5 Cara Menyimpan Kopi Bubuk yang Tepat dan Tips Menyeduhnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Banyak penikmat kopi menyarankan, biji kopi yang baru saja digiling sebelum diseduh dan dinikmati memiliki cita rasa terbaik. Memang hal tersebut sangat benar, akan tetapi, dengan minimnya kepemilikan alat untuk memproses biji kopi agar siap seduh, menjadi salah satu alasan mengapa seseorang membeli kopi dalam bentuk bubuk. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa merasakan kesegaran kopi dalam bentuk bubuk.

Mengapa banyak yang menyarankan membeli kopi dalam bentuk biji? Memang, dari segi rasa dan kesegarannya dapat bertahan lebih lama dari bentuk bubuk. Meski demikian, jika cara menyimpan kopi dalam bentuk biji tidak benar, kopi dalam bentuk biji juga dapat berkurang rasanya ketika diseduh karena sudah tidak segar.

Dengan kata lain, baik kopi dalam bentuk biji atau bubuk, masing-masing memiliki potensi tidak segar saat diseduh, apabila cara menyimpan kopi bubuk dan biji tersebut tidak benar.

Salah satu faktor utama yang membuat kopi bubuk tidak lagi segar yaitu saat kopi terpapar udara dalam waktu yang berkepanjangan. Kopi dalam bentuk bubuk apabila terpapar udara dalam waktu lama akan lebih cepat mengalami penurunan kualitas dibanding kopi dalam bentuk biji. Itulah mengapa, penting memahami bagaimana cara menyimpan kopi bubuk yang tepat.

Berikut ini, Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber, bagaimana cara menyimpan kopi bubuk yang tepat dan efektif untuk dilakukan, Senin (4/1/2021).

1. Pilih wadah kedap udara

Toples Kopi (Image by No-longer-here from Pixabay)
Toples Kopi (Image by No-longer-here from Pixabay)

Cara menyimpan kopi bubuk yang tepat yaitu dengan memilih wadah kopi yang kedap udara. Pasalnya, bubuk kopi yang terpapar udara secara terus menerus dapat mengurai kesegaran dari kopi. Kemudian pastikan tidak terdapat bau dari wadah tersebut yang tentunya dapat memengaruhi kualitas bubuk kopi.

Apabila memungkinkan, pilih juga wadah dengan bahan seperti keramik. Sebab, jenis bahan tersebut dapat menjaga bubuk kopi dari cahaya yang berlebihan. Namun, jika tidak memungkinkan, cara menyimpan kopi bubuk bisa juga menggunakan wadah kaca, tapi selama area penyimpanannya diperhatikan.

2. Perhatikan lokasi peletakan wadah

Toples Kopi (Image by Rae Wallis from Pixabay)
Toples Kopi (Image by Rae Wallis from Pixabay)

Selain memilih wadah bubuk kopi yang kedap udara, perlu juga untuk menyimpan wadah bubuk kopi yang terhindar dari panas dan cahaya berlebih. Sebab, kedua hal tersebut dapat mengganggu kesegaran dari bubuk kopi.

Sempat disinggung sebelumnya, jika menggunakan wadah kaca, hindari meletakkan wadah di dekat kompor atau lokasi-lokasi yang berpotensi terkena cahaya berlebih, alangkah lebih baik jika menyimpannya di dalam rak yang jauh dari paparan cahaya.

3. Hindari tempat lembap

Ilustrasi dapur di apartemen mungil. (dok. Unsplash.com/Naomi Hébert @naomish)
Ilustrasi dapur di apartemen mungil. (dok. Unsplash.com/Naomi Hébert @naomish)

Selain panas dan cahaya berlebih, hindari juga tempat dengan suhu lembab akan mengganggu kesegaran dari bubuk kopi yang disimpan. Akan lebih baik jika menghindari tempat-tempat yang lembap seperti lemari es. Justru, akan lebih baik jika menyimpan bubu kopi di tempat yang sejuk dan kering.

4. Segera tutup wadah setelah dibuka

Toples Kopi (Image by alexandruvserban from Pixabay)
Toples Kopi (Image by alexandruvserban from Pixabay)

Meski sudah melakukan beberapa cara menyimpan kopi bubuk di atas, kebiasaan membiarkan wadah bubuk kopi terbuka juga bisa menjadi salah satu penyebab bubuk kopi tidak lagi segar. Jika selesai mengambil beberapa sendok takar bubuk kopi, jangan lupa langsung menutupnya kembali. Sebab, paparan udara menjadi salah satu faktor terbesar penyebab bubuk kopi menurun kualitasnya.

5. Jangan beli kopi terlalu banyak

Kopi bubuk (Image by kalhh from Pixabay)
Kopi bubuk (Image by kalhh from Pixabay)

Selain cara menyimpan kopi bubuk di atas, membatasi kopi yang dibeli juga menjadi hal penting agar kopi tetap segar. Lebih baik membeli kopi dalam jumlah sedikit yang sekiranya habis jika dikonsumsi kurang dari 1-2 minggu.

Sebab, jika membeli kopi untuk persediaan berbulan-bulan dan menyimpannya dalam bentuk bubuk, maka sangat besar kemungkinan jika rasa kopi akan sangat berbeda dibanding awal pembelian.

Jadi, meski sudah melakukan beragam cara menyimpan kopi bubuk di atas, ada baiknya tetap memperhatikan jumlah pembelian bubuk kopi tersebut, tentu agar kualitas rasa lebih terjaga.

Tips Menyeduh Kopi

Ilustrasi pria minum kopi (Dok.Unsplash)
Ilustrasi pria minum kopi (Dok.Unsplash)

Ada beberapa tips agar seduhan kopi menghasilkan rasa yang maksimal, antara lain:

- Apabila ingin mendapat rasa kopi terbaik, sebaiknya membeli kopi dan menyeduhnya sesegera mungkin.

- Pastikan perlengkapan yang digunakan bersih dan tidak ada minyak kopi atau sisa seduhan kopi sebelumnya.

- Untuk rasa kopi yang berkualitas, gunakan air yang sudah disaring atau dari air minum botolan, dan hindari air sulingan.

- Ggunakan rasio air 1 gram kopi/15 ml air, perhitungan ini berlaku juga kelipatannya.

- Suhu air ideal untuk menyeduh kopi 90-96 derajat Celcius. Suhu yang terlalu dingin menyebabkan rasa kopi terasa datar, sedangkan kopi yang dimasak terlalu panas menghilangkan kualitas rasa dari kopi tersebut.

- Rasa terbaik dari kopi akan terasa setelah 4 menit terjadi kontak antara kopi dengan air panas. Jika menggunakan plunger pot, waktu kontak idealnya antara 2-4 menit. Untuk kopi espresso, lama kontaknya berkisar 20-30 detik saja. Apabila rasa yang dihasilkan kurang optimal, mungkin waktu kontak kopi dengan air panas masih terlalu cepat atau terlalu lama.

Setelah tips menyeduh di atas sudah dijalankan, segera nikmati kopi. Agar temperature kopi mampu bertahan lebih lama, gunakan cangkir kopi atau mug. Pastikan menjaga temperatur kopi pada suhu antara 80-85 derajat Celcius. Apabila menggunakan pemanas elektrik, jangan pernah menyeduh atau memanaskan kopi lebih dari 15 menit.