5 Dampak Buruk Makan Buah Berlebihan, Ketahui Porsi yang Tepat

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Dampak buruk makan buah berlebihan ternyata dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Padahal mungkin banyak orang menganggap tidak apa-apa untuk mengonumsinya dalam jumlah banyak, mengingat buah memiliki kandungan nutrisi yang melimpah.

Buah kaya akan kandungan vitamin, cairan, antioksidan, dan serat. Namun untuk mendapatkan manfaat dari berbagai nutrisi tersebut, buah tetap harus dikonsumsi dalam batas wajar dan tidak boleh berlebihan.

Dampak buruk makan buah berlebihan tidak boleh diabaikan. Jika kamu mengonsumsi buah-buahan dalam jumlah yang terlalu banyak dan tidak sesuai porsinya, berbagai kandungan nutrisi di dalamnya bisa hilang sama sekali. Hal ini juga membuat kamu lebih berisiko mengalami masalah kesehatan.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (5/1/2021) tentang dampak buruk makan buah berlebihan.

Diare

Ilustrasi diare (Sumber: PIxabay)
Ilustrasi diare (Sumber: PIxabay)

Salah satu dampak buruk makan buah berlebihan adalah dapat menyebabkan diare. Beberapa jenis buah mengandung fruktosa, yang jika masuk ke dalam tubuh dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan terjadinya diare.

Beberapa contoh buah yang mengandung fruktosa dan bila dikonsumsi berlebihan akan menimbulkan diare tersebut diantaranya adalah anggur dan jus apel.

Gula Darah Tinggi

Selain itu, konsumsi buah berlebihan juga berkaitan dengan gula darah tinggi. Terdapat jenis buah tertentu yang mengandung gula tinggi, salah satunya anggur. Buah kecil berwarna keunguan ini mengandung gula yang lebih tinggi sehingga jika dikonsumsi secara berlebih dapat meningkatkan kadar gula darah.

Atas dasar kandungan gula yang tinggi ini pula, penderita diabetes sebaiknya menghindari konsumsi anggur. Jadi dampak buruk makan buah berlebihan harus diperhatikan benar oleh penderita diabetes.

Asam Lambung dan GERD

asam lambung. (Foto: Анастасия Гепп/ Pixabay)
asam lambung. (Foto: Анастасия Гепп/ Pixabay)

Dampak buruk makan buah berlebihan juga bisa menyebabkan asam lambung dan GERD. Beberapa jenis buah yang asam dapat menyebabkan produksi asam lambung berlebih.

Buah-buahan yang sangat asam, seperti jeruk, lemon, nanas bahkan dapat membuat asam lambung bergejolak, naik hingga ke kerongkongan, dan menyebabkan nyeri serta sensasi terbakar di dada. Kondisi ini disebut juga dengan GERD (Gastroesophageal reflux disease).

Defisiensi Zat Besi dan Seng

Mengalami defisiensi zat besi dan seng juga menjadi salah satu dampak buruk makan buah berlebihan. Buah memang kaya akan vitamin dan mineral. Namun, makanan sehat ini tidak dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi dan seng.

Padahal, kedua jenis nutrisi tersebut memegang peran yang penting dalam menunjang kesehatan tubuh.

Kontraksi Rahim

Ilustrasi Ibu Hamil Credit: pexels.com/Garon Piceli
Ilustrasi Ibu Hamil Credit: pexels.com/Garon Piceli

Nanas adalah salah satu buah yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi oleh ibu hamil, apalagi secara berlebihan.

Pasalnya, buah ini mengandung zat bromelain yang bisa melunakkan dan memicu kontraksi rahim sehingga berpotensi menyebabkan keguguran bila dikonsumsi secara berlebihan.

Jadi dampak buruk makan buah berlebihan juga dapat menghampiri ibu hamil.

Porsi Makan Buah yang Tepat

Dampak buruk makan buah berlebihan memang tidak boleh dianggap sepele. Namun, kamu tentunya juga harus makan buah dengan teratur. Agar aman dalam mengonsumsinya, kamu bisa makan buah dengan prosi yang tepat.

Rekomendasi umum asupan buah harian adalah sekitar 160 gram atau 2 cup. Sedangkan untuk asupan buah dan sayuran harian adalah 400 gram per hari. Jika diperkirakan, takaran tersebut setara dengan seperempat piring buah setiap kali makan.

Segalah sesuatu yang dikonsumsi berlebihan tentunya dapat mendatangkan dampak buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, konsumsi buah dengan porsi yang tepat jika kamu ingin merasakan manfaatnya tanpa mengalami efek samping.

Dengan mengenali dampak buruk makan buah berlebihan tersebut, kamu tentunya harus lebih memperhatikan porsi konsumsinya. Pastikan agar tidak berlebihan, supaya manfaatnya tidak berubah menjadi efek samping merugikan.