5 Cara Mengakhiri Pertemanan yang Toxic, Jangan Ditunda Lagi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sama seperti hubungan asmara, tentunya pertemanan juga bisa menjadi toxic. Ketika Anda merasa teman Anda sering menyakiti, meremehkan, menjatuhkan, atau membuat Anda merasa kurang layak secara terus menerus, sudah saatnya Anda mengakhiri pertemanan tersebut.

Menurut psikolog Marisa Franco, di setiap hubungan yang sehat, kita harus menerapkan mutualitas di mana kita memikirkan kebutuhan kita dan kebutuhan orang lain serta mempertimbangkan keduanya. Namun, pertemanan yang buruk tidak melakukan mutualitas yang mana mereka hanya memikirkan kebutuhan mereka sendiri.

Dalam menjalin sebuah persahabatan terkadang memang menantang, dan ini merupakan hal yang bagus. Tetapi, jika Anda merasa direndahkan dan terus menerus ditinggalkan, mungkin sudah waktunya Anda mempertimbangkan pertemanan Anda.

Marisa Franco juga menambahkan penting dalam menjalani persahabatan untuk bahagia atas kesuksesan satu sama lain. Jika mereka hanya memikirkan diri sendiri dan menjatuhkan temannya ketika sukses Anda harus mundur selangkah karna pertemanan yang kurang sehat.

Mengucapkan salam perpisahan dengan seseorang yang pernah Anda sayangi memang sulit. Maka dari itu, berikut ini lima cara mengakhiri hubungan pertemanan yang toxic seperti melansir dari Bustle, Jumat (30/9/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Menyelesaikan masalah jika terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan dalam pertemanan Anda

ilustrasi persahabatan/copryight Pexels
ilustrasi persahabatan/copryight Pexels

Sebelum Anda memikirkan hal negatif terhadap teman Anda, ada baiknya jika Anda meluangkan waktu sejenak untuk mengatasi masalah dengan teman Anda. Bicarakan secara baik-baik tindakan dan perkataan yang dilakukan oleh teman Anda yang menyakiti hati Anda.

Setelah itu, jika Anda merasa sudah waktunya untuk mengakhiri persahabatan, orang tersebut akan mengingat dan menyadari tindakan mereka yang menyakiti perasaan Anda.

Seorang pakar hubungan, Alexis nicole White mengatakan seringkali orang tidak menyadari bahwa mereka menyakiti perasaan Anda. Sehingga Anda harus memberitahu mereka jika merasa tersakiti dan ini dapat memberitahu mereka bahwa Anda tidak senang diperlakukan seperti itu.

2. Mulai membatasi diri

ilustrasi sahabat/Photo by Ivandrei Pretorius from Pexels
ilustrasi sahabat/Photo by Ivandrei Pretorius from Pexels

Ini adalah cara lain yang dapat Anda lakukan untuk memulai perpisahan dengan teman toxic Anda. Jika Anda tidak disambut baik, mereka perlu menyadari hal tersebut.

Ketika teman Anda terus melewati batas dan bertindak terlalu jauh, tegaskanlah batasan Anda. Beri tahu mereka dengan tegas bahwa Anda tidak senang dengan tindakan mereka.

Jika teman Anda memiliki sikap yang kurang baik dan membuat pertemanan Anda menjadi toxic, maka dia berhak mengetahui bahwa tindakan dan perilakunya tidak dapat diterima.

3. Prioritaskan diri Anda

Ilustrasi orang bahagia. Sumber foto: pexels.com/Andre Furtado.
Ilustrasi orang bahagia. Sumber foto: pexels.com/Andre Furtado.

Ketika Anda mengatakan pada teman bahwa Anda merasa tersakiti, Anda seringkali merasa bersalah dan merasa tidak enak. Namun, Anda harus bisa menjadikan diri Anda sebagai prioritas.

Seorang ahli dalam resolusi konflik, Karen Valencic mengatakan bahwa hal tersebut didasarkan pada bagaimana Anda melihat diri Anda dihargai. Jika Anda membiarkan mereka, Anda tidak melihat diri Anda sebagai sesuatu yang berharga.

Jadi, kalau merasa tindakan teman Anda salah, hal ini akan memotivasi Anda untuk mengakhiri pertemanan tersebut.

4. Unfriend mereka di media sosial

Ilustrasi Media Sosial Credit: pexels.com/Tracy
Ilustrasi Media Sosial Credit: pexels.com/Tracy

Anda tidak perlu tahu apa yang sedang mereka lakukan, begitupun dengan mereka, tidak perlu tahu apa yang Anda lakukan. Menurut pakar hubungan, Alexis Nicole White mengatakan tidak perlu bagi salah satu pihak untuk mengetahui ke mana mereka pergi atau apa kegiatan sehari-hari mereka.

Namun, hadirnya media sosial telah menjadi sumber informasi di mana kita sebagai pemiliknya mengunggah informasi yang tidak perlu ke media sosial kita.

Terkadang informasi tersebut bisa menimbulkan perasaan cemburu, dendam, atau gosip yang tidak diperlukan. Ketika Anda meng-unfriend media sosial teman Anda, mungkin setelahnya akan timbul rasa penasaran, tetapi hiraukan perasaan tersebut.

5. Menjauh secara perlahan

Ilustrasi Menggosip Credit: pexels.com/Eli
Ilustrasi Menggosip Credit: pexels.com/Eli

Mulailah untuk memisahkan diri Anda pada pertemanan yang toxic ini secara bertahap. White menjelaskan lingkaran sosial yang sehat adalah penuh kebahagiaan, kekaguman, cinta dan dukungan.

Jika Anda tidak memiliki hal tersebut dari hubungan pertemanan Anda, inilah saatnya untuk menjauh perlahan-lahan.

Penulis:

Stephanie

Universitas Multimedia Nusantara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel