5 Cara Efektif Selesaikan Debat Sengit dengan Pasangan dalam Hubungan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kita semua memahami bahwa kunci dari hubungan yang sehat adalah komunikasi yang baik.

Namun, solusi untuk menyelesaikan perdebatan dalam argumen yang menimbulkan masalah dalam sebuah hubungan, adalah hal yang sulit dihindari.

Terkadang memulai frasa dengan "aku" yang sederhana dapat mengubah segalanya menjadi lebih baik.

Bright Side menemukan beberapa cara agar dapat dengan mudah beradaptasi dengan masalah dalam menjalin hubungan. Berikut selengkapnya:

1. Jangan ulangi tiap perkataan

Ilustrasi Pasangan Seumuran Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Pasangan Seumuran Credit: pexels.com/pixabay

Kata-kata yang diulang-ulang dan tidak bermakna dapat menjauhkan pasangan Anda, dan mereka mungkin berhenti mendengarkan apa yang disampaikan.

Jika Anda mengulangi terus, meskipun itu tentang sesuatu yang telah Anda berdua diskusikan, pasangan Anda mungkin akan kesal.

Sebaliknya, meskipun ingin memastikan masalah yang telah bicarakan, cobalah untuk menghindari kata-kata dan frasa, seperti "suka" atau "Anda tahu", dan jangan biarkan kemarahan mendominasi nada bicara Anda.

2. Hindari penggunaan kata sifat yang terdengar menghakimi

Ilustrasi Pertengkaran dalam Rumah Tangga Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Pertengkaran dalam Rumah Tangga Credit: pexels.com/pixabay

Sungguh mengejutkan betapa umum ekspresi sehari-hari dapat membuat Anda terdengar menghakimi seseorang, meskipun Anda tidak menginginkannya.

Itulah sebabnya banyak argumen muncul dan bahkan mungkin berubah menjadi konflik besar.

Untuk menghindari penggunaan kata sifat menghakimi, ada baiknya menggunakan pernyataan dengan opini yang tidak menyinggung.

3. Pahami perasaan Anda terlebih dahulu

Sebuah hubungan tak lepas dari pertengkaran/copyright: pexels.com/pixabay.com
Sebuah hubungan tak lepas dari pertengkaran/copyright: pexels.com/pixabay.com

Lebih baik mengidentifikasi perasaan Anda terlebih dahulu karena itu bisa menjadi alasan utama untuk menghindari konflik.

Karena itu, Anda harus mengendalikan perasaan terlebih dahulu. Jika Anda menyadari bahwa perasaan dapat memengaruhi keputusan, temukan cara untuk melepaskannya.

Jalan-jalan sendiri atau ajak anjing Anda jalan-jalan, dengarkan musik yang menenangkan, hubungi teman dan curhat sehingga Anda bisa mengalihkan pikiran dari berbagai hal buruk.

4. Jangan langsung menyimpulkan

Ilustrasi Pertengkaran dalam Keluarga Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Pertengkaran dalam Keluarga Credit: pexels.com/pixabay

Kita cenderung mengambil kesimpulan. Tidak hanya dalam hubungan tetapi juga dalam interaksi sehari-hari.

Ini akan mengganggu hubungan Anda dan bahkan bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental. Dengan beberapa langkah sederhana, Anda dan pasangan bisa berhasil menenangkan diri dari pertengkaran.

5. Pastikan Anda tidak berperilaku narsistik

Ilustrasi Pertengkaran Credit: pexels.com/VeraArsic
Ilustrasi Pertengkaran Credit: pexels.com/VeraArsic

Kecenderungan narsistik akan membuat Anda mengatakan hal-hal seperti, "Saya paling tahu," dan Anda tidak akan berpikir bahwa sudut pandang orang lain layak untuk didengarkan.

Hal ini dapat menimbulkan konflik, dan bahkan dapat merusak hubungan. Jadi, alih-alih bereaksi dengan gagasan yang paling Anda ketahui, Anda harus mempertimbangkan untuk melakukan hal berikut:

- Bersikaplah terbuka terhadap gagasan bahwa mungkin ada 2 atau lebih jawaban benar.

- Terima umpan balik dari siapa pun, bukan hanya pasangan Anda, sehingga dapat mengevaluasi perilaku.

- Gunakan trik kuno; tetap tenang, berpikir, dan kemudian tanggapi permasalahan.