5 Catatan Menarik Setelah Juventus Keok dari PSG dan Terlempar ke Liga Europa.

Bola.com, Turin - Juventus melengkapi catatan minornya di Liga Champions musim ini. Pada laga terakhir Grup H, Kamis (3/11/2022) dini hari WIB, Juve menelan kekalahan 1-2 dari Paris Saint-Germain.

I Bianconeri benar-benar tak berdaya di Liga Champions 2022/2023. Tim asuhan Massimiliano Allegri itu hanya meraih satu kemenangan dan menelan lima kekalahan dari enam pertandingan di Grup H.

Teranyar, Juventus keok ketika menjamu PSG di Allianz Stadium. Gol tunggal Juve disarangkan Leonardo Bonuci (39'). Adapun dua gol kemenangan Les Parisiens dicetak Kylian Mbappe pada menit ke-13 dan Nuno Mendes menit ke-69.

Kekalahan itu memastikan Juventus tersingkir ke play-off Liga Europa karena menempati peringkat ketiga Grup H dengan koleksi tiga poin. Adapun PSG di urutan kedua dengan nilai 14, kalah selisih gol dari Benfica yang lolos ke-16 besar sebagai juara grup.

Tiga poin tersebut menjadi pencapaian terburuk Juve selama fase grup Liga Champions. Sejumlah pelajaran menarik lainnya tersaji pasca-duel Juventus versus Paris Saint-Germain.

 

Satu-satunya Perwakilan Italia yang Gagal

Penyerang PSG Kylian Mbappe menjebol gawang Juventus di lanjutan Liga Champions (AFP)
Penyerang PSG Kylian Mbappe menjebol gawang Juventus di lanjutan Liga Champions (AFP)

Liga Champions 2022/2023 menempatkan empat wakil dari Liga Italia, yakni AC Milan, Napoli, Juventus, dan Inter Milan.

Napoli jadi wakil Italia dengan catatan terbaik. I Partenopei menjadi juara Grup A dengan torehan 15 poin. Inter Milan juga tampil memukau di Grup C yang disebut sebagai grup neraka.

I Nerazzuri lolos sebagai runner-up dengan 10 poin. AC Milan juga berhasil lolos, meski dengan status runner-up. Milan mengumpulkan 10 poin.

Sementara itu, Juventus harus finis paling rendah di antara tiga wakil Italia lainnya degan menempati peringkat ke-3. Sekaligus jadi poin terendah karena hanya mengumpulkan tiga poin.

 

Persentase Kemenangan 50 Persen

Juventus hanya mampu mencetak satu gol di menit ke-39 melalui Leonardo Bonucci. (AP/Antonio Calanni)
Juventus hanya mampu mencetak satu gol di menit ke-39 melalui Leonardo Bonucci. (AP/Antonio Calanni)

Dalam sepuluh pertandingan terakhir, Juventus hanya meraih lima kemenangan. Lima pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan. Artinya, rasio kemenangan Bianconeri hanya 50 persen.

Dari lima kekalahan tersebut, Juventus kalah menghadapi dua tim besar, yaitu kalah menghadapi PSG (1-2) dan AC Milan (0-2). Satu kekalahan dari tim yang kualitasnya sedikit di bawah, yaitu Benfica (3-4).

Sedangkan dua kekalahannya lainnya diperoleh Juventus dari tim kecil. Juventus sempat kalah dari Monza (0-1) dan Maccabi Haifa (0-2).

 

Pencapaian Terburuk

Dengan hasil ini, Juventus terlempar ke Liga Europa setelah hanya mampu finis di urutan ketiga dengan koleksi tiga poin. (AP/Antonio Calanni)
Dengan hasil ini, Juventus terlempar ke Liga Europa setelah hanya mampu finis di urutan ketiga dengan koleksi tiga poin. (AP/Antonio Calanni)

Juventus mesti tersingkir ke Liga Europa bukanlah kali pertama. Massimiliano Allegri tercatat jadi pelatih ketiga yang mengalami hal tersebut.

