5 Cara Mengatasi Rasa Hampa setelah Perpisahan

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Perpisahan tak pernah baik-baik saja. Sekalipun kita telah mengakhiri sebuah hubungan dengan cara saling mengikhlaskan, tetap saja ada rasa sedih yang terasa. Bahkan ada rasa hampa di dalam hati yang rasanya sulit untuk diatasi seorang diri.

Saat baru putus cinta atau patah hati, kita butuh waktu untuk memulihkan diri. Biasanya yang butuh waktu lama untuk diatasi adalah rasa hampa dan kosong. Ada kekosongan yang terasa begitu menyiksa batin. Rasa kesepian pun terasa lebih pekat dari sebelumnya. Namun, selalu ada cara yang bisa kita coba untuk mengatasinya.

1. Isi Waktu dengan Menuangkan Perasaan dalam Tulisan

Daripada perasaan terus dipendam, coba tuliskan. Daripada bingung menghadapi perasaan sendiri, coba uraikan melalui kata-kata. Menulis bisa jadi terapi yang menyehatkan. Kalau tak punya tenaga untuk teriak atau marah-marah, coba luapkan semua dalam bentuk tulisan. Uraikan semua kekesalan yang ada dalam diri dengan tulisan. Lepaskan saja semua beban yang ada di dalam dada. Karena seringkali cara terbaik untuk bisa mengatasi rasa hampa yang menghampiri adadalah dengan jujur pada diri sendiri.

2. Berhenti Menyesali yang Telah Berlalu

Tak perlu menyesali segalanya. Kenangan indah yang pernah terukir bersama biarkan saja tersimpan dalam kotak memorimu. Mungkin kamu masih ingat dengan pengalaman bertemu dengannya pertama kali. Mungkin jantung berdebar dan bibir tak berhenti mengulum senyum. Pertemuan itu telah memberi kebahagian sendiri. Walau ternyata pada akhirnya harus berpisah, toh sudah ada kebahagiaan yang pernah kita dapatkan bersamanya dulu. Kenang secukupnya, lalu lanjutkan perjalananmu dengan melangkah ke depan.

3. Sibukkan Diri dengan Rutinitas Baru

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Vanatchanan+Buahom
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Vanatchanan+Buahom

Psikolog dan penulis buku How to Fix a Broken Heart, Guy Winch memaparkan bahwa berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menangisi dan menyesali perpisahan yang terjadi sebenarnya tergantung sepenuhnya pada kita. Jadi, daripada terus menyalahkan diri atas rasa hampa dan rasa sepi yang menghampiri, mending sibukkan diri dengan hal-hal baru. Buat prioritas dan rutinitas baru yang bisa kamu nikmati.

4. Pahami bahwa Perpisahan dan Pertemuan Itu Bagian dari Kehidupan

Seringkali kita tak punya kuasa untuk menghindari sebuah pertemuan, walau pada akhirnya pertemuan itu berakhir dengan perpisahan. Kadang kita tak pernah bisa menghindari pertemuan dan perpisahan dengan seseorang yang tak pernah kita duga. Tak perlu merasa bersalah dengan apa pun yang terjadi sebab lika-liku kehidupan bisa membantu kita menjadi pribadi yang lebih dewasa.

5. Luangkan Waktu untuk Mendapat Udara Segar

“Think about any attachments that are depleting your emotional reserves. Consider letting them go.” – Oprah Winfrey

Kadang rasa hampa hadir karena kita terlalu terjebak dalam perasaan yang sempit. Berada di tempat terbuka dengan udara segar sudah bisa membantu kita melepaskan rasa sesak di dalam dada. Cari udara segar dan sinar matahari hangat. Fisik pun bisa lebih bugar dan kondisi hati serta pikiran juga bisa lebih stabil nantinya.

Semoga cara-cara di atas bermanfaat, ya. Saatnya untuk membuka lembaran hidup baru yang lebih baik lagi.

#ElevateWomen