5 Cara Ini Bisa Bantu Lestarikan Laut di Dunia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Selamat hari laut sedunia! Seperti yang kita tahu, 70 persen bagian dari Bumi merupakan laut. Menurut World Economic Forum, manfaat laut sangat besar bagi kehidupan makhluk hidup di dalamnya. Beberapa makhluk hidup di laut merupakan sumber makanan bagi manusia, dan organisme kecil di dalam laut juga turut bertanggung jawab atas setidaknya 50 persen oksigen di Bumi.

Tak hanya itu, laut juga dapat membantu mengatur iklim dan menjadi sumber mata pencaharian banyak orang. Manfaat yang besar dari laut perlu diiringi dengan adanya pelestarian laut agar kelangsungan hidup di masa sekarang hingga masa depan tetap terjaga. Yuk, cek apa saja cara yang bisa kita lakukan untuk membantu melestarikan laut!

Buang sampah pada tempatnya

Ilustrasi Buang Sampah (Foto: Pixabay)
Ilustrasi Buang Sampah (Foto: Pixabay)

Sampah yang dibuang ke sungai atau kali akan mengalir ke laut sehingga dapat membuatnya tercemar. Laut yang sudah tercemar menyebabkan ekosistemnya rusak karena terkena racun sampah. Hingga tahun 2019, terhitung 150 juta ton sampah berada di perairan dunia. Maka dari itu perlu mulai dari diri sendiri untuk sadar membuang sampah pada tempatnya supaya sampah di laut tidak bertambah.

Menjaga biota laut dengan pancingan ramah lingkungan

Ilustrasi Reel Pancing (Photo by Wynand van Poortvliet on Unsplash)
Ilustrasi Reel Pancing (Photo by Wynand van Poortvliet on Unsplash)

Ternyata dalam menangkap hewan di laut ada beberapa tata caranya, yaitu dengan menggunakan alat pancingan yang ramah lingkungan. Di Indonesia sendiri, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberi rekomendasi alat tangkap yang lebih ramah lingkungan dibandingkan cantrang. Dikarenakan cara kerja alat cantrang dapat menyentuh dasar perairan, sehingga bukan hanya ikan-ikan yang terbawa tetapi juga terumbu karang.

Tidak menangkap dan memelihara biota laut

Ilustrasi mimpi, penyu. (Photo by Jeremy Bishop on Unsplash)
Ilustrasi mimpi, penyu. (Photo by Jeremy Bishop on Unsplash)

Beberapa hewan laut banyak yang dilindungi karena terancam punah, salah satunya adalah penyu laut. Penyu laut terancam punah karena kerusakan habitat dan adanya penangkapan ilegal. Kita harus turut melestarikan biota laut sehingga mereka bebas di habitatnya. Jaga sikapmu saat berwisata ke laut dan jangan sampai mengeksploitasi biota laut, ya!

Jangan menyentuh terumbu karang

Ilustrasi terumbu karang. (dok. pexels/N I E R O S H O T S)
Ilustrasi terumbu karang. (dok. pexels/N I E R O S H O T S)

Keindahan terumbu karang terkadang membuat para pengunjung ingin menyentuhnya. Padahal terumbu karang tidak boleh disentuh karena dapat meningkatkan potensi kematian terumbu karang. Warnanya akan menjadi kecoklatan dan tidak seindah sebelumnya. Selain itu, terumbu karang yang mati juga dapat mengurangi populasi ikan.

Perhatikan gerakan kaki ketika sedang menyelam

Penyelam bebas ini dapat bertahan dalam air tanpa alat bantu. Mengapa?
Penyelam bebas ini dapat bertahan dalam air tanpa alat bantu. Mengapa?

Bila kamu seorang penyelam pemula dan harus mengenakan sepatu katak, sebaiknya perhatikan gerakan kaki supaya tidak menyentuh atau bahkan menginjak terumbu karang. Terlebih ketika berfoto saat snorkeling atau diving banyak yang tidak memperhatikan sekitar, sehingga menabrak terumbu karang dengan kaki yang dapat meningkatkan potensi terumbu karang tersebut mati.

Itu dia beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian laut. Hal sederhana yang kamu lakukan untuk menjaga kelestarian laut akan bermanfaat besar di masa depan. Masih penasaran atau punya pertanyaan seputar fakta laut dan makhluk hidup di dalamnya?

Roboguru bisa menjadi sarana kamu untuk menjawab rasa penasaranmu. Caranya, kunjungi roboguru.ruangguru.com di browser kamu, pilih mata pelajaran Geografi atau Biologi, lalu cari atau bertanya tentang hewan laut. Yuk, daftar sekarang!

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel