5 Catatan Setelah Liverpool Terdepak dari Liga Champions: Banyak Peluang Ambyar, Sad Ending Deh!

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Liverpool dan Real Madrid kembali bertatap muka untuk melakoni laga leg kedua babak perempat final Liga Champions yang digelar di Anfield, Kamis (15/4/2021) dinihari tadi. Kedua tim sama-sama ngotot mencetak gol, tapi hasil akhirnya tetap 0-0.

Selaku tuan rumah, tidak mengherankan kalau Liverpool tampil lebih dominan ketimbang Real Madrid. Apalagi dengan beban dua gol yang harus disarangkan Mohamed Salah dkk untuk bisa lolos ke babak semifinal.

Di sisi lain, Madrid hanya membutuhkan hasil imbang untuk mempertahankan agregat 3-1. Mereka berhasil menuntaskan misinya dengan baik walaupun tak mampu mencetak gol ke gawang the Reds.

Ada 5 catatan penting dari laga Liverpool versus Real Madrid kali ini. Informasi selengkapnya bisa disimak dengan melakukan scroll ke bawah.

Buang-buang Peluang!

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp (kanan) menyapa Mohamed Salah usai pertandingan melawan Real Madrid pada leg kedua babak perempat final Liga Champions di stadion Anfield di Liverpool, Inggris, Kamis (14/4/2021). Real Madrid menyingkirkan Liverpool keunggulan agregat 3-1. (AP Photo/Jon Super)
Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp (kanan) menyapa Mohamed Salah usai pertandingan melawan Real Madrid pada leg kedua babak perempat final Liga Champions di stadion Anfield di Liverpool, Inggris, Kamis (14/4/2021). Real Madrid menyingkirkan Liverpool keunggulan agregat 3-1. (AP Photo/Jon Super)

Liverpool sudah melakukan berbagai upaya untuk bisa melakukan comeback seperti di tahun-tahun sebelumnya. Sebagaimana yang telah dituturkan di atas, pasukan Jurgen Klopp tersebut tampil lebih dominan dan mampu menghasilkan sejumlah peluang.

Misi mencetak dua gol sebenarnya bukan perkara yang berat jika melihat laga ini berjalan. Liverpool seharusnya bisa mendapatkan banyak gol dalam pertandingan tersebut. Bayangkan, mereka bisa mendapatkan tiga peluang emas dalam waktu 20 menit pertama.

Sayangnya, peluang demi peluang yang diciptakan selalu gagal menghasilkan gol. Tumpulnya lini depan membuat Liverpool harus mengucapkan selamat tinggal dengan Liga Champions.

Courtois Penyelamat Real Madrid

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, berusaha menangkap bola saat melawan Elche pada laga Liga Spanyol di Stadion Manuel Martinez Valero, Rabu (30/12/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (AP/Jose Breton)
Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, berusaha menangkap bola saat melawan Elche pada laga Liga Spanyol di Stadion Manuel Martinez Valero, Rabu (30/12/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (AP/Jose Breton)

Jika ada satu pemain Real Madrid yang pantas mendapatkan pujian di laga ini, maka jawabannya adalah Thibaut Courtois. Kiper asal Belgia tersebut melakukan sejumlah penyelamatan gemilang yang sukses membuat barisan depan the Reds frustrasi.

Menurut Whoscored, Courtois melakukan empat penyelamatan. Salah satunya adalah ketika dirinya menghalau tembakan dari jarak dekat Mohamed Salah pada menit ke-2. Kalau bukan dirinya, mungkin Real Madrid sudah tertinggal.

Aksi penyelamatan gemilang lainnya dilakukan di menit ke-11. Gelandang Liverpool, James Milner, melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang mengarah ke pojok kanan atas gawang. Courtois sampai terbang demi menghalau tembakan tersebut.

