5 Catatan untuk Barcelona Setelah Tragedi 1-4 di Liga Champions: Semua Berantakan!

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Barcelona babak belur dihajar PSG di Camp Nou, Rabu (17/2/2021) dini hari WIB. Kali ini giliran Kylian Mbappe yang bersinar, Lionel Messi tenggelam di balik kekalahan.

Barca berkesempatan menjamu PSG terlebih dahulu dalam duel leg pertama 16 besar Liga Champions. Nahas Barca justru kalah telak dengan skor 1-4, artinya leg kedua nanti bakal sangat sulit.

Laga ini dapat dibagi dalam dua babak. Di babak pertama Barca bermain cukup baik, bahkan unggul terlebih dahulu lewat penalti Messi. Namun, segalanya berubah jadi bencana di babak kedua.

Adalah Mbappe, pemain yang seorang diri membuat pertahanan Barca kocar-kacir. Mbappe mencetak gol di babak pertama untuk menyamakan kedudukan jadi 1-1, lalu menambah dua gol lagi di babak kedua untuk menyempurnakan hattrick-nya.

Setidaknya ada 5 catatan dan pelajaran yang bisa dipetik dari kekalahan besar Barcelona kali ini.

Lini Belakang Ambyar!

Striker Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Barcelona pada laga Liga Champions di Stadion Camp Nou, Rabu (17/2/2021). Barcelona takluk dengan skor 1-4. (AFP/Lluis Gene)
Striker Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Barcelona pada laga Liga Champions di Stadion Camp Nou, Rabu (17/2/2021). Barcelona takluk dengan skor 1-4. (AFP/Lluis Gene)

Pertahanan Barcelona sekali lagi porak-poranda, sayangnya kali ini terjadi di satu di antara laga terpenting mereka musimini. Ronald Koeman pun tidak punya banyak opsi.

Barisan bek Barcelona sudah jadi titik lemah sejak awal musim. Kali ini Koeman mengambil risiko dengan memainkan Gerard Pique yang sudah tiga bulan menepi cedera, dan hasilnya buruk, Pique tidak bisa menyesuaikan ritme.

Bukan hanya Pique, Sergino Dest pun main di bawah standar. Bek kanan muda ini tidak berdaya menghadapi kecepatan Kylian Mbappe.

Clement Lenglet dan Jordi Alba juga bermain buruk, tidak berada di level yang dibutuhkan.

Kembalinya Pique Tidak Berpengaruh

Pemain Barcelona Gerard Pique (kanan) mencoba menghentikan pemain Paris Saint-Germain Kylian Mbappe pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Selasa (16/2/2021). PSG menang 4-1. (AP Photo/Joan Monfort)
Pemain Barcelona Gerard Pique (kanan) mencoba menghentikan pemain Paris Saint-Germain Kylian Mbappe pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Camp Nou, Barcelona, Spanyol, Selasa (16/2/2021). PSG menang 4-1. (AP Photo/Joan Monfort)

Masih soal Pique, entah apa alasan Koeman mengambil risiko sebesar ini pada laga krusial. Pique terakhir bermain pada 21 November 2020 lalu, sudah sangat lama dia tidak merasakan ritmer pertandingan intens di lapangan.

Kali ini lawannya PSG, dan jelas Pique tidak cukup fit untuk bermain. Fisiknya mungkin sudah fit, tapi belum sampai match-fit alias siap bermain penuh dalam pertandingan intens.

Pique gagal menyamai kecepatan Mbappe, dia pun membuat kesalahan clearance yang berujung pada gol kedua PSG. Masalah pertahanan Barca tidak lantas sembuh dengan kembalinya Pique.

Messi Gagal di Momen Terpenting

Striker Barcelona, Lionel Messi, tampak lesu usai ditaklukkan Paris Saint-Germain (PSG) pada laga Liga Champions di Stadion Camp Nou, Rabu (17/2/2021). Barcelona takluk dengan skor 1-4. (AP/Joan Monfort)
Striker Barcelona, Lionel Messi, tampak lesu usai ditaklukkan Paris Saint-Germain (PSG) pada laga Liga Champions di Stadion Camp Nou, Rabu (17/2/2021). Barcelona takluk dengan skor 1-4. (AP/Joan Monfort)

Messi benar mencetak gol pembuka pada pertandingan tadi, tapi selebihnya dia tidak benar-benar mengancam PSG. Messi tampak terisolasi, bola jarang tiba ke kakinya, dan dia jelas tidak bisa menunjukkan sentuhan magis seperti biasanya.

Yang lebih buruk, Messi-lah yang kehilangan bola pada awal proses gol keempat PSG. Bola direbut dari kakinya dan dia tidak berusaha mengejar merebutnya kembali, lalu PSG menyerang balik cepat dan mencetak gol.

Padahal Messi memasuki laga ini usai mencetak dua gol kala Barca menghantam Alaves 5-1 pekan lalu. Namun, ada perbedaan besar antara mencetak dua gol lawan tim selevel Alaves dengan menghadapi tim top seperti PSG.

Mbappe Menggila

Sejumlah fakta menarik tersaji saat Barcelona dihancurkan Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions. Meskipun Barca kalah telak dari PSG namun megabintang Barcelona Lionel Messi masih tetap mampu menorehkan rekor. Berikut tujuh catatan menarik di laga tersebut.
Sejumlah fakta menarik tersaji saat Barcelona dihancurkan Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions. Meskipun Barca kalah telak dari PSG namun megabintang Barcelona Lionel Messi masih tetap mampu menorehkan rekor. Berikut tujuh catatan menarik di laga tersebut.

Pertandingan tadi sekaligus jadi ajang pertunjukan Kylian Mbappe. Dia memikul beban tim di tengah absennya Neymar dan Angel di Maria, dan Mbappe tampil luar biasa.

Dia bukan hanya membuat barisan bek Barca kelimpungan, melainkan juga melengkapinya dengan torehan hattrick dan rekor spesial. Mbappe membuktikan diri sebagai calon penerus Messi-Ronaldo yang sah.

Dengan gol keduanya, dia mencetak rekor pemain termuda yang bisa mencetak brace ke gawang Barca di Liga Champions di Camp Nou. Lalu dengan hattricknya, dia jadi pemain ketiga yang bisa menjebol gawang Barca tiga kali di Liga Champions.

Yang luar biasa, Mbappe melakukan semuanya tanpa bantuan Neymar dan Di Maria. Dia masih 22 tahun dan sudah jadi pemain yang sangat penting.

Catatan Buruk

Antoine Griezmann dan Gerard Pique, sempat saling mengumpat saat Barcelona tumbang dari Paris Saint-Germain dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions. (AP/Joan Monfort)
Antoine Griezmann dan Gerard Pique, sempat saling mengumpat saat Barcelona tumbang dari Paris Saint-Germain dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions. (AP/Joan Monfort)

Kekalahan dari PSG kali ini pun memperpanjang catatan buruk Barca di Camp Nou. Mereka tampil kurang maksimal di kandang sendiri di pentas Eropa.

Sebelumnya Barca kalah 0-3 dari Juventus di Camp Nou pada duel fase grup. Kini mereka kalah 1-4 dari PSG, juga di Camp Nou. Menurut Opta, ini pertama kalinya Barca kalah beruntun di kandang di pentas Eropa.

Ada banyak faktor penyebab kekalahan Barca kali ini, tapi yang paling utama adalah komposisi skuad. Saat ini Ronald koeman belum mendapatkan skuad terbaik yang dia inginkan.

Sumber: Bola Espana

Disadur dari: Bola.net (Richard Andreas, published 17/2/2021)

Video