Hanya saja jika dibandingkan dengan dua pelatih lainnya, pencapaian Allegri yang paling buruk. Juventus hanya mengumpulkan tiga poin, terpaut 11 poin dari pemimpin klasemen dan poinnya sama dengan posisi empat.

Waktu di bawah asuhan Antonio Conte, Juventus juga pernah tersingkir ke Liga Europa tahun 2013. Juventus hanya mengumpulkan enam poin, tetapi hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen.

Juventus tercatat pertama kali tersingkir dari Liga Champions ke Liga Europa pada 2009 silam. Manajernya masih Ciro Ferrara. Di tangannya, Juventus yang sudah meraih delapan poin, terpaksa mengakhiri klasemen di peringkat ke-3. Juventus terpaut dua poin saja dari pemuncak klasemen saat itu.

 

Kembalinya Federico Chiesa

Federico Chiesa menjadi bidikan Conte jika merujuk pada formasi 3-4-3 yang sering ia gunakan. Ia akan menjadi trio maut bersama Kane dan Son. Namun akan sulit rasanya mendapatkan Chiesa, mengingat dirinya akan diproyeksikan sebagai pemain masa depan Juventus menggantikan Ronaldo. (AFP/Olga Maltseva)
Federico Chiesa menjadi bidikan Conte jika merujuk pada formasi 3-4-3 yang sering ia gunakan. Ia akan menjadi trio maut bersama Kane dan Son. Namun akan sulit rasanya mendapatkan Chiesa, mengingat dirinya akan diproyeksikan sebagai pemain masa depan Juventus menggantikan Ronaldo. (AFP/Olga Maltseva)

Hal positif pertama dari kekalahan ini adalah kembalinya Federico Chiesa. Pemain berusia 25 tahun ini masuk pada menit ke-74 menggantikan Fabio Miretti.

Chiesa jadi sosok yang sudah lama dirindukan oleh para penggemar. Pemain sayap tajam berpaspor Italia tersebut menderita cedera sejak awal Januari 2022 lalu.

Chiesa sebenarnya sudah mulai berlatih bersama Juventus sekitar dua minggu yang lalu. Ia tiba di latihan bersama Paul Pogba yang saat itu mulai pulih dari cederanya. Akan tetapi, Chiesa pulih seperti biasa, namun Pogba mendapatkan cedera lagi.

 

Pemain Muda Unjuk Gigi

<p>Fabio Miretti melepaskan tembakan pada&nbsp;pertandingan sepak bola Liga Italia Serie A antara Juventus dan Empoli di Stadion Juventus di Turin, Italia, Sabtu (22/10/2022) dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)</p>

Fabio Miretti melepaskan tembakan pada pertandingan sepak bola Liga Italia Serie A antara Juventus dan Empoli di Stadion Juventus di Turin, Italia, Sabtu (22/10/2022) dini hari WIB. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Satu lagi hal positif dari kekalahan tersebut adalah penampilan para pemain muda Juventus. Allegri menurunkan dua pemain di bawah usia 22 tahun sejak awal laga. Kemudian menambah tiga lagi jelang akhir laga.

Fabio Miretti (19) dan Nicolo Fagioli (21) jadi dua pemain yang penampilannya cukup memuaskan bagi para penggemar. Satu hal yang mungkin perlu diasah adalah pengambilan keputusan agar lebih baik.

Kemudian, pada periode menit 85 sampai 88, ada tiga pemain yang masuk. Matias Soule (19) lebih dulu masuk di menit ke-85. Lalu di menit ke-88 ada pergantian dobel dengan memasukkan Enzo Barrenechea (21) dan Tommaso Barbieri (20).

Sumber: Berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Abdi Rafi Akmal/Published: 03/11/2022)

Simak Posisi Juventus di Liga Champions: