5 Cara agar Tidak Menjadi Perempuan yang Membosankan

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Wajar jika kita ingin membuat orang lain memperhatikan kita. Sangat lumrah jika kita ingin melihat orang lain bahagia dan nyaman dengan keberadaan kita. Namun, kadang tanpa kita sadari kita membuat orang lain tak nyaman karena kita menampilkan karakter atau pribadi yang membosankan.

Melansir laman bestlifeonline.com, psikolog klinis Jamie Long, Psy.D., mengungkapkan bahwa ketika kita melihat bahu atau kaki orang lain menjauh dari kita atau mereka melihat ke lantai atau ponsel, itu tanda mereka sedang berusaha untuk kabur dari momen itu. Dengan kata lain, jika kita mendapati orang di dekat kita memperlihatkan bahasa tubuh menjauh atau mengalihkan perhatiannya pada hal lain, bisa jadi kita dianggap membosankan olehnya. Well, tanpa bermaksud membuatmu makin merasa tak nyaman, tak ada salahnya untuk mencoba beberapa hal untuk mencegah dirimu menjadi pribadi yang membosankan.

TERKAIT: 5 Alasan Meluangkan Waktu Sendirian Bisa Membuat Perempuan Bahagia

TERKAIT: 5 Hal yang Terjadi jika Terus Menyesali Sesuatu di Masa Lalu

TERKAIT: 5 Alasan Persahabatan Paling Setia Berasal dari Teman-Teman SMP

1. Kurangi Mendominasi Percakapan

Kamu bisa dianggap membosankan jika kamu terus mendominasi percakapan. Misalnya, kamu terus menerus membicarakan dirimu sendiri dan permasalahanmu sendiri tanpa memberi waktu atau kesempatan bagi lawan bicaramu untuk mengatakan sesuatu. Cobalah untuk tetap menjadi pendengar yang baik saat mengobrol atau berkomunikasi dengan seseorang. Kalau pun curhat, ya setidaknya berempatilah juga dengan orang yang mendengarmu.

2. Jangan Kebanyakan Menghela Napas

Melansir laman ncbi.nlm.nih.gov, menurut peneliti dari Norwegia dalam sebuah studi tahun 2008, orang cenderung menghela napas saat suasana hati mereka sedang buruk (negative mood). Kalau kamu terus menerus menghela napas di dekat orang lain, orang tersebut bisa menganggapmu membosankan karena telah membuatnya tak nyaman. Menghela napas yang dimaksud di sini adalah yang biasanya dilakukan saat mengeluh, komplain, atau kesal terhadap sesuatu.

3. Buat Percakapan dengan Topik Baru

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Membahas hal yang sama berulang kali jelas akan membosankan. Apalagi kalau terus mengungkit sebuah masalah yang sama setiap kali bertemu dengan seseorang, maka kamu bisa dianggap orang yang membosankan. Cobalah untuk cari topik baru atau bahasan yang lebih beragam saat bercakap-cakap.

4. Berikan Reaksi

Jangan hanya diam terus mematung saat bersama seseorang. Setidaknya berikan reaksi. Sebagai contoh, tersenyum, menganggukkan kepala, atau sekadar merespon, "Begitu, ya," saat berbicara bisa membuatmu menghadirkan kenyamanan pada orang lain. Dengan reaksi dan ekspresi, itu bisa menunjukkan bahwa ada ketertarikan dari dalam dirimu dan itu bisa mencairkan suasana.

5. Jaga Kontak Mata

Agar tidak menjadi orang yang membosankan bukan berarti kamu harus terus mengajak bicara orang yang sedang bersamamu. Kalau kamu bukan tipe orang yang banyak bicara, setidaknya tetap jaga kontak mata ketika ada yang mengajakmu bicara. Ini tanda bahwa kamu memberi perhatian penuh dan menghargai orang yang ada di dekatmu.

Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah tetaplah jadi dirimu sendiri, ya. Biasanya saat kita bisa menjadi diri sendiri kita akan lebih percaya diri, dan ini bisa membuat kita tampak lebih menarik. Kalau menurut Sahabat Fimela sendiri, hal-hal apa saja yang bisa dilakukan agar tidak dicap membosankan?

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel