5 Ciri-Ciri KPR Di Tolak Bank dan Penyebabnya

·Bacaan 10 menit
5 Ciri-Ciri KPR Di Tolak Bank dan Penyebabnya
5 Ciri-Ciri KPR Di Tolak Bank dan Penyebabnya

RumahCom – Kredit Pemilikan Rumah atau KPR menjadi salah satu cara untuk mencicil rumah dalam jangka waktu dan bunga tertentu. Sekarang, KPR dapat diajukan di lembaga-lembaga keuangan seperti bank hingga lembaga keuangan non bank. Mengingat peran KPR yang begitu besar terhadap kemudahan masyarakat membeli rumah, maka menghindari tragedi ciri-ciri KPR ditolak tentu diharapkan calon debitur.

Melalui KPR, masyarakat bisa membeli rumah tanpa mengeluarkan uang tunai sejumlah harga bangunan tersebut. Sebab yang perlu disiapkan hanyalah dana untuk uang muka atau down payment (DP) rumah saja, bahkan Pemerintah telah memberi fleksibilitas dengan menghadirkan DP rumah 0 persen. Selanjutnya, sisa biaya akan dihitung nominalnya bersama dengan besaran bunga yang untuk diangsur setiap bulan selama jangka waktu yang telah ditetapkan.

Berdasarkan fungsinya, berbagai produk KPR yang ditawarkan beragam disesuaikan dengan tujuan pembiayaan. Misal Anda menginginkan untuk pengambilalihan kredit dari KPR bank lain, dengan maksimum limit kredit sebesar outstanding (sisa pinjaman) terakhir di bank asal atau murni sistem pembayaran angsuran yang fleksibel memungkinkan Anda untuk membeli rumah tinggal dalam jangka waktu dan pembagian jumlah kreditnya.

  1. Ciri-Ciri KPR Ditolak Bank

    1. Bank Tidak Menghubungi Anda

    2. Status dan Masa Kerja

    3. Kualitas Kredit Buruk

    4. Kemampuan Mencicil

    5. Hasil Wawancara Kurang Baik

    6. Pernah Masuk Daftar Hitam BI

  2. Penyebab KPR Ditolak Bank

    1. Status dan Kondisi Rumah

    2. Kondisi Keuangan

    3. Batas Usia

    4. Kelengkapan Dokumen

    5. Masa Kerja Kurang 2 Tahun

  3. Tips Agar Pengajuan KPR Berhasil

    1. Punya DP Besar

    2. Pastikan Track Record Aman

    3. Mampu Mencicil

    4. Usia dan Tenor Mumpuni

Mengajukan KPR Dan Mengatur Cicilan

1. Ciri-Ciri KPR Ditolak Bank

Faktornya bisa berasal dari rumah yang akan dibeli, status pihak pengembang, hingga kondisi keuangan Anda sendiri. Sumber: Pexels - Andrea Piacquadio
Faktornya bisa berasal dari rumah yang akan dibeli, status pihak pengembang, hingga kondisi keuangan Anda sendiri. Sumber: Pexels - Andrea Piacquadio

Faktornya bisa berasal dari rumah yang akan dibeli, status pihak pengembang, hingga kondisi keuangan Anda sendiri. Sumber: Pexels - Andrea Piacquadio

Seringkali Anda sudah menemukan rumah yang Anda inginkan dan kemudian mengajukan KPR untuk mencicilnya. Namun, perlu Anda ketahui pula, tidak semua proses pembelian rumah berjalan mulus, ada risiko KPR Anda ditolak bank. Setidaknya ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan hal ini. Faktornya bisa berasal dari rumah yang akan dibeli, status pihak pengembang, hingga kondisi keuangan Anda sendiri. Coba simak ciri-ciri KPR ditolak yang sering menyebabkan gagalnya proses jual beli rumah, dilansir dari Money Helper.

1. Bank Tidak Menghubungi Anda

Idealnya, berapa lama waktu acc KPR dari bank? Bank memerlukan waktu antara 14 hari kerja sampai 30 hari untuk memutuskan apakah pengajuan KPR bisa diterima atau ditolak. Kendati begitu, ada juga bank yang butuh waktu sampai dua bulan untuk memberi keputusan. Jika lebih dari itu, maka ciri-ciri KPR ditolak bank sudah sangat jelas dan harus diterima dengan lapang dada. Apalagi jika memang tidak ada pihak bank yang menghubungi untuk memastikan pengajuan KPR anda.

2. Status dan Masa Kerja

Sejumlah bank dengan jelas memberikan syarat batasan umur hingga masa kerja bagi Anda yang hendak mengajukan KPR. Lazimnya memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, sebagai pegawai/profesional/wiraswasta, dengan masa kerja/usaha minimal 1 (satu) tahun (pegawai), atau 2 (dua) tahun (profesional/wiraswasta). Sebaiknya Anda pun mematuhi persyaratan ini karena akan digunakan oleh bank dalam menganalisa keberlanjutan cicilan. Dengan status dan masa kerja yang lebih jelas, potensi KPR Anda untuk disetujui semakin besar karena dianggap stabil Sebaliknya status yang belum jelas juga bakal menjadi pertimbangan bank untuk menolak KPR yang Anda ajukan.

3. Kualitas Kredit Buruk

Riwayat pembayaran Anda sudah otomatis tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK yang dulu lebih dikenal dengan nama BI Checking, dimana sejak 1 Januari 2018 pengelolaan riwayat kredit Debitur yang semula dilakukan oleh Bank Indonesia, saat ini dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Riwayat kredit Anda diukur berdasarkan riwayat aktivitas kredit berdasarkan dari skala 1-5 atau yang biasa disebut dengan Kolektibilitas (Kol).

Jika riwayat kredit Anda berada di Kol.1, maka kemungkinan besar pengajuannya akan disetujui. Sementara jika pada Kol.2, pengajuan Anda bisa disetujui ataupun ditolak. Nah, jika Kol.3 ke atas, maka sudah pasti pengajuannya akan ditolak.

4. Kemampuan Mencicil

Beberapa bank menetapkan setidaknya 30 persen dari pendapatan per bulan sebagai standar rujukan kemampuan mencicil. Bahkan ada beberapa bank yang menetapkan hingga 40 persen. Bank pun melihat Anda mampu untuk membayar jika memiliki penghasilan tetap, yang akan diverifikasi sebelum memberikan kredit. Di luar itu, bank juga akan melihat jumlah tabungan Anda sebagai cadangan pembayaran atas penghasilan tetap. Kondisi keuangan yang kurang bagus bisa menyebabkan KPR Anda ditolak oleh bank.

Anda sebaiknya juga melakukan self assessment untuk mengukur kemampuan bayar cicilan bulanan agar terhindar dari risiko gagal membayar di kemudian hari.

5. Hasil Wawancara Kurang Baik

Ternyata, performa diri yang ditampilkan calon nasabah saat bertemu pihak bank turut diikutsertakan dalam penilaian. Bahkan, bila bank menilai gaya berbicara Anda kurang meyakinkan, kemungkinan untuk lolos sangat kecil. Hindari berbicara terlalu panjang tanpa maksud dan tujuan yang jelas. Jelaskan secara gamblang tentang keuangan, kesanggupan, dan kondisi Anda saat ini kepada pihak bank. Jangan merasa takut ditolak lantas Anda berani untuk membohongi bank, karena akan ada konsekuensi yang berlaku.

6. Pernah Masuk Daftar Hitam BI

Ini biasanya terjadi kalau Anda pernah lalai membayar cicilan kredit, sehingga mengakibatkan gagal bayar atau kredit macet, maka akan terlihat di IDI Historis pada SLIK OJK. Hal itu menjadi catatan buruk dan masuk daftar black list Bank Indonesia (BI) yang kini berganti SLIK OJK. Riwayat jelek ini akan mengakibatkan dan mengindikasikan ciri-ciri KPR ditolak.

Jadi sebaiknya sebelum mengajukan pinjaman termasuk KPR, lunasi dulu kewajiban utang Anda. Bila tidak juga dilunasi, pengajuan kredit apapun tidak akan diterima oleh bank. Akan tetapi jika sudah terlanjur masuk black list dan ingin keluar dari daftar tersebut, ada cara pemutihan BI checking terbaru 2021 melalui SLIK yang bisa diikuti.

2. Penyebab KPR Ditolak Bank

Dengan mengetahui ciri-ciri KPR ditolak, hal ini bisa menjadi pembelajaran untuk Anda agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Sumber: Pexels - Andrea Piacquadio
Dengan mengetahui ciri-ciri KPR ditolak, hal ini bisa menjadi pembelajaran untuk Anda agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Sumber: Pexels - Andrea Piacquadio

Dengan mengetahui ciri-ciri KPR ditolak, hal ini bisa menjadi pembelajaran untuk Anda agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Sumber: Pexels - Andrea Piacquadio

Mengutip laman Bank Mandiri, sejumlah persyaratan yang Anda butuhkan untuk mengajukan KPR adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia. Umur minimal 21 tahun, maksimal 55 tahun (pegawai) dan 60 tahun (profesional/wiraswasta) saat masa kredit berakhir. Memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, dengan masa kerja atau usaha minimal 1 tahun bagi pegawai atau 2 tahun bagi profesional/wiraswasta. Setelah memenuhi syarat tersebut, Anda pun bisa mengisi formulir dokumen yang telah disiapkan.

Oleh karenanya, saat bank menolak pengajuan KPR Anda, lebih baik mencari tahu alasannya. Anda bisa menanyakan mengapa permohonan Anda ditolak? Dan bagaimana cara mengatasinya. Jadi meskipun Anda tidak bisa mengajukan di bank yang sama atau harus menunggu beberapa bulan kemudian, tetapi setidaknya Anda tahu faktor penyebab penolakan tersebut. Anda juga tahu solusi dari pihak bank secara langsung.

Dengan mengetahuinya, hal ini pun bisa menjadi pembelajaran. Bahwa Anda tidak akan mengulangi kesalahan yang sama ketika kembali mengajukan KPR. Anda wajib memperbaiki kesalahan tersebut dan kembali mengajukannya. Berikut ini bisa menjadi referensi Anda untuk mencari tahu sebab dari cici-ciri KPR ditolak seperti yang dikutip dari laman Maybank.

1. Status dan Kondisi Rumah

Umumnya bank akan memproses KPR saat pembelian rumah disertai dengan sertifikat yang sah. Periksalah status rumah yang ingin Anda beli dengan seksama untuk menghindari KPR ditolak bank. Masih ada banyak rumah, khususnya rumah second, yang bermasalah. Misalnya seperti adanya surat kepemilikan ganda. Kemudian, bisa jadi ada ketidaksetujuan antara para ahli waris pemilik rumah yang akan dijual, sehingga menimbulkan perdebatan mengenai harga dan cara pembayaran. Jika hal ini terjadi, sulit untuk bertransaksi karena tidak tahu siapa yang berhak mewakili keluarga.Masalah sengketa seperti ini bisa membuat KPR ditolak bank.

Selain itu, kebanyakan bank yang menyediakan fasilitas KPR sudah terbiasa bekerja sama dengan beberapa pengembang terpercaya untuk memudahkan prosesnya. Untuk menghindari KPR ditolak bank, pilihlah developer yang terpercaya di mata bank. Pengembang yang tidak memiliki kerja sama akan diperiksa lebih lanjut oleh pihak bank untuk memastikan kredibilitasnya. Hal ini bisa memperlambat proses pengajuan Anda, apalagi jika pengembang tersebut masuk dalam black list, sudah pasti KPR ditolak bank.

Di samping itu, pastikan juga untuk membeli rumah yang bebas dari masalah dan sengketa. Jika ingin cari rumah baru, cek listing properti rumah baru mulai Rp300 juta di sini.

2. Kondisi Keuangan

Bank tentu saja sangat memperhatikan apakah debiturnya dapat melakukan pelunasan pinjaman atau tidak. Oleh karena itu biasanya bank menetapkan perhitungan 30% - 40-% dari penghasilan bulanan untuk cicilan KPR. Jika pasangan Anda juga bekerja, maka perhitungan berdasarkan total dari penghasilan keluarga. Sebaiknya Anda memilih rumah sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

3. Batas Usia

Faktor lain yang dapat menyebabkan KPR Anda ditolak adalah usia. Jika Anda mengajukan KPR pada usia tidak produktif tentu bank akan menolak KPR Anda. Pihak bank pun telah memperkirakan persyaratan usia pensiun saat cicilan KPR lunas. Misalnya, Anda telah berusia 45 tahun dan mengajukan tenor 20 tahun besar kemungkinan KPR Anda akan ditolak. Oleh karena itu sebaiknya Anda mulai mengajukan KPR pada saat usia muda agar lebih mudah mendapatkanya.

4. Kelengkapan Dokumen

Pada umumnya pihak bank hanya berpegangan pada surat-surat yang berkekuatan hukum. Jadi jika tidak semua dokumen dilengkapi, kemungkinan KPR ditolak bank. Kelengkapan dokumen di antaranya, Surat kepemilikan seperti sertifikat hak milik (SHM), sertifikat hak guna bangunan (SHGB), sertifikat hak pakai (SHP), Akte Jual Beli, Sertifikat IMB, Surat PBB, Bukti pembayaran tagihan (PDAM, telepon, dan listrik). Berkas-berkas yang lengkap akan mempercepat proses jual beli dan mengurangi resiko KPR ditolak bank. Hindari pemalsuan data pada persyaratan karena akan merugikan Anda sendiri.

5. Masa Kerja Kurang 2 Tahun

Sama seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Sebelum mengajukan KPR, perhatikan setiap persyaratan yang diperlukan dengan teliti. Pihak Bank sangat ketat dalam hal ini. Sebagai contohnya, jika pada persyaratan masa kerja karyawan tetap selama 2 tahun dan Anda baru 1,5 tahun, sudah pasti aplikasi KPR Anda ditolak.

Tip Rumah

Dengan KPR, Anda dapat memangkas biaya awal rumah seharga ratusan juta hingga miliaran rupiah. Anda hanya perlu membayar uang muka dan angsuran yang telah disepakati agar dapat menghuni rumah Anda. Semakin menunda untuk membeli rumah, kelak harganya pun akan semakin tinggi lagi.

3. Tips Agar Pengajuan KPR Berhasil

Anda perlu menunjukkan dokumentasi untuk membuktikan aset dan pendapatan Anda. Sumber: Pexels - MART PRODUCTION
Anda perlu menunjukkan dokumentasi untuk membuktikan aset dan pendapatan Anda. Sumber: Pexels - MART PRODUCTION

Anda perlu menunjukkan dokumentasi untuk membuktikan aset dan pendapatan Anda. Sumber: Pexels - MART PRODUCTION

Sebagian besar bank mengharapkan pemohon KPR sudah memiliki surat yang membuktikan bahwa Anda layak memperoleh pembiayaan. Anda perlu menunjukkan dokumentasi untuk membuktikan aset dan pendapatan Anda, kredit yang baik, verifikasi pekerjaan, dan dokumentasi lain yang harus disetujui sebelumnya.

Anda juga sebaiknya berkomunikasi dengan bank untuk mendiskusikan pilihan pinjaman dan penganggaran. Dengan demikian selanjutnya bank akan memeriksa kredit dan menemukan persoalannya, Kemudian Anda juga bisa mempelajari jumlah maksimum yang dapat dipinjam untuk membantu menetapkan kisaran harga rumah yang ingin Anda beli.

1. Punya DP Besar

Jumlah uang muka standar yang digunakan adalah 20 persen dari harga rumah. Namun kalau Anda ingin meringankan beban cicilan tiap bulannya, Anda bisa mengalokasikan nominal DP yang lebih besar. Dengan demikian pihak bank juga bisa menilai bahwa kualitas kredit Anda nantinya lebih meyakinkan. Yang jelas membayar DP terlalu sedikit akan membebani Anda dengan bunga dan biaya dari waktu ke waktu. Tapi jangan terlalu banyak juga karena dapat menghabiskan tabungan Anda atau berdampak negatif pada kesehatan keuangan jangka panjang.

2. Pastikan Track Record Aman

Riwayat kredit Anda bisa dan akan berpengaruh pada pengajuan kredit kedepannya. Kondisi finansial yang baik ditentukan oleh Anda sebagai pengatur keuangan. Pastikan Anda selalu membayar semua utang atau kredit di tiap bulannya dan membayar tagihan tepat waktu.

Pihak bank akan mengecek kualitas kredit Anda yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu syarat utama status kredit yang baik adalah ketepatan pembayaran berbagai angsuran. Jika ingin lebih yakin akan kualitas kredit Anda, silakan mengunjungi Informasi Debitur (iDeb) yang disediakan oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK Online). Lebih baik melakukan hal ini lebih dahulu, daripada mengambil resiko KPR ditolak bank.

3. Mampu Mencicil

Anda sebaiknya berhati-hati untuk menilai tingkat kemampuan pembayaran rumah yang diberikan daripada langsung membidik batas atas pengeluaran Anda. Membeli rumah merupakan investasi yang melibatkan strategi jangka panjang. Pastikan Anda memiliki kondisi keuangan yang cukup baik sebelum mengajukan KPR. Jangan sampai setelah mengajukan KPR, beban keuangan Anda malah makin bertambah.

4. Usia dan Tenor Mumpuni

Perhatikan juga kelengkapan dokumen-dokumen yang dibutuhkan serta persyaratan usia dengan jangka waktu kredit yang Anda ambil supaya demikian prosesnya berjalan mulus dan Anda bisa membeli rumah yang Anda inginkan. Sebaiknya selagi Anda masih dalam usia produktif dan pendapatan yang stabil dna cukup segera ambil KPR.

KPR Anda ditolak oleh Bank? Tidak perlu bingung! Cek video yang informatif berikut ini untuk mengetahui penyebab utamanya!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel