan melalui telepon, whatsapp, twitter, dan Instragram.

"Kebocoran data tidak dirasakan hari ini, melainkan dikemudian hari," ujar Teguh dalam acara virtual #DatamuRahasiamu.

Untuk itu, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan agar datamu tetap aman.

1. Jangan lupa bertanya

Ilustrasi Cara Agar Data Pribadi Aman Tidak Bocor  (c) Shutterstock
Ilustrasi Cara Agar Data Pribadi Aman Tidak Bocor (c) Shutterstock

Sebelum memberikan data, harus selalu tanyakan datamu dikenakan untuk apa. Hal iniagar lebih bertanggung jawab.

Dwi Adriansah, Country Industry Head Twitter Indonesia juga mengatakan, sadari apapun yang diposting di media sosial, lalu informasi atau datamu dikasih ke siapa, sadari kenapa data tersebut harus diberikan, serta sadari di mana kita memberikan informasi, misalnya di media sosial.

2. Password penting diperhatikan

Teguh menyampaikan, hindari membuat password dengan kombinasi nama dan tanggal lahir karena mudah ditebak. Sebaiknya, gunakan password yang tidak berhubungan dengan segala sesuatu yang kita suka.

Menggunakan kombinasi huruf kapital diawal, simbol, dan angka pilihan password yang sangat aman digunakan.

Rian Eriana Kaslan, Senior Executive Vice President Bisnis Digital BNI juga mengatakan sebaiknya kode password diganti secara berkala.

"Jadi jangan buat password gampang karena hacker akan mudah melacaknya. Walau sulit dan merepotkan, baiknya ganti password secara berkala," ujar Eriana.

3. Verifikasi dua langkah adalah kunci

Pastikan email yang digunakan ketika mendaftarkan akun adalah email yang valid dan bisa diakses. Begitu juga dengan nomer handphonemu.

Gunakan verfikasi du langkah. Bisa menggunakan aplikasi seperti Google Authenticator atau sejenisnya.

Pastikan menggunakan password yang aman dan jangan pernah menyimpan password di tempat noes atau dokumen degan ektensi .docx dan txt. Baiknya gunakan aplikasi seperti 1password atau Daslene untuk menyimpan password.

4. Selalu update

Ilustrasi transaksi online. (Shutterstock)
Ilustrasi transaksi online. (Shutterstock)

Duardi Prihandiko, Head of Marketing & Communication blu by BCA Digital mengungkapkan selalu aktif melihat apa yang sedang update, bisa melihat di media sosial dari masing-masing BANK.

"Hampir setiap Bank sudah memiliki media sosial yang memberikan informasi terupdate, seperti mengetahui metode penipuan. kami akan melakukan pendekatan komunikasi yang variatif dan relevan untuk menjangkau masyarakat seluas-luasnya, karena keamanan selalu merupakan isu dua sisi. Dari sisi institusi harus punya sistem dan mekanisme yang teruji keamanannya, sedangkan dari sisi customer juga harus selalu berhati-hati dalam melakukan transaksi finansial. Penting bagi masyarakat modern untuk selalu mengikuti perkembangan berita dan teknologi agar tidak memberi celah untuk oknum yang tidak bertanggungjawab. It always takes two to tango,” Jelas Duardi.

5. Kolaborasi Kampanyekan Edukasi Keamanan #DatamuRahasiamu

Jenius dari Bank BTPN, blu by BCA Digital, BCA, BNI, dan Twitter Indonesia kolaborasi kampanyekan edukasi keamanan #DatamuRahasiamu. Program ini terinspirasi dari Bank Indonesia sebagai pencetus pesan keamanan bagi masyarakat Indonesia agar semakin waspada dari berbagai modus penipuan yang terjadi.

Kolaborasi edukasi keamanan #DatamuRahasiamu disambut baik oleh Jenius dari Bank BTPN.

“Sesuai dengan semangat Jenius untuk terus berkokreasi dan berkolaborasi, tentunya edukasi keamanan melalui kegiatan #DatamuRahasiamu akan semakin maksimal jika dapat dilakukan bersama demi terwujudnya ekosistem perbankan yang aman. Untuk itu, kami mendukung penuh kegiatan #DatamuRahasiamu dan terus menambah keamanan di Jenius. Agar pemahaman masyarakat mengenai keamanan semakin optimal, Jenius memperkenalkan laman www.jenius.com/pages/jeniusaman yang berisikan informasi keamanan digital terkini,” kata Irwan Tisnabudi, Digital Banking Head Bank BTPN.

Rian Eriana Kaslan juga menyampaikan pengguna Layanan bisa lebih memahami bahwa menjaga dan melindungi data pribadi adalah juga merupakan tanggung jawab personal pengguna layanan. Pengguna layanan bisa lebih berhati-hati terhadap upaya penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang mengaku sebagai petugas bank/petugas BNI melalui telepon, chat platform, faks atau e-mail, yang menanyakan data pribadi, termasuk password/ MPIN/PIN/OTP.

"Menurut kami, kolaborasi campaign #DatamuRahasiamu yang diikuti oleh partner-partner besar seperti ini sangatlah penting untuk mengedukasi nasabah kami akan pentingnya menjaga data rahasia pribadi," tandasnya.”

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel