Jelang Piala AFF 2020: 5 Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia dalam 1 Dekade Terakhir, Penonton Darah Tinggi

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia sudah puluhan kali bertemu Malaysia. Bentrok dua negara serumpun di Asia Tenggara itu selalu diwarnai dengan rivalitas dan gengsi.

Tahun ini, Indonesia kembali bersua Malaysia di fase grup B Piala AFF 2020.

"Berada di Grup B bersama Vietnam dan Malaysia sangat menarik bagi saya," kata pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

"Mereka tim yang kuat, namun kami akan berjuang keras demi meraih kemenangan pada setiap laga. Kami akan melakukan persiapan dengan baik," tegas pelatih asal Korea Selatan itu.

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe tak kaget dengan hasil undian ini. Menurut pelatih 53 tahun itu, undian semacam ini sudah sering terjadi khususnya pada turnamen regional semisal Piala AFF.

"Saya kira undian kali ini tidak terlihat berbeda karena terjadi di turnamen tingkat Asia Tenggara. Kami akan bertemu negara-negara itu, bahkan di tingkat kelompok umur. Jadi, semua tim sudah akrab satu sama lain," kata Tan Cheng Hoe.

"Tentu kami sudah mengenal Vietnam sebagai tim favorit di Grup B ini. Hal terpenting kami harus fokus dari satu pertandingan ke lainnya. Pada saat yang sama, kami juga tidak hanya fokus pada Vietnam karena kami tahu Indonesia adalah musuh abadi kami," tegas Tan Cheng Hoe.

Pertandingan nanti bakal menjadi pertemuan kesembilan buat Malaysia menghadapi Timnas Indonesia di Piala AFF. Statistik mencatat, Malaysia menang empat kali dan Timnas Merah Putih juga menang empat kali.

Yuk tengok sajian Bola.com, lima duel Timnas Indonesia Vs Malaysia dalam satu dekade, yang tentunya menguras emosi.

Piala AFF 2010: Nyesek, Kesal, Malu

Jejak Tim Merah-Putih di Piala AFF: 2010 (Bola.com/Adreanus Titus)
Jejak Tim Merah-Putih di Piala AFF: 2010 (Bola.com/Adreanus Titus)

Timnas Indonesia kalah telak 0-3 dari Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada leg pertama final Piala AFF 2010. Kekalahan ini terasa menyakitkan mengingat Skuad Garuda sangat dominan sepanjang turnamen.

Padahal, Timnas Indonesia sempat menghancurkan Malaysia 5-1 pada babak penyisihan grup. Namun, Tim Garuda tidak mampu berbuat apa-apa ketika memasuki partai puncak.

Kekalahan memalukan Timnas Indonesia dari Malaysia itu juga dibumbui dugaan isu match fixing. Sejumlah pemain Skuad Garuda terang-terangan dituduh untuk mengalah.

Mulai dari Maman Abdurrahman hingga Markus Horison disebut-sebut sebagai dalang pengaturan skor yang membuat Timnas Indonesia menelan pil pahit di Bukit Jalil. Namun, sangkaan tersebut tidak pernah terbukti hingga saat ini.

SEA Games 2011: Menyakitkan

Timnas Indonesia di SEA Games 2011, (AFP/Adek Berry)
Timnas Indonesia di SEA Games 2011, (AFP/Adek Berry)

Malaysia bukan lawan enteng bagi Tim Garuda. Mereka kerap jadi momok menakutkan. Tengok saja kekalahan menyakitkan Timnas Indonesia U-23 pada final SEA Games 2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan.

Di hadapan publik sendiri, timnas yang kala itu dibesut Rahmad Darmawan digasak Tim Negeri Jiran lewat drama adu penalti dengan skor 4-3, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu.

Aroma kekalahan Timnas Indonesia sebenarnya sudah terbaca pada fase penyisihan. Andik Vermansah dkk. harus puas jadi runner-up Grup A setelah takluk 0-1 dari Malaysia pada partai penutup penyisihan.

"Saya kalau ingin pertandingan tersebut masih sering nyesek. Atmosfer suporter di SUGBK amat luar biasa, kami bermain sangat bagus. Apesnya keberuntungan berpihak ke Timnas Malaysia," ungkap Andik Vermansah.

"Maafkan saya masyarakat Indonesia karena tidak bisa maksimal saat adu penalti," imbuh Kurnia Meiga, yang jadi penjaga gawang Tim Garuda Muda saat itu.

