5 Efek Samping Konsumsi Obat Pelangsing, Pahami dengan Baik ya!

Fimela.com, Jakarta Ada banyak cara untuk melangsingkan tubuh. Bagi yang ingin mendapat hasil cepat atau instan, mengonsumsi obat pelangsing kerap dijadikan pilihan. Namun, kita perlu tahu bahwa mengonsumsi obat pelangsing bisa memberi sejumlah efek samping.

Sebelum mencoba mengonsumsi pil diet atau obat pelangsing, ada baiknya mengetahui sejumlah efek samping yang mungkin terjadi. Jangan sampai niat ingin mendapat tubuh yang lebih sehat dan langsing malah berujung pada merugikan diri sendiri. Melansir 5 Dangers of Using Diet Pills & Stimulanss for Weight Loss via areterecovery.com, ada lima efek samping konsumsi obat pelangsing. Berikut rangkumannya.

1. Meningkatkan Risiko Gangguan Jantung

Banyak obat pelangsing yang mengklaim dapat meningkatkan metabolisme, mengurangi nafsu makan, dan memberi energi. Namun, banyak obat yang justru mengandung stimulan yang dapat menyebabkan meningkatnya tekanan darah dan detak jantung. Bagi yang punya gangguan jantung, mengonsumsi obat pelangsing tanpa pengawasan dokter bisa sangat berbahaya. Sembarangan mengonsumsi obat pelangsing dapat meningkatkan risiko penyakit serangan jantung, stroke, palpitasi jantung, dan masalah pernapasan.

2. Meningkatkan Risiko Masalah Pencernaan

Banyak pil diet yang bekerja dengan menghambat atau mengraungi penyerapan lemak dalam tubuh. Hal ini bisa mengganggu proses pencernaan. Akibatnya bisa menimbulkan sejumlah efek samping seperti mual, kram perut, diare, sembelit, muntah, dan sering kentut. Salah dalam mengonsumsi obat pelangsing berisiko tinggi meningkatkan masalah pencernaan dalam tubuh.

 

3. Meningkatkan Rasa Cemas dan Gangguan Kesehatan Mental

Ilustrasi./(ATCHARIN SIMALHEK/Shutterstock)

Pil diet dan stimulan bisa memengaruhi kondisi mental kita juga. Kandungan stimulan tertentu bisa menyebabkan munculnya rasa gugup, perubahan suasana hati, dan mudah marah. Obat yang mengandung amfetamin misalnya dapat meningkatkan rasa cemas dan tidak tenang bila dikonsumsi secara sembarangan. Apabila kita sudah punya sejarah atau masalah kesehatan mental, mengonsumsi obat pelangsing bisa makin memperburuk gejalanya seperti menimbulkan serangan panik dan keinginan untuk bunuh diri.

4. Memicu Insomnia

Stimulan pada sejumlah pil diet dapat memberi kita lebih banyak energi dan meningkatkan metabolisme. Tergantung dari jumlah yang dikonsumsi dan sensitivitas kita terhadap stimulan, mengonsumsi obat pelangsung dapat memberi energi seperti ketika kita baru minum minuman berenergi dalam jumlah banyak. Efeknya bisa memicu insomnia dan sulit tidur karena tidak bisa tenang.

5. Memicu Kecanduan

Penggunaan atau konsumsi obat pelangsing dalam jangka waktu lama bisa membuat kita kecanduan. Toleransi tubuh terhadap kebutuhan obat bisa makin meningkat. Kita bisa berisiko mengalami kecanduan bila konsumsi obat pelangsing tidak dimonitor dengan baik.

Sebelum kita ingin coba-coba minum atau konsumsi obat pelangsing, ada baiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Demi kesehatan fisik dan mental, kita perlu sangat berhati-hati dalam memilih cara yang tepat untuk menurunkan berat badan.

 

#GrowFearless with FIMELA