5 Cara Mengatasi Bayi Tidak Mau Makan

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Setelah pemberian ASI eksklusif, tahapan si kecil berikutnya ialah anak sudah mulai makan atau MPASI. Namun, saat MPASI menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua.

Menutup mulutnya rapat-rapat, hanya memainkan sendok makannya, menangis menjadi tanda bayi tidak mau makan. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan si kecil tidak mau makan, seperti bayi sudah kenyang, tidak mau mencoba makanan baru, anak merasa kurang enak badan, hingga mengantuk.

Lalu bagaimana caranya agar membuat si kecil tidak sulit makan? Berikut ulasannya, melansir yourkidstable.

1. Perkenalkan makanan dengan menyimpan di depan si kecil

Hal pertama yang bisa dilakukan ialah meletakkan satu sendok makanan bayi seperti yogurt atau makanan lainnya di atas nampan kursi makannya. Pasti ada kekacuan dan makanan pun akan berantakan, namun ini akan membuat anak mulai makan-makannya.

Usahakan untuk memberikan porsi makan bayi sedikit terlebih dahulu agar ia tidak terlalu ‘kaget’ pada pengalaman barunya. Coba berikan makanan yang sama kepada bayi selama beberapa hari.

2. Dorong bayi untuk menyentuh makanan, tetapi jangan memaksanya

Bersikaplah konyol, seperti memainkan sendoknya seperti seolah-olah pesawat. Jika mereka menolak, coba dan coba lagi. Faktanya, di setiap makan, taruh sesendok makanan itu di piring si kecil agar bisa dimainkan dan sentuh. Jika tidak mau menyentuhnya setelah beberapa kali mencoba, tawarkan sendok untuk menempelkan si kecil ke makanan juga.

3. Setelah anak menyentuh makanan, segera suapi

ilustrasi bayi/copyright Shutterstock
ilustrasi bayi/copyright Shutterstock

Biarkan si kecil menyentuh, menyebar, dan meletakkannya di seluruh piring atau mejanya. Ini bagus untuk pemrosesan sensorik dan akan membuat perbedaan besar dalam membantu terbiasa dengan tekstur padatan. Jika mereka kesal setelah menyentuh makanan, atau karena sekarang semuanya berantakan, bersikaplah tenang sambil menyuapinya.

Siapkan kain lap basah dan segera seka. Dan, jika ini cara mereka menanggapinya, itu tandanya perlu banyak berlatih bermain dengan makanan ini! Semakin sering menyentuh dan berinteraksi dengan makanan, si kecil akan semakin dekat untuk memakannya.

4. Perhatikan jadwal makan dan pilihan makanannya

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), memberikan makan secara teratur sesuai jadwal sedikit banyak dapat membantu menambah nafsu makan bayi yang tidak mau makan.

Coba rutin memberi jarak minimal 3 jam di antara waktu makan utama agar membantu bayi mengenal rasa lapar dan kenyang. Cara ini diharapkan dapat membuat si kecil makan dalam porsi yang cukup.

Hindari memberikan jenis makanan yang mengandung terlalu banyak susu. Ini karena susu bisa membuat anak cepat merasa kenyang sehingga justru mengurangi nafsu makannya.

Bagi bayi usia 6-8 bulan, pemberian makanan bisa dilakukan 2 kali dengan ASI 6 kali per hari. Sementara untuk bayi usia 9-11 bulan, pemberian makanan dan ASI disarankan sama-sama 4 kali per hari.

Berbeda untuk bayi 12 bulan ke atas, pemberian makanan disarankan 6 kali dengan ASI atau susu formula bayi 2 kali per hari.

5. Beri wortel atau batang seledri besar

Bisa memberi anak wortel utuh atau batang seledri besar saat makan. Bukan untuk anak memakannya, tetapi untuk masukkan ke dalam mulutnya. Ketika melakukan ini, itu membantu mengurangi sensitivitas refleks muntah dan berlatih menggigit, mengunyah, dan menggerakkan lidah.

#elevate women