Kekalahan ini terasa menyesakkan karena setahun sebelumnya Timnas Indonesia level senior digagalkan menjadi jawara Piala AFF 2010 oleh Harimau Malaya.

SEA Games 2013: Revans!

Skuat Timnas Indonesia saat tampil di final SEA Games 2013. (AFP/Soe Than Win)
Skuat Timnas Indonesia saat tampil di final SEA Games 2013. (AFP/Soe Than Win)

Timnas Indonesia U-23 mendapatkan kesempatan untuk revans terhadap Malaysia pada SEA Games 2013. Kedua tim bertemu pada babak semifinal. Secara dramatis, Skuad Garuda mengalahkan tim lawan dengan adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu normal.

Kurnia Meiga menjadi pahlawan Timnas Indonesia U-23 di Stadion Zayarthiri, Naypyidaw, Myanmar tersebut. Mantan kiper Arema FC itu menggagalkan dua eksekutor terakhir Malaysia, A. Thamil Arasu serta Shahrul Mohd Saad.

"Kami sempat tertatih-tatih di penyisihan namun akhirnya sukses bisa melaju ke final. Benar-benar luar biasa perjuangan anak-anak," ujar pelatih Timnas Indonesia U-23 saat itu, Rahmad Darmawan.

Kualifikasi Piala Dunia 2022 Leg Pertama: Fans Ngamuk

Gelandang Timnas Indonesia, Andik Vermansah, berusaha melewati pemain Malaysia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia takluk 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Gelandang Timnas Indonesia, Andik Vermansah, berusaha melewati pemain Malaysia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia takluk 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Setelah absen bersua di pentas internasional selama beberapa tahun, Timnas Indonesia kembali bentrok dengan Malaysia. Kali ini, terjadi pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia putaran kedua.

Kedua negara tergabung di Grup G. Selain Timnas Indonesia, tim lain yang berada di grup ini ialah Thailand, Vietnam, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Timnas Indonesia membuka Grup G dengan melawan Malaysia di SUGBK, 5 September 2019. Diunggulkan untuk meraih kemenangan, Skuad Garuda malah menanggung malu setelah takluk 2-3.

Pertandingan ini berjalan panas karena sepanjang pertandingan, suporter Timnas Indonesia terus mengganggu pendukung Malaysia, Ultras Malaya. Bahkan, sejumlah penggemar tuan rumah melakukan penyerangan terhadap penyokong tim lawan.

Leg Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022: Panas Lagi di Luar Lapangan

Bek Timnas Indonesia, Yustinus Pae, menggiring bola saat melawan Malaysia pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Bek Timnas Indonesia, Yustinus Pae, menggiring bola saat melawan Malaysia pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Timnas Indonesia gantian menyambangi Stadion Bukit Jalil untuk menantang Malaysia pada putaran kedua Grup G, 19 November 2019. Tekad untuk balas dendam dibawa Greg Nwokolo dan kawan-kawan.

Jika bermain di kandang saja sudah tidak berdaya, apalagi beraksi di markas lawan. Timnas Indonesia kembali dipencundangi Malaysia, kali ini dengan skor 0-2.

Kerusuhan mewarnai pertandingan ini. Pendukung Timnas Indonesia gantian diserang balik oleh suporter Malaysia. Bahkan sebelum pertandingan, pendukung Timnas Indonesia sempat dikeroyok oleh sejumlah orang yang diduga pendukung Malaysia.

Tiga suporter Timnas Indonesia bahkan ditangkap oleh kepolisian Malaysia sebelum pertandingan dimulai. Ketiganya dituduh melanggar Undang-Undang Prevention of Crime Act (POCA).

"Ada kasus tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh otoritas Malaysia di area Bukit Jalil. Yang bersangkutan ditangkap karena UU POCA," ujar Kepala Fungsi Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Yusron Ambary, pada 22 November 2019.

Yusron menerangkan, satu dari ketiga suporter Timnas Indonesia itu diciduk saat akan masuk Stadion Bukit Jalil. Dari pengakuan satu orang tersebut, merembet ke dua orang lainnya.

"Mereka ditangkap sebelum laga Timnas Indonesia kontra Malaysia. Ada satu orang di gerbang stadion, lalu mengarah kedua orang lainnya," tutur Yusron.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel