5 Cara Jitu Meredam Nafsu Belanja Online yang Tak Terkendali

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Cara meredam nafsu belanja online yang tak terkendali menjadi hal penting untuk diketahui. Tak hanya bagi para pelaku yang menyadari hal yang dilakukannya merupakan kebiasaan negatif, melainkan juga oleh orang-orang terdekat, seperti keluarga, suami atau istri.

Tujuannya, agar ketika Anda terjerumus ke dalam kebiasaan negatif tersebut, orang tua, adik, kakak, suami, istri, pacar, dan teman baik bisa membantu untuk mengingatkanmu.

Harus diakui, belanja merupakan satu di antara guilty pleasure, khususnya bagi kaum wanita. Belanja bisa menjadi sarana yang baik untuk melepas stres atau tekanan, menjadi hiburan. Di sisi lain, belanja yang tak terkendali bisa menjadi sumber pemborosan, tak hanya uang melainkan juga waktu.

Kini, dengan berbagai kemudahan teknologi, belanja jadi makin gampang. Dari mana saja, kapan saja, kamu bisa melakukan transaksi pembelian secara online. Bahkan, untuk barang-barang yang sebenarnya tidak kamu butuhkan atau produk yang sebenarnya di luar kemampuan keuanganmu.

Banyak e-commerce, marketplace, maupun onlineshop yang memberi kemudahan pelanggan untuk berbelanja, juga menggoda dengan iming-iming diskon.

Terjebak dalam kebiasaan belanja online impulsif bisa sangat membahayakan. Kenali tanda-tandanya, dan segeralah sadari sebelum terlambat.

Kamu bisa membaca cara untuk mengatasi kebiasaan buruk tersebut. Memang tak mudah untuk mempraktikkannya karena keberhasilnnya sangat bergantung pada niat dan tekadmu.

Berikut ini beberapa cara untuk meredam nafsu belanja online yang tak terkendali, disadur dari Liputan6, Senin (4/10/2021).

Cara Jitu Meredam Nafsu Belanja Online

ilustrasi belanja secara online. /pexels
ilustrasi belanja secara online. /pexels

1. Lacak waktu penggunaan

Hitung durasi waktu yang Anda habiskan setiap hari atau setiap minggunya untuk belanja online. Kemungkinan Anda tidak sadar, berapa lama Anda membuang waktu Anda untuk beraktivitas belanja di dunia maya tersebut.

Gunakan aplikasi seperti RescueTime untuk melacak aktivitas di komputer atau smartphone. Aplikasi ini akan memberikan laporan tentang waktu yang Anda habiskan pada tiap situs atau aplikasi.

Dengan demikian, Anda akan lebih sadar mengenai waktu yang Anda gunakan sehari-harinya dan lebih bisa mengontrol diri, serta menggunakan waktu Anda untuk hal yang lebih bemanfaat.

2. Blokir situs e-commerce atau onlineshop yang biasa Anda kunjungi

Mengunjungi online shop (situs belanja) memang menjadi satu di antara cara untuk bersantai sejenak. Namun, jika Anda kerap kali berakhir dengan barang-barang yang tidak dibutuhkan, mungkin Anda harus mencari cara lain untuk rileks.

Untuk mengatasi kebiasaan buruk ini, Anda bisa mulai dengan memblokir atau uninstall aplikasi e-commerce dari gadget sehingga Anda tidak terus menerus memeriksanya.

3. Jangan langsung check-out

Banyak orang yang belanja online secara impulsif, membeli barang karena melihat label diskon atau barang-barang menarik saat mereka hanya sekadar melihat-lihat. Padahal, barang-barang tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan alias hanya lapar mata.

Untuk mencegahnya, terapkan waktu menunggu sebelum memutuskan untuk membeli barang, misalnya selama 24 jam atau bahkan lebih lama lagi. Hal ini membuat pikiran lebih jernih, menyadarkan Anda, dan memberi kesempatan pada Anda untuk berpikir ulang.

Cara Jitu Meredam Nafsu Belanja Online

ilustrasi belanja secara online. (Ilustrasi: Pexels.com)
ilustrasi belanja secara online. (Ilustrasi: Pexels.com)

4. Hapus informasi kartu kredit

Banyak orang yang menyimpan informasi kartu kreditnya pada situs-situs e-commerce untuk mempermudah dan mempercepat pembayaran.

Namun, kemudahan ini juga merugikan karena Anda bisa dengan cepat membeli barang tanpa berpikir dua kali. Dengan menghapus informasi kartu kredit yang tersimpan, proses pembelian akan lebih rumit.

Anda harus mengambilnya dompet kemudian memasukan informasi kartu kredit dan alamat. Proses yang lebih kompleks dan waktu yang lebih lama ini memberikan Anda kesempatan untuk mempertimbangkan kembali pembelian yang akan dilakukan.

Cara ini juga mengurangi risiko terjebak penipuan atau pencurian identitas.

5. Unsubscribe atau matikan notifikasi

Apakah Anda berlangganan (subscribe) dari situs-situs belanja dan online shop, atau menyalakan notifikasi pada aplikasinya?

Anda memang bisa tahu lebih awal saat situs tersebut mengadakan diskon atau promo, tetapi hal ini juga membuat Anda lebih mudah tergiur untuk berbelanja.

Dengan berhenti berlangganan dan mematikan notifikasi, Anda tidak akan tahu penawaran-penawaran terbaru sehingga Anda tidak tergoda untuk membeli barang.

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis: Felicia Margaretha, Editor: Agustina Melani. Published: 22/11/2018)

Dapatkan artikel cara dari berbagai tema lain dengan mengeklik tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel