5 Fakta Kasus Penusukan di Kota Bogor yang Tewaskan Seorang Remaja

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seorang remaja berinisial RMP (18) tewas ditusuk sekitar pukul 22.30 WIB pada rabu 6 Oktober 2021 di Jalan Palupuh Raya, Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.

Remaja yang masih berstatus pelajar itu tewas saat sedang nongkrong setelah terlibat perselisihan dengan sejumlah orang.

Terduga pelaku pun sudah berhasil diringkus polisi. Kabar tersebut disampaikan Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro.

"Dalam waktu tujuh jam setelah kejadian kami berhasil menangkap Rizky Agung usia 18 tahun dan ML usia 17 tahun," ujar Susatyo, Kamis 7 Oktober 2021.

Menurut Susatyo, berdasarkan keterangan pelaku, motif penusukan terhadap RMP dilatarbelakangi dendam.

"Sebelum insiden berdarah, pelaku mengaku dipukuli oleh seseorang yang sedang nongkrong di salah satu warung dekat SMAN 7 Kota Bogor pada Rabu sekitar pukul 15.00 WIB," papar dia.

Berikut 5 fakta terkait kasus penusukan remaja yang terjadi di Kota Bogor, Jawa Barat dihimpun Liputan6.com:

1. Kronologi Kejadian

Ilustrasi Penusukan (Liputan6.com/Johan Fatzry)
Ilustrasi Penusukan (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Seorang remaja tewas dengan luka tusuk di Jalan Palupuh Raya, Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu 6 Oktober 2021 sekitar pukul 22.30 WIB.

Informasi yang dihimpun, korban diketahui berinisial RMP (18) warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Camat Bogor Utara Marse Hendra Saputra membenarkan ada seorang remaja tewas dengan luka tusukan di Jalan Palupuh. RMP yang masih berstatus pelajar itu tewas setelah terlibat perselisihan dengan sejumlah orang.

"Menurut keterangan saksi, korban datang bersama temannya ke lokasi menggunakan kendaran roda dua," kata Marse, Kamis 7 Oktober 2021.

Tak lama kemudian, korban dan saksi dihampiri oleh beberapa orang dengan menggunakan tiga sepeda motor. Korban dan para pelaku pelaku lalu terlibat adu mulut hingga terjadi pengeroyokan.

Setelahnya, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan langsung menusuk korban ke bagian dada. Korban akhirnya tersungkur di pinggir jalan dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Saksi yang pada saat itu sedang ke warung kemudian kembali ke TKP dan melihat korban sudah tergeletak tak bernyawa," ujarnya.

2. Terdapat Tiga Luka Tusukan

Ilustrasi Korban Penusukan (Liputan6.com/Andri Wiranuari)
Ilustrasi Korban Penusukan (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Pelaku menghujamkan senjata tajam ke arah korban sebanyak tiga kali. Akibatnya, korban tewas di lokasi kejadian lantaran mengalami luka bacokan di bagian dada, tengkuk, dan kaki.

Dijelaskan Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro, usai menyerang korban, pelaku langsung kabur dengan sepeda motor yang dikemudikan pelaku lainnya.

Beberapa saat kemudian polisi tiba di lokasi dan membawa korban ke RSUD Ciawi untuk diotopsi.

"Hasil otopsi ada tiga titik luka di tubuh korban, namun luka di bagian dada yang menyebabkan korban meninggal dunia," ujar Susatyo, Kamis 7 Oktober 2021.

3. Dua Terduga Pelaku Diringkus Polisi

Ilustrasi Penangkapan (Liputan6.com/Abdillah)
Ilustrasi Penangkapan (Liputan6.com/Abdillah)

Polisi meringkus pelaku dari pembunuhan seorang remaja di Kota Bogor, Jawa Barat.

"Dalam waktu tujuh jam setelah kejadian kami berhasil menangkap Rizky Agung usia 18 tahun dan ML usia 17 tahun," kata Susatyo.

Rizky Agung merupakan pelaku utama penusukan hingga menyebabkan korban tewas. Sedangkan ML ikut ditangkap lantaran membantu pelaku dalam melakukan aksi penyerangan terhadap korban.

4. Amankan Barang Bukti, Korban dan Tersangka Berstatus Siswa SMA

Ilustrasi seragam sekolah di Indonesia, dari SD, SMP sampai SMA. (dok.Instagram @smpn1kalianda/https://www.instagram.com/p/Bzg_j2lnlww/henry
Ilustrasi seragam sekolah di Indonesia, dari SD, SMP sampai SMA. (dok.Instagram @smpn1kalianda/https://www.instagram.com/p/Bzg_j2lnlww/henry

Menurut Susatyo, kedua pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing setelah tim penyidik memeriksa sejumlah saksi.

Barang bukti yang diamankan berupa empat celurit dan tiga bilah golok.

"Baik pihak korban maupun pelaku berstatus pelajar SMA di Kota Bogor," terang Susatyo.

5. Tetapkan Dua Tersangka dan Empat Lainnya Masih Saksi

Ilustrasi Foto Penangkapan (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Penangkapan (iStockphoto)

Susatyo mengatakan, Rizky Agung dan ML sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan empat remaja lainnya yang berada di lokasi kejadian, masih dilakukan pemeriksaan.

"Yang kita amankan 6 orang, hasil penyidikan saat ini 2 orang dan ditetapkan sebagai tersangka. Untuk keempat anak ini tidak mengenal dengan dua pelaku dan tidak tahu apa yang mau tersangka lakuin," kata dia.

"Statusnya masih saksi, kami masih lakukan penyelidikan. Namun keempat remaja itu ikut bersama pelaku dan saat kejadian ada di lokasi," sambung Susatyo.

6. Motif Pembunuhan karena Dendam

Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)
Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)

Berdasarkan keterangan pelaku Rizki Mulia, motif pembunuhan dilatarbelakangi dendam.

Sebelum insiden berdarah, pelaku mengaku dipukuli oleh seseorang yang sedang nongkrong di salah satu warung dekat SMAN 7 Kota Bogor pada Rabu sekitar pukul 15.00 WIB.

"Tersangka sempat dipukuli, kemungkinan oleh korban. Karena pelaku juga sebetulnya tidak mengenali siapa yang menganiayanya. Tapi anggapan mereka adalah lawan sekolah mereka," terang Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Ermanto.

Pelaku bersama lima temannya kembali mendatangi lokasi dengan menggunakan tiga sepeda motor sekitar pukul 21.00 WIB.

Setelah tiba, pelaku langsung turun dari motor yang dikemudikan ML lalu menyerang korban dengan celurit.

"Salah satu teman korban yang ada di lokasi berhasil melarikan diri setelah mengetahui ada penyerangan. Kemungkinan korban juga sempat ikut lari tapi tertangkap oleh pelaku," jelas Dhoni.

(Cindy Violeta Layan)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel