5 Dampak Buruk Jika Anda Konsumsi Junk Food Setiap Hari

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Junk food atau makanan cepat saji memang makanan yang menggoda. Seringkali kita kesulitan untuk menolak atau berhenti mengonsumsi junk food. Makan malam atau makan siang dengan makanan cepat saji sesekali memang tidak ada salahnya. Namun jika hal ini menjadi kebiasaan Anda setiap hari dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

Dilansir dari Healthline, sebagian besar makanan cepat saji termasuk makanan dan minuman pendamping biasanya sedikit akan karbohidrat atau tanpa serat. Ketika Anda mengonsumsi junk food, akan mengakibatkan gula darah Anda meningkat.

Tak hanya itu, rupanya masih ada beberapa hal yang akan terjadi pada tubuh jika Anda mengonsumsi makanan cepat saji setiap hari. Berikut ini adalah efek samping dari konsumsi junk food setiap hari melansir dari Eat This.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Berat Badan Bertambah

Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: pexels.com/pixabay

Jika Anda mengkonsumsi makanan olahan setiap hari, berat badan Anda akan bertambah. Sebuah studi telah membandingkan penambahan berat badan dan konsumsi kalori untuk 10 pria dan 10 wanita yang diet makanan ultra-proses atau yang diet ultra proses selama 2 minggu.

Mereka yang menjalani diet makanan ultra-proses mendapatkan 500 kalori lebih banyak per hari, makan lebih cepat, dan rata-rata bertambah 2 pound. Ini alasan mengapa Anda harus mulai mengurangi konsumsi junk food.

Suasana Hati Mudah Berubah

Ilustrasi Ekspresi Marah Credit: pexels.com/Anova
Ilustrasi Ekspresi Marah Credit: pexels.com/Anova

Suasana hati Anda dapat berubah-ubah tergantung apa yang Anda masukkan ke dalam tubuh Anda setiap hari. Diet yang dilakukan dengan konsumsi makanan olahan dan bahan tambahan kimia tidak akan membantu Anda dalam menjaga kesehatan usus.

Berdasarkan sebuah penelitian yang menghubungkan konsumsi makanan yang sehat dan seimbang seperti diet mediterania, dapat membantu mengurangi depresi. Selain itu jika Anda menghindari makanan yang menghasilkan peradangan seperti junk food, juga dapat membantu mengatasi depresi.

Berisiko Terkena Penyakit Jantung

Ilustrasi nyeri dada (Gambar oleh Pexels dari Pixabay )
Ilustrasi nyeri dada (Gambar oleh Pexels dari Pixabay )

Makanan junk food tentunya akan mengandung gula atau garam yang tinggi. Kedua ini dapat menyebabkan masalah kardiovaskular. Sebuah studi dari Journal of American Medical Association menemukan bahwa mereka yang mendapatkan 25% atau lebih gula tambahan, dua kali lebih mudah terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang konsumsi kurang dari 10%.

Asupan natrium yang tinggi dapat dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi. Sehingga, jika Anda sering memakan makanan ringan olahan yang terlalu sering, dapat menyebabkan hipertensi, stroke, gagal jantung, kanker perut, dan penyakit ginjal.

Menyebabkan Masalah Kulit

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Jika Anda sering mengalami jerawat secara terus menerus, mungkin salah satu penyebabnya karena mengonsumsi junk food setiap hari. Isabel Smith, MS, RD, CDN, pemilik Isabel Smith Nutrition mengatakan bahwa kulit yang sehat adalah salah satu penyebab dari makan makanan yang sehat. Konsumsi makanan olahan dengan bahan pengawet seringkali menjadi hambatan bagi sebagian orang untuk mendapatkan kulit yang bersih dan sehat.

Terus Merasa Lapar

Ilustrasi Lapar di Malam Hari Credit: freepik.com
Ilustrasi Lapar di Malam Hari Credit: freepik.com

Apakah Anda sering merasa masih lapar ketika baru saja makan cemilan? Jika Anda terus mengikuti keinginan Anda dengan makanan yang tinggi gula dan garam, dapat menyebabkan ngidam dan ingin makan lebih banyak junk food.

Makanan-makanan ini mendorong kita untuk makan secara terus menerus tanpa memberikan zat gizi. Biasanya makanan junk food tidak akan membuat Anda kenyang dengan waktu yang lama. Tentunya ini menjadi salah satu penyebab berat badan Anda mudah bertambah secara cepat.

Penulis:

Stephanie

Universitas Multimedia Nusantara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel