5 Daerah di Jatim Catat Kasus Aktif COVID-19 Terbanyak pada 13 November 2020

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Jawa Timur mencatat pasien positif COVID-19 sebanyak 239 orang pada Jumat, 13 November 2020. Total kasus positif COVID-19 di Jawa Timur mencapai 55.814 orang.

Pasien sembuh dari COVID-19 di Jawa Timur meningkat 223 orang. Total pasien sembuh dari COVID-19 di Jawa Timur mencapai 49.765 orang.

Di satu sisi, pasien meninggal karena COVID-19 di Jawa Timur bertambah 12 orang. Total pasien meninggal karena COVID-19 di Jawa Timur mencapai 3.982 orang. Pasien dirawat sebanyak 2.067 orang dan kasus suspek sebanyak 7.117 orang.

Sejumlah daerah di Jawa Timur mencatatkan kasus aktif COVID-19 paling banyak pada 13 November 2020. Kasus aktif COVID-19 merupakan total kasus konfirmasi positif COVID-19 dikurangi jumlah pasien yang sembuh dan meninggal.

Pada 13 November 2020, Jember mencatatkan posisi kedua untuk kasus aktif COVID-19 terbanyak di Jawa Timur. Jumlah kasus aktif COVID-19 di Jember sebanyak 152 orang dari 12 November 2020 sebanyak 137 orang.

Berikut lima daerah di Jawa Timur yang mencatat kasus aktif COVID-19 terbanyak antara lain yang dikutip dari Satgas COVID-19 Jatim, Sabtu, (14/11/2020):

1.Banyuwangi

Kasus aktif COVID-19: 189

Konfirmasi: 2.223

Sembuh: 1.854

Meninggal: 180

2.Jember

Kasus aktif COVID-19: 152

Konfirmasi positif: 1.517

Sembuh: 1.303

Meninggal:62

3.Lumajang

Kasus aktif COVID-19: 144

Konfirmasi positif: 1.073

Sembuh: 811

Meninggal: 118

4.Trenggalek

Kasus aktif COVID-19: 100

Konfirmasi positif: 419

Sembuh: 305

Meninggal: 14

5.Kabupaten Kediri

Kasus aktif COVID-19: 94

Konfirmasi positif: 1.008

Sembuh: 839

Meninggal: 75

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Satgas COVID-19 Jatim Telusuri Penyebab Kenaikan Kasus

Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19. Kredit: Fernando Zhiminaicela via Pixabay
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19. Kredit: Fernando Zhiminaicela via Pixabay

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Timur, dr Makhyan Jibril menuturkan, pola COVID-19 seperti melompat-lompat. Jika DKI Jakarta sempat catat kasus COVID-19 terbanyak kemudian ke Surabaya Raya, Malang Raya, Jibril menuturkan, kini mulai ke bagian ujung-ujung di Banyuwangi, Jember dan Lumajang.

Dokter Jibril menuturkan, kasus COVID-19 banyak ditemui di Banyuwangi, Jember, dan Lumajang karena ditemui klaster yang berisi 5-20 orang.

"Klaster keluarga, kantor, dan tenaga kesehatan sering muncul di daerah-daerah tersebut. Ini banyak klaster keluarga di Banyuwangi,” ujar dia, saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Sabtu, (14/11/2020).

Ia menuturkan, dulu Banyuwangi dan Jember termasuk daerah yang ketat untuk pendatang-pendatang. Bahkan sempat kebijakan ketat untuk screening hingga tes cepat COVID-19 untuk masuk Banyuwangi. Ia khawatir masyarakat sudah mulai lengah dan protokol kesehatan mulai ditinggalkan.

Selain itu, faktor libur panjang juga dikhawatirkan berkontribusi terhadap kenaikan kasus COVID-19. Dokter Jibril mengatakan, pihaknya masih telusuri penyebab kenaikan kasus COVID-19 di Banyuwangi, Jember, dan Lumajang.

"Khawatirnya juga dampak libur panjang juga di Jember dan Banyuwangi karena mereka juga destinasi liburan, masih kita telusuri. Kalau Lumajang itu naiknya sudah agak lama,” tutur dia.

Antisipasi Penyebaran COVID-19

Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19 Fernando Zhiminaicela via Pixabay (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19 Fernando Zhiminaicela via Pixabay (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, Dokter Jibril menuturkan, pihaknya akan mengadakan kampanye pakai masker dengan gowes dan bagi masker. Kegiatan itu juga sekaligus diikuti dengan bantuan pemulihan ekonomi ke Banyuwangi dan Jember.

"Besok juga kita bawa survivor COVID-19 yang biasanya ikut untuk edukasi dan turun ke masyarakat. InsyaAllah akan ada kegiatan edukasi dan bagi masker oleh mereka. Karena biasanya nasihat maupun cerita dari para survivor ini lebih mengena ketika cerita pengalaman mereka terkena COVID-19 atau ketika diisolasi,” ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini