5 Fakta Curacao, Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday: Umurnya Lebih Tua dari PSSI, Pernah Dilatih Legenda Belanda

Bola.com, Bandung - Timnas Indonesia akan menghadapi Curacao pada FIFA Matchday. Pasukan Shin Tae-yong melakoni dua laga sekaligus yang semuanya berlangsung di Indonesia.

Timnas Indonesia akan menghadapi Curacao pada 24 dan 27 September 2022. Laga pertama akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, sedangkan laga kedua dihelat di Stadion Pakansari, Cibinong.

Curacao memang terdengar asing buat telinga masyarakat Indonesia. Maklum, Curacao jarang melakoni laga melawan tim Asia Tenggara.

Curacao merupakan tim yang berasal dari Amerika Tengah. Mereka bernaung di bawah Asosiasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Kepulauan Karibia (CONCACAF). Lantas, apa saja fakta menarik dari Curacao yang bakal menjajal kekuatan Timnas Indonesia?

Lebih Tua dari PSSI

<p>Timnas Curacao. (Daniel Munoz / CONCACAF / AFP)</p>

Timnas Curacao. (Daniel Munoz / CONCACAF / AFP)

Timnas Curacao berada di bawah naungan Federasi Sepak Bola Curacao (FFK) yang sudah berdiri sejak 1921 atau 101 tahun silam. Dengan demikian, FFK lebih tua dari PSSI yang baru terbentuk pada 1930.

FFK menjadi anggota FIFA pada 1932. Namun, ketika itu Curacao belum menjadi anggota CONCACAF karena baru bergabung pada 1961.

Timnas Curacao melakoni debut internasional pada 6 April 1924. Ketika itu masih menggunakan nama Curacao dan Dependencies yang menjadi bagian Koloni Belanda dan berhasil menang dengan skor telak 7-1 atas Aruba.

Ranking FIFA

<p>Timnas Curacao. (Orlando SIERRA / AFP).</p>

Timnas Curacao. (Orlando SIERRA / AFP).

Curacao saat ini berada di urutan ke-84 pada ranking FIFA. Curacao pernah memiliki peringat tertinggi di FIFA yakni urutan ke-68 pada Juli 2017.

Namun, Curacao juga pernah merasakan raihan peringkat terendah dalam sejarah di ranking FIFA. Ketika itu, Curacao menempati peringkat ke-188 pada Desember 2003.

Curacao pernah mencatatkan kemenangan terbesar saat mengalahkan Puerto Rico pada 15 Januari 1959. Ketika itu, Curacao masih menggunakan nama Netherlands Antilles. Adapun kekalahan terbesar diraih saat menyerah 0-8 dari Belanda(5/9/1962) dan 0-8 dari Meksiko (8/12/1973) yang juga menggunakan nama Netherlands Antilles.

Pernah Dilatih Patrick Kluivert

Legenda Barcelona, Patrick Kluivert. (AFP/FRANCK FIFE)
Legenda Barcelona, Patrick Kluivert. (AFP/FRANCK FIFE)

Berstatus sebagai mantan koloni membuat Curacao punya hubungan khusus dengan Belanda. Itulah yang membuat Curacao sering dilatih oleh pelatih berkebangsaan Belanda.

Legenda De Oranje, Patrick Kluivert, tercatat pernah dua kali menukangi Curacao. Patrick Kluivert menjadi pelatih Curacao pada 2015-2016 dan 2021.

Curacao juga pernah diasuh oleh Guus Hiddink pada 2020-2021. Adapun saat ini, Curacao dilatih oleh pelatih asal Belanda juga takni Remko Bicentini.

Berkarier di Eropa

Cuco Martina. Bek kanan 32 tahun yang sejak Juli 2022 berstatus tanpa klub usai meninggalkan Go Ahead Eagles di Liga Belanda ini tercatat pernah membela 2 klub di Premier League, yaitu Southampton dan Everton. Soton dibelanya selama 2 musim mulai 2015/2016 hingga 2016/2017 dan total bermain dalam 36 laga di semua ajang dengan torehan 1 gol dan 3 assist. Sementara The Toffees dibelanya dalam 3 musim pada 2017/2018 hingga 2019/2020 dan total tampil dalam 28 laga di semua ajang dengan torehan 2 assist. Bersama Timnas Curacao, ia telah mengoleksi 55 caps dengan torehan 1 gol dan 3 assist sejak debut pada 20 Agustus 2011. (AFP/Ian Kington)
Cuco Martina. Bek kanan 32 tahun yang sejak Juli 2022 berstatus tanpa klub usai meninggalkan Go Ahead Eagles di Liga Belanda ini tercatat pernah membela 2 klub di Premier League, yaitu Southampton dan Everton. Soton dibelanya selama 2 musim mulai 2015/2016 hingga 2016/2017 dan total bermain dalam 36 laga di semua ajang dengan torehan 1 gol dan 3 assist. Sementara The Toffees dibelanya dalam 3 musim pada 2017/2018 hingga 2019/2020 dan total tampil dalam 28 laga di semua ajang dengan torehan 2 assist. Bersama Timnas Curacao, ia telah mengoleksi 55 caps dengan torehan 1 gol dan 3 assist sejak debut pada 20 Agustus 2011. (AFP/Ian Kington)

Mayoritas pemain Curacao saat ini berkarier di Eropa. Mereka tersebar di klub-klub Belanda, Inggris, hingga Rumania. Dalam skuad yang diboyong ke Indonesia, hanya dua nama yang berkarier di klub lokal yakni kiper Shedrion Mathilda (Sport Unie Brion Trappers) dan penyerang Bryan Anastatia (CRKSV Jong Holland).

Adapun 11 pemain tercatat membela klub-klub Belanda semisal Go Ahead Eagles, NAC Breda, RKC Waalwijk. Selain itu ada pula pemain yang berkarier di Cardiff City, Birmingham City, hingga CFR Cluj Rumania.

Materi pemain yang berkualitas membuat laga melawan Curacao tak akan mudah. Menarik untuk menyaksikan pertarungan antara Timnas Indonesia kontra Curacao.

Tim Kedua

<p>Timnas Indonesia harus puas bermain imbang 0-0 saat menghadapi Bangladesh pada laga uji coba yang bertajuk FIFA Match Day di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (01/06/2022) malam WIB. Tim asuhan Shin Tae-yong tampil dominan sepanjang laga namun semuanya mentok ditahan kiper Bangladesh, Anisur Rahman. Meskipun begitu, tetap ada pemain yang tampil menonjol pada laga tersebut dan layak diberi kredit lebih. Berikut daftarnya. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)</p>

Timnas Indonesia harus puas bermain imbang 0-0 saat menghadapi Bangladesh pada laga uji coba yang bertajuk FIFA Match Day di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Rabu (01/06/2022) malam WIB. Tim asuhan Shin Tae-yong tampil dominan sepanjang laga namun semuanya mentok ditahan kiper Bangladesh, Anisur Rahman. Meskipun begitu, tetap ada pemain yang tampil menonjol pada laga tersebut dan layak diberi kredit lebih. Berikut daftarnya. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Laga melawan Timnas Indonesia akan mencetak sejarah buat Curacao. Indonesia bakal menjadi negara Asia Tenggara dua yang pernah dihadapi oleh Curacao.

Curacao ternyata pernah lebih dulu menghadapi Vietnam pada pertandingan FIFA Matchday 8 Juni 2019. Ketika itu, Curacao menang dengan skor 6-5 melalui drama adu penalti.

Curacao juga pernah menjadwalkan duel melawan Thailand pada 30 Maret 2020. Namun, ketika itu laga dibatalkan karena alasan pandemi COVID-19.