5 Dampak Buruk Menggunakan Pemanas Ruangan Saat Tidur

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menyalakan pemanas ruangan memang menjadi pilihan utama saat cuaca dingin. Meski pemanas ruangan akan membuatmu tidak menggigil, namun sistem kekebalan Anda merasa sebaliknya.

Tidur dengan pemanas di malam hari ternyata bisa membuatmu lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit serius lainnya. Bahkan, juga bisa membuat udara di dalam ruangan menjadi beracun.

Nah, berikut beberapa dampak buruk menggunakan pemanas ruangan saat tidur di malam hari, seperti melansir dari Bright Side, Selasa (2/11/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Mengganggu kualitas tidur

Ilustrasi Tidur Credit: pexels.com/Olive
Ilustrasi Tidur Credit: pexels.com/Olive

Di malam hari, tubuh kita mengalami sedikit penurunan suhu inti dengan mengirimkan panas dari inti, memberi sinyak ke tubuh bahwa sudah waktunya untuk tidur.

Namun, ketika suhu kamar Anda tinggi, Anda bisa menghambat proses termoregulasi tubuh Anda dan mengalami kelelahan, ketidaknyamanan dan kegelisahan.

Suhu lingkungan yang panas bisa mengurangi waktu yang dihabiskan dalam tidur. Ini tidak hanya akan membuat Anda merasa pusing keesokan harinya, tapi juga bisa memengaruhi pemulihan tubuh, konsolidasi memori, pembelajaran dan proses lainnya.

Itu sebabnya, menambahkan satu selimut lagi daripada menyalakan pemanas ruangan menjadi solusi yang lebih baik.

2. Memicu nyeri dada dan masalah jantung

Ilustrasi kesehatan jantung (sumber: pixabay)
Ilustrasi kesehatan jantung (sumber: pixabay)

Pemanas ruangan jelas menciptakan banyak panas, yang akan meningkatkan tingkat karbon monoksida di dalam ruangan.

Inilah sebabnya mengapa tidak disarankan untuk menyimpannya dalam waktu yang lama, karena panas akan meningkatkan CO di atas tingkat aman yang bisa berbahaya bagi kesehatan kita.

Efek menyalakan pemanas ruangan dalam waktu lama bisa memicu nyeri dada dan memicu masalah jantung lainnya. Dalam hal ini, individu yang memiliki penyakit terkait jantung dan pasien asma harus ekstra hati-hati, karena mereka sangat berisiko.

3. Mempengaruhi kesuburan pria

Ilustrasi Sperma (Istimewa)
Ilustrasi Sperma (Istimewa)

Paparan panas yang terlalu lama bisa menjadi faktor signifikan untuk infertilitas pria. Namun, hal baiknya adalah, efek negatif yang ditimbulkan oleh panas bisa dibalik.

Jadi, ini berarti tidak ada kata terlambat untuk tidak menggunakan pemanas ruangan dan mulai tidur di ruangan yang lebih dingin.

4. Bikin kulit kering

Ilustrasi Masalah Kulit Wajah Credit: pexels.com/Youra
Ilustrasi Masalah Kulit Wajah Credit: pexels.com/Youra

Tidur dengan pemanas sepanjang malam juga bisa menyebabkan kulit kita menjadi kering karena kurangnya kelembapan. Ini juga bisa membuat kulit Anda mudah teriritasi, bersisik dan gatal.

Orang yang cenderung menaruh pemanas dekat dengan mereka adalah yang paling berisiko mengalami kulit kering.

Selain itu, juga bisa membuat udara di kamar Anda beracun. Jika ruangan Anda tidak berventilasi baik, panas yang berlebihan dalam waktu lama bisa berdampak negatif pada kualitas udara dalam ruangan.

Hal ini bisa memicu konsekuensi kesehatan dalam jangka panjang dan berpotensi menyebabkan masalah pernapasan seperti asma, memicu alergi dan menyebabkan beberapa penyakit serius lainnya.

5. Menekan sistem kekebalan tubuh

Ilustrasi Tubuh Sehat Credit: pexels.com/Kimmy
Ilustrasi Tubuh Sehat Credit: pexels.com/Kimmy

Bakteri bertahan lebih lama di udara kering. Inilah sebabnya mengapa kondisi yang diciptakan dengan membiarkan pemanas menyala bisa menciptakan tempat bakteri berkambang biak.

Faktanya, inilah mengapa kita biasanya lebih sering sakit dan terserang flu selama musim dingin ketika udara di kamar kita jauh lebih kering.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel