5 Cara Mendidik Anak agar Mandiri Sejak Dini, Panduan Pola Asuh untuk Orangtua

·Bacaan 3 menit

Mendidik anak menjadi anak yang mandiri bukan merupakan suatu hal yang mudah. Walaupun tidak mudah dilakukan, bukan berarti mendidik anak menjadi mandiri adalah hal yang mustahil. Melatih kemandirian pada anak memang perlu dilakukan sedari kecil.

Hal ini pun memerlukan kesabaran dan ketekunan orang tua dalam mengajarkan langkah demi langkah karena karakter mandiri memang perlu latihan dan kesabaran.

Melatih kemandirian pada anak bisa dimulai dari hal-hal kecil. Seperti mengajarkan anak untuk mengerjakan tugas kesehariannya sendiri, misalnya saja, makan dan mandi.

Saat mengajarkan anak beberapa hal tersebut, tentu tidak luput dari berbagai kendala. Berikut Fimela.com akan membagikan informasi 5 cara mendidik anak agar mandiri sejak dini. Simak semua ulasannya di bawah ini.

Memberikan Pengertian Kepada Anak

Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/Gustavo
Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/Gustavo

Hal pertama yang bisa dilakukan orang tua dalam melatih kemandirian anak adalah memberikan pengertian. Langkah ini penting dilakukan, sebelum orang tua memberikan beberapa tanggung jawab mandiri kepada anak. Ini dilakukan dengan tujuan supaya anak mengerti apa yang menjadi tanggung jawab pribadinya, sehingga anak tidak merasakan beban tanggung jawab yang harus dilakukan tanpa adanya alasan.

Contoh mudahnya, ketika seorang ibu hendak mengajari anak makan dan mandi sendiri, sebaiknya sang ibu memberikan pengertian kenapa sang anak harus melakukannya sendiri. Misalnya ibu memberikan pengertian, bahwa tugas makan dan mandi ketika masih kecil tidak menjadi masalah jika masih dibantu. Tetapi ketika nanti sudah besar tugas itu sudah menjadi tanggung jawab pribadi.

Dengan begitu, anak mengerti alasan mengapa dia harus melakukan hal tersebut. Jika anak memahami apa yang dimaksud sang ibu, anak pun akan mudah menerima tanpa memberontak.

Memberi Kesempatan pada Anak untuk Melakukan Aktivitas Sendiri

Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/cottonbro

Setelah memberikan pengertian kepada anak, selanjutnya orang tua dapat mengajarkan bagaimana cara melakukan beberapa hal yang kelak menjadi tanggung jawabnya. Dalam mengajarkan anak beberapa hal tersebut, sebaiknya orang tua memberikan pendampingan terlebih dahulu kepada anak. Misalnya ketika orang tua mengajarkan anak mandi sendiri, sebaiknya orang tua terlebih dahulu mendampinginya sambal mengajarinya bagaimana membersihkan badan dan rambut dengan bersih dan bagaimana menggosok gigi dengan benar.

Saat memberikan contoh tersebut, berikan kesempatan anak untuk mencoba mempraktikkannya sendiri. Saat anak mencoba melakukannya, perhatikan dan sesekali berilah arahan maupun koreksi ketika masih salah.

Dengan ini anak bisa mengerti bagian mana yang masih kurang tepat dan tahu cara memperbaikinya.

Mulai Memberikan Tanggung Jawab pada Anak

Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/Tatiana
Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/Tatiana

Memberikan tanggung jawab kepada anak penting dilakukan untuk melatih anak belajar mandiri. Memberikan tanggung jawab ini juga sebaiknya di mulai dari hal-hal kecil. Misalnya, setiap kali anak bermain berikanlah tanggung jawab untuk membereskan mainannya setelah selesai bermain. Jika anak masih belum mau melakukannya, orang tua bisa mengajaknya untuk membereskan mainan bersama.

Di sini akan lebih baik, jika orang tua sembari memberikan pengertian. Bahwa anak perlu membereskan mainannya supaya semua mainan dapat tersimpan dengan baik.

Selain itu, membereskan mainan dengan rapi juga mempermudah anak ketika mencari dan supaya mainan tidak hilang. Dengan begitu, lama-lama anak akan mengerti dan dapat melakukannya sendiri.

Memberikan Kesempatan Anak Menentukan Pilihan Sendiri

Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/Ketut
Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/Ketut

Mengajarkan sikap mandiri kepada anak juga dapat dilatih dengan cara memberikan kesempatan kepada anak untuk menentukan pilihannya sendiri. Mudahnya, ketika anak bingung menentukan ekstrakulikuler mana yang harus diikuti di sekolah. Pada kondisi yang seperti ini lebih baik jika orang tua ada untuk mendengarkan keluh kesah dan kebimbangannya.

Sesekali orang tua boleh memberikan gambaran kelebihan dan kekurangan dari setiap pilihan yang ada, namun tetap berikan ruang bagi anak menentukan pilihannya sendiri. Dengan ini pikiran anak menjadi terbuka.

Di samping itu, anak juga akan memahami bahwa setiap pilihan ada positif dan negatifnya.

Memberikan Apresiasi pada Setiap Usaha yang Dilakukan Anak

Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/Eliana
Ilustrasi Anak dan Orangtua Credit: pexels.com/Eliana

Mengajarkan anak untuk belajar mandiri juga harus diikuti kemauan untuk menghargai setiap usaha yang sudah dilakukan sang anak. Misalnya ketika anak sudah mau membereskan mainannya sendiri, berikanlah ucapan terima kasih dan pujian kepadanya serta doronglah anak untuk mempertahankan kebiasaan itu.

Pun ketika anak masih melakukan kesalahan, orang tua juga perlu menghargai usaha yang telah dilakukannya walaupun belum sesuai. Katakan kepada anak bahwa melakukan kesalahan adalah hal wajar, yang terpenting tetap mencobanya lebih baik lagi di lain kesempatan. Dengan begitu, anak akan tetap merasa dihargai dari hal kecil yang ia lakukan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel