5 Cara Memotong Kuku Bayi yang Benar dan Aman

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Bayi memiliki kuku yang imut dan sangat lembut. Tetapi kuku bayi sangat mudah tumbuh, sehingga harus dirawat dengan benar agar tetap terjaga kesehatannya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk merawat kuku bayi adalah memotong kuku. Tapi karena kuku bayi sangat kecil, Sahabat Fimela harus berhati-hati saat memotong kuku bayi, agar tidak melukai kulit bayi dan tidak membuat bayi jadi rewel.

Bagi sebagian orang tua, memotong kuku bayi adalah hal yang menakutkan, karena kuku bayi masih terlalu tipis dan sangat rawan. Untuk itu, berikut cara memotong kuku bayi yang benar, dilansir dari berbagai sumber:

Cara Memotong Kuku Bayi

ilustrasi memotong kuku/KITTIPONG SOMKLANG/shutterstock
ilustrasi memotong kuku/KITTIPONG SOMKLANG/shutterstock

1. Potong Kuku Saat Bayi Tidur Atau Setelah Mandi

Cara memotong kuku bayi yang pertama adalah saat bayi sedang tidur atau setelah mandi. Karena saat bayi sedang tidur, gerakan bayi tidak akan seaktif saat sedang bangun, sehingga Mom akan lebih mudah memotong kuku bayi saat tidur. Sedangkan setelah mandi, kuku bayi akan lebih lunak, sehingga lebih mudah untuk dipotong.

2. Gunakan Gunting Khusus

Untuk memotong kuku bayi, gunakan gunting kuku yang khusus untuk bayi. Gunting kuku yang khusus untuk bayi memiliki sisi yang tumpul, sehinga tidak akan melukai kulit bayi. Selain menggunakan gunting khusus, kamu bisa menggunkan kikir yang lembut untuk memotong kuku bayi.

3. Posisikan Bayi Dalam Pangkuan

Jika bayi terbangun, memotong kuku bayi tetap bisa dilakukan dengan aman, asalkan bayi berada di pangkuan ibu. Hal ini bisa membantu ibu untuk memegangi bayi agar tidak terlalu banyak bergerak. Jangan lupa untuk memotong kuku di ruangan yang terang atau di siang hari, agar terlihat batasan antara kuku dan kulit bayi.

4. Potong Ikuti Tepian Kuku

Memotong kuku bayi harus menggunakan teknik yang benar, agar kulit bayi tidak terluka dan bentuk potongan kukunya lebih rapi. Teknik yang benar adalah memegang jari bayi, lalu tekan kulit di ujung jari dan gunting kuku mengikuti tepian kulit.

5. Jangan Panik

Jika tidak sengaja melukai kulit bayi dan ada darah yang keluar, lebih baik jangan panik dan tetaplah tenang. Kamu bisa mengambil tisu dan menekan area tersebut, untuk menghentikan keluarnya darah. Kulit atau jari yang terluka karena potongan kuku juga bisa direndam di air dingin, untuk membekukan darah yang keluar.

Cara Merawat Kesehatan Kuku

ilustrasi kuku/Uryupina Nadezhda/shutterstock
ilustrasi kuku/Uryupina Nadezhda/shutterstock

Selain memotong kuku jari, ada beberapa cara lain untuk merawat kuku bayi agar selalu sehat. Cara yang bisa dilakukan secara rutin adalah mencuci kuku bayi saat sedang mandi. Pastikan tangan ibu sudah bersih saat menyentuk bayi. Kuku bayi bisa dibersihkan dengan sabun bayi, dengan cara digosok secara perlahan dan lembut.

Jika sedang berada di luar rumah, kuku bayi bisa dibersihkan dengan tisu basah yang tidak mengandung pewangi atau alkohol. Karena walaupun kuku bayi terlihat bersih, akan tetap ada debu atau kotoran yang menempel di kuku jari bayi.

Jangan lupa juga untuk rutin mengoleskan pelembap khusus untuk bayi setelah mandi, yang bisa membuat kuku dan kulit jari tetap lembut dan ternutrisi. Kemudian pasangkan sarung tangan bayi, untuk melindungi kulitnya agar tidak tergores oleh kuku bayi.

Cara Memotong Kuku Balita

ilustrasi kuku/MIA Studio/shutterstock
ilustrasi kuku/MIA Studio/shutterstock

Saat anak memasuki usia balita, anak akan semakin aktif dan sering bermain. Sehingga akan semakin susah untuk memotong jari kukunya. Maka Mom harus lebih sabar saat memotong jari kuku anak yang sudah balita.

Agar anak tetap mau dipotong kukunya, gunakan gunting kuku yang memiliki bentuk lucu tetapi pisaunya tidak setajam gunting kuku dewasa. Kamu juga bisa mengajarkan cara menggunting kuku, dengan memeganggi jari anak yang kukunya akan di potong, dan tangan satunya untuk membantu memegangi tangan anak yang memegang gunting kuku.

Kalau anak tetap aktif dan tidak mau di potong kukunya, kamu bisa mengakalinya dengan memotong kuku anak secara bertahap, misalnya 3 kuku dulu dan sisanya saat anak tertidur. Bisa juga membacakan dongeng dan menyanyikan lagu anak-anak, agar anak balita tetap diam dan kukunya mau dipotong.