5 Cara Merawat Pusar Bayi yang Sudah Lepas

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Setelah bayi lahir, tali pusar bayi yang terhubung ke plasenta harus dipotong. Karena tali pusar itu sudah tidak digunakan lagi, dan dipotong dengan alat khusus yang dilakukan oleh dokter setelah bayi lahir.

Tetapi saat memotong tali pusar bayi, biasanya tali tersebut akan tersisa sedikit dan menempel pada perut. Sisa tali pusar atau tunggul umbilikus harus dirawat dengan benar, agar tidak menyebabkan infeksi atau berdarah pada perut bayi.

Sisa tali pusar ini juga harus dirawat agar cepat kering, dan harus dibersihkan dengan cara yang benar agar tidak berdarah. Berikut cara merawat pusar bayi yang sudah lepas, dilansir dari beberapa sumber:

Fungsi Tali Pusar Bayi

ilustrasi Cara merawat pusar bayi yang sudah lepas/Dipu Shahin DS/pexels
ilustrasi Cara merawat pusar bayi yang sudah lepas/Dipu Shahin DS/pexels

Tali pusar memiliki manjang kurang lebih 50cm, yang berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam rahim. Tali pusar ini menjulur dari lubang di perut bayi ke plasenta rahim.

Tali pusar ini juga memiliki fungsi untuk membawa nutrisi untuk bayi, menyalurkan oksigen dari plasenta ke aliran darah, dan berfungsi sabagai antibodi untuk bayi sebelum lahir.

Tetapi setelah bayi lahir, tali pusar sudah tidak berfungsi lagi, sehingga harus dipotong dan meninggalkan sisa sepanjang 2cm hingga 3cm, sebagai bentuk pusar bayi.

Cara Merawat Pusar Bayi

ilustrasi Cara merawat pusar bayi yang sudah lepas/Georgia Maciel/pexels
ilustrasi Cara merawat pusar bayi yang sudah lepas/Georgia Maciel/pexels

1. Membersihkan Pusar

Setelah tali pusar lepas, pusar bayi harus tetap dijaga kebersihannya sehari sekali. Pusar bayi ini bisa dibersihkan dengan kapas dan air hangat. Bersihkan secara rutin hingga pusar kering dan terhindar dari infeksi.

2. Pastikan Sisa Tali Pusar Kering

Sisa tali pusar yang belum lepas harus dijaga agar kondisinya tetap kering. Hal ini dilakukan untuk mencegah infeksi atau pusar berdarah. Usahakan sisa tali pusar sering terkena udara dan hindari penggunaan popok sampai menutup pusar, untuk menjaga pusar kering dan tidak iritasi.

3. Mengelap Bayi

Saat memandikan bayi, usahakan tidak memasukkan bayi ke dalam bak sampai sisa tali pusar lepas. Kamu bisa memandikan bayi dengan cara mengelap bayi, menggunakan washlap yang teksturnya lembut dan sabun mandi khusus bayi.

4. Gunakan Baju Longgar

Setelah tali pusar lepas, usahakan untuk menggunakan baju yang longgar dan tidak terlalu menekan pusar bayi, untuk menghindari terjadinya gesekan pada area pusar dan mempercepat proses keringnya pusar bayi.

5. Jangan Melepas Sisa Tali Pusar

Walaupun sisa tali pusar sudah kering, sebaiknya jangan dilepas secara paksa dan biarkan sisa tali pusar terlepas dengan sendirinya, agar tidak terjadi pendarahan di area pusar bayi.

Ciri-Ciri Pusar Bayi Mengalami Infeksi

ilustrasi pusar bayi/Victoria Borodinova/pexels
ilustrasi pusar bayi/Victoria Borodinova/pexels

Area pusar bayi yang sudah lepas harus dirawat dengan benar, untuk mencegah pendarahan atau infeksi di area tersebut. Kalau pusar bayi mengalami infeksi, bayi akan menangis saat sisa tali pusar tersentuh gesekan.

Ciri-ciri infeksi pada pusar juga terlihat saat pusar berwarna merah dan membengkak. Bahkan area pusar bisa mengeluarkan nanah berwarna putih dan berdarah. Biasanya pusar yang infeksi memiliki bau busuk, karena terdapat bakteri dan kotoran yang tersumbat di area tersebut.

Kalau sisa tali pusar mengalami ciri-ciri infeksi, Mom harus segera berkonsultasi kepada dokter, agar bayi tidak terserang penyakit yang berbahaya atau mengancam nyawa bayi.