Mental Berbicara

Gelandang Liverpool, Georginio Wijnaldum membawa bola usai melewati gelandang Real Madrid, Marco Asensio pada pertandingan leg kedua babak perempat final Liga Champions di stadion Anfield di Liverpool, Inggris, Kamis (14/4/2021). Liverpool bermain imbang atas Madrid 0-0. (AP Photo/Jon Super)
Gelandang Liverpool, Georginio Wijnaldum membawa bola usai melewati gelandang Real Madrid, Marco Asensio pada pertandingan leg kedua babak perempat final Liga Champions di stadion Anfield di Liverpool, Inggris, Kamis (14/4/2021). Liverpool bermain imbang atas Madrid 0-0. (AP Photo/Jon Super)

Posisi unggul secara agregat tidak melulu membuat sebuah tim bisa bermain dengan nyaman. Apalagi kalau tim lawan memiliki keunggulan gol tandang. Buat Real Madrid di laga ini, haram hukumnya kebobolan dua gol jika ingin ke semifinal.

Masalahnya kian pelik karena menurut sejarah, Liverpool cukup handal dalam urusan comeback. Dua gol terasa kecil jika melihat bagaimana mereka mampu menyingkirkan Barcelona yang sudah unggul 3-0 di leg pertama pada tahun 2019 lalu.

Dalam situasi ini, mental lah yang berbicara. Madrid yang tidak diperkuat dua benteng kokoh miliknya, yakni Raphael Varane dan Sergio Ramos, mampu menjaga ketenangan dan tidak mudah panik ketika dibombardir oleh barisan serang the Reds.

Tak Direstui Anfield

Para pemain Real Madrid merayakan keberhasilan mereka lolos ke semifinal Liga Champions di Stadion Anfield, Kamis (15/4/2021). Kedua tim bermain imbang tanpa gol. (AP/Jon Super)
Para pemain Real Madrid merayakan keberhasilan mereka lolos ke semifinal Liga Champions di Stadion Anfield, Kamis (15/4/2021). Kedua tim bermain imbang tanpa gol. (AP/Jon Super)

Liverpool seolah tidak direstui oleh Anfield untuk mendapatkan gelar tahun ini. Performa mereka anjlok di markasnya sendiri, dan sempat melalui sejumlah pertandingan tanpa bisa meraih kemenangan.

Menurut catatan, Liverpool gagal menang di Anfield sejak akhir bulan Desember lalu (kemenangan 'kandang' dalam kurun waktu tersebut diraih saat the Reds bermain di stadion lain). Rekor itu pecah ketika mengalahkan Aston Villa di akhir pekan kemarin.

Catatan buruk itu muncul dengan hasil imbang melawan Real Madrid. Namun, kalau melihat performanya, kutukan Anfield nampaknya memang sudah berkurang. Hanya saja the Reds tidak beruntung saja di laga tersebut.

Sad Ending Buat Liverpool

Gelandang Liverpool, Fabinho, berebut bola dengan pemain Real Madrid, Marco Asensio, pada laga leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Anfield, Kamis (15/4/2021). Kedua tim bermain imbang tanpa gol. (AP/Jon Super)
Gelandang Liverpool, Fabinho, berebut bola dengan pemain Real Madrid, Marco Asensio, pada laga leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Anfield, Kamis (15/4/2021). Kedua tim bermain imbang tanpa gol. (AP/Jon Super)

Liverpool dan Real Madrid kurang lebih sama di musim ini. Mereka adalah dua klub raksasa yang sama-sama terpuruk. Tetapi, the Reds punya segala alasan untuk iri pada keberuntungan klub asuhan Zinedine Zidane tersebut.

Real Madrid masih memiliki kans juara besar di dua kompetisi berbeda, yakni Liga Champions dan La Liga. Kalau benar-benar beruntung, Karim Benzema dkk mungkin bisa mengangkat piala dari kedua kompetisi itu di akhir musim nanti.

Sementara itu, Liverpool kini hanya bisa meratapi nasib. Meraih gelar Premier League sudah mustahil, dan tersingkir dari ajang Liga Champions menambah penderitaannya. Hanya empat besar yang bisa mengobati pilu raksasa Inggris itu.

Sumber: Sportskeeda, Liverpool Echo, Mirror)

Disadur dari: Bola.net (Yaumil Azis, published 15/4/2021)